Pages

Monday, January 24, 2005

Feature # Person of Influence (2/11)

#2. MEMILIKI INTEGRITAS PADA ORANG LAIN

Integritas, menurut Webster's New Universal Unabridged Dictionary, adalah "kepatuhan pada prinsip moral dan etika; kekuatan karakter moral; kejujuran." Integritas merupakan kekuatan untuk senantiasa memegang teguh
prinsip-prinsip moral dan etika. Integritas adalah dasar tempat dibangunnya banyak kualitas lain, seperti rasa hormat, martabat, dan kepercayaan.
Sedemikian pentingnya peranan integritas dalam hubungan pribadi maupun bisnis, dapat dilihat dari hasil studi UCLA Graduate School of Management dan Korn Ferry International atas 1300 eksekutif senior, dimana tujuh puluh satu persen dari mereka mengatakan bahwa integritas adalah kualitas yang paling dibutuhkan untuk berhasil dalam bisnis. Studi itu menyatakan pula bahwa meski banyak kesalahan dan penghalang yang dapat diatasi oleh seseorang yang ingin naik ke puncak organisasi, ia hampir tak pernah mampu menaiki tangga organisasi jika ia mengkompromikan integritasnya dengan menghianati sebuah kepercayaan.

Oleh karena integritas merupakan hasil olah batin (inner) diri maka integritas tidak dipengaruhi oleh keadaan. Integritas lebih merupakan komitmen pada karakter "dalam" ketimbang penampilan luar. Dengan demikian integritas tidak boleh disamakan dengan reputasi. Memang benar, reputasi yang baik sangat berharga, namun reputasi yang baik seyogyanya muncul karena cermin karakter seseorang. Jika reputasi yang baik dianggap sebagai emas, maka integritas merupakan tambang emas. Perbedaan antara reputasi dan integritas dapat digambarkan dengan kalimat, "Integritas akan mengurusi diri saya, namun reputasi mengurusi dirinya sendiri."

Lalu apa manfaat integritas dalam hubungan anda dengan orang lain?
Integritas memungkinkan orang mempercayai anda. Tanpa kepercayaan, anda tak
memiliki apa-apa. Kepercayaan adalah satu faktor terpenting dalam hubungan
pribadi dan profesional. Kepercayaan adalah perekat yang menyatukan orang banyak. Kepercayaan adalah kunci untuk menjadi orang berpengaruh. Jika dulu banyak orang beranggapan bahwa orang lain mempercayai anda hingga terjadi sesuatu yang menggoyahkan kepercayaan itu. Kini, sebaliknya, anda harus membuktikan bahwa diri anda layak dipercaya lebih dahulu. Kepercayaan datang dari orang lain hanya jika anda memperlihatkan karakter yang kokoh. Inilah yang membuat integritas begitu penting jika anda ingin menjadi orang yang berpengaruh.

Perhatikan dan kembangkan kualitas-kualitas integritas berikut, bila anda ingin menjadi orang yang berpengaruh:

- Teladankan karakter yang konsisten.
Kepercayaan yang kuat dapat tumbuh hanya jika orang dapat mempercayai anda sepanjang waktu.

- Gunakan komunikasi yang jujur.
Agar layak dipercaya, anda harus berkata jujur; kata-kata dan tindakan anda haruslah sama.

- Hargai keterusterangan.
Orang akan mengetahui kekurangan anda meski disembunyikan. Akan tetapi, jika anda jujur dan mengakui kelemahan, mereka akan menghargai integritas anda.
Mereka pun akan mampu berhubungan dengan anda secara lebih baik.

- Teladankan kerendahan hati.
Orang takkan mempercayai jika mereka melihat anda digerakkan oleh ego, kedengkian, atau keyakinan seolah anda lebih baik dari orang lain.

- Perlihatkan dukungan pada orang lain.
Tak ada yang menampilkan karakter yang lebih baik dibanding keinginan anda untuk mendahulukan orang lain.

- Penuhi janji.
Cara pasti untuk merusak kepercayaan orang lain adalah melalaikan komitmen dan janji anda.

- Miliki sikap melayani
Anda ditempatkan di dunia ini untuk melayani bukan untuk dilayani.
Memberikan diri dan waktu anda pada orang lain memperlihatkan bahwa anda peduli pada mereka. Orang yang memiliki integritas tinggi adalah pemberi bukan penerima.

- Doronglah partisipasi dua arah dengan orang yang anda pengaruhi
Ketika anda menjalani kehidupan yang penuh integritas, orang akan mendengarkan dan mengikuti anda. Ingat, bahwa tujuan pengaruh bukanlah manipulasi, melainkan partisipasi. Bila anda menyertakan orang lain dalam hidup dan kesuksesan anda, maka anda benar-benar sukses secara permanen.

No comments: