Pages

Monday, September 13, 2004

Perjanjian ini cocok tidak ya ?

Tanya: Pekerjaan saya dahulu adalah penyiar di salah satu stasiun radio. Saya menikmatinya dan tidak begitu stress seperti sekarang. Saat ini saya berkerja sebagai Account Executive di sebuah media. Saya mengambil posisi ini karena ingin mencoba sesuatu yang baru. Selain itu untuk mengubah diri saya agar mampu bersosialisasi dengan lebih baik. Tapi akhir-akhir ini saya merasa tidak cocok dengan pekerjaan itu. Saya "pusing" dengan banyaknya "penolakan" dari klien. Ini membikin saya frustasi dan merasa tak mampu. Tapi saya selalu berpikir, "Jika orang lain bisa, kenapa saya tidak?". Saya tahu semua itu membutuhkan proses. Saya baru 2 bulan bekerja sebagai A/E. Mohon bantuannya. Bagaimanakah cara untuk mengetahui bahwa suatu pekerjaan itu cocok atau tidak untuk kita. (Mrn)

Jawab: Sdr. Mrn yang baik, menurut kami, persoalannya bukan terletak pada apakah pekerjaan itu cocok atau tidak dengan diri anda. Karena, meski belum ada riset yang cukup akurat, namun sepertinya cukup banyak, bahkan mungkin lebih banyak orang yang tidak menyukai pekerjaannya, ketimbang yang sebaliknya. Dan, kebanyakan keluhan itu bukan dikarenakan bahwa pekerjaannya tidak cocok dengan kepribadian mereka, namun hal-hal lain, seperti pola manajemen, kepemimpinan, tekanan kerja, dan lain-lain.

Kami punya cerita nyata yang menarik: ada salah seorang rekan kami yang berlatar belakang pendidikan teknik. Karena tidak mudah mendapatkan pekerjaan, akhirnya ia menerima kesempatan kerja sebagai tenaga administrasi keuangan di sebuah minimarket dengan gaji yang minim. Pertama kali ia bekerja, ia mengeluh bahwa pekerjaannya tidak sesuai dengan ketrampilannya. Ia merasa tak mampu mengerjakan pekerjaannya dengan baik. Asal tahu saja, ia mendapat tugas menjurnal pembukuan. Padahal ia adalah lulusan teknik elektro. Ia juga masih terus mencari pekerjaan yang cocok dengan pendidikannya. Beruntung ia mempunyai atasan yang cukup sabar mengajari bagaimana menyelesaikan tugas-tugasnya. Selang beberapa bulan dan tahun berganti, ia sudah cukup mahir dengan komputer dan akuntansi, dan mendapat lebih banyak kepercayaan. Kini ia bukan hanya sekedar tenaga entry, melainkan juga mengawasi barang keluar masuk, kredit barang, dan lain-lain.

Bisa ditebak, sedikit demi sedikit ia mendalami ilmu akuntansi dan keuangan, dan mulai melupakan rumus-rumus teknik elektro yang dulu ditekuninya di bangku kuliah. Kalau sekarang ia ditanya, ia menjawab cukup senang dengan pekerjaannya.

Apa artinya ini? Sekali lagi, masalahnya bukan terletak pada cocok atau tidak pekerjaan itu dengan diri kita. Melainkan, apakah kita tahu APA tujuan pekerjaan itu dan BAGAIMANA mengerjakannya dengan baik. Kuncinya: belajar, belajar, belajar, dan sabar, sabar, sabar.

Semangat anda untuk tidak jatuh dalam keputusasaan patut diacungi jempol. Dan, itu perlu dibarengi dengan peningkatan ketrampilan anda sebagai Account Executive. Memang salah satu kesalahan yang banyak dilakukan oleh manajemen adalah manajemen merasa sudah cukup memberikan jabatan dengan isitlah yang keren pada karyawan, namun lalai untuk menunjukkan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Bahkan kalau toh sudah dilakukan training di dalam kelas, banyak manajer yang alpa untuk memfollow-upnya di lapangan. Tapi, anda jangan keburu menyalahkan manajemen anda. Lebih baik anda terus banyak bertanya dan belajar dari para senior anda.

Tugas seorang account executive tentu bukan sekedar menghubungi klien dan mendapatkan order, namun menjembatani produk/jasa yang ditawarkan oleh perusahaan anda dengan kebutuhan klien. Dengan demikian, anda tidak hanya perlu tahu secara baik mengenai produk anda, anda juga perlu tahu apa kebutuhan dan harapan klien, dan bagaimana anda bisa memenuhi bahkan kalau bisa melampaui kebutuhan tersebut.

Yang jelas, waktu dua bulan adalah terlalu dini untuk menilai prospek pekerjaan anda. Penolakan klien jangan dijadikan alasan untuk memvonis bahwa anda tidak mampu, namun kesempatan untuk TAHU apa yang salah dan bagaimana mengkoreksinya. Kesalahan itu guru yang sangat baik untuk memperbaiki diri. Jika dalam dua bulan ini anda hanya merasakan keberhasilan, anda tidak akan tahu apa yang harus anda benahi. Seringkali, keberhasilan itu guru yang buruk untuk improvement. Jadi, jangan putus asa friend! Temukan teman/senior sebagai tempat belajar. Kami support anda dari jauh. Good luck!(24042002)

No comments: