Pages

Monday, March 03, 2008

TIPS MENGHADAPI KELUHAN ORANG LAIN

Mengeluh itu biasa dalam kehidupan sehari-hari. Mengeluh seringkali merupakan pertanda tersumbatnya energi positif untuk melakukan suatu tindakan. Orang yang mengeluh biasanya tidak tahu harus melakukan apa. Tapi ada juga orang yang suka mengeluh. Mengeluh menjadi sebuah kebiasaan. Ada saja yang mereka keluhkan, termasuk hal-hal kecil yang semestinya bisa
mereka atasi. Orang seperti ini sebenarnya telah menyumbat energi positif mereka dengan energi negatif, seperti kemalasan, kebosanan atau keengganan.

Terlepas dari semua itu, pada saatnya kita akan didatangi oleh seseorang dengan segudang keluhannya. Mungkin orang yang paling banyak kita dengar keluhannya adalah pasangan kita, anak, saudara atau orang tua kita, kemudian rekan kerja, bawahan, bahkan atasan dan tetangga. Bahkan, boleh jadi kita akan mendengar keluhan dari orang-orang baru tidak kita kenal, seperti,
dalam kendaraan, di pasar, atau dimana pun. Jangan berkecil hati, pahami saja, mengeluh itu jauh lebih mudah ketimbang melakukan tindakan. Hadapi saja pengeluh-pengeluh itu. Berikut ada beberapa tips yang mudah-mudahan berguna bagi anda saat menghadapi keluhan orang lain.

1--Mengapa tidak menjadi seorang yang lebih bijak?

Mendengar keluhan seringkali menyebalkan, karena kita sendiri mungkin mempunyai keluhan yang lebih banyak. Namun, jangan keburu mengacuhkan keluhan orang lain. Coba renungkan, mengapa seseorang mengeluh pada anda? Bukankah itu pertanda bahwa ia mempercayai anda. Tidakkah sebaiknya kita mencoba bersikap lebih bijak dengan memperhatikan keluhan tersebut.

2--Perhatikan dan dengarkan keluhan.

Pasti ada sesuatu yang patut anda perhatikan di balik puluhan keluhan yang mengalir dari ucapan seseorang. Dari ribuan keluhan, mungkin ada satu dua yang memang benar adanya. Memang lebih banyak keluhan yang bisa dilupakan begitu saja. Namun, dengan memperhatikan keluhan orang lain anda mengasah kepekaan terhadap perasaan orang lain.

3--Menghargai perasaan orang lain.

Hadapi keluhan orang lain dengan mencoba menghargai perasaan mereka. Tidak mudah memang memahami perasaan orang lain, namun jika anda cukup peka anda bisa menumbuhkan empati anda terhadap mereka.

4--Jangan berpura-pura memperhatikan.

Tapi jangan berpura-pura memperhatikan. Jika anda yakin bahwa keluhan mereka patut diperhatikan, berikan perhatian yang tulus. Dengarkan dengan seksama, balas tatapan mata mereka untuk menunjukkan bahwa anda sungguh-sungguh memperhatikan, berikan sedikit sentuhan untuk menyatakan ketulusan anda.

5--Tak harus memberikan nasihat.

Adakalanya seseorang mengeluh, dan tidak bermaksud mencari nasehat. Mereka hanya ingin didengarkan. Persiapkan diri anda untuk tidak memberikan nasehat. Anda takkan sungguh-sungguh tahu apa yang dialami dan bagaimana mengatasinya. Cukup tunjukkan bahwa anda mengerti akan keluhan mereka.

6--Lepaskan sumbat energi positifnya.

Namun jika anda tahu apa yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh sang pengeluh, dan anda tahu bagaimana sebaiknya menghadapi, ada baiknya anda memberikan saran. Semua itu harus bertujuan untuk menyingkirkan energi negatif yang menyumbat energi positifnya. Namun, sesungguhnya jarang kita benar-benar memahami apa yang terjadi. Hanya berikan saran dan nasehat jika diminta.

7--Jika anda tak punya cukup waktu...

Anda tahu anda harus memperhatikan keluhan mereka, namun anda tak punya cukup waktu. Usahakan anda tetap menerima keluhan mereka, namun dengan sungguh-sungguh katakan bahwa anda tak punya waktu. Janjikan padanya waktu senggang dimana anda bisa menerima keluhan mereka.

8--Jika keluhan itu sudah menjadi pengganggu...

Jika si pengeluh ternyata hanya menghabiskan waktu anda, maka jangan ragu untuk mengatakan bahwa anda tak punya waktu untuk keluhan itu. Tunjukkan kepada siapa ia seharusnya mengadukan keluhannya. Ini perlu anda keluhkan, agar anda tidak perlu mengeluh setelah itu. (26042002)

No comments: