Pages

Tuesday, July 22, 2008

LIMA PESAN UNTUK PEMIMPIN

Erry Riyana Hardjapamekas

Berikut adalah kutipan artikel berjudul "5 Pesan UntukPemimpin" yang ditulis oleh Erry Riyana Hardjapamekas, dalam buku beliau,"Esensi Kepemimpinan - Mewujudkan Visi Menjadi Aksi". Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT.Timah Tbk. Buku beliau sarat berisikan catatan-catatannya selama beliau menjabat sebagai seorang CEO yang dikirimkan pada para kolega dan manajernya melalui media email. Bagi kami,yang menarik dari buku ini bukan sekedar isinya yang sarat dengan pesan-pesan motivasional, tetapi juga bagaimana usaha Erry Riyana sebagai seorang eksekutif berusaha memberdayakan rekan-rekannya melalui proses komunikasi yang unik.

Berikut kami kutipkan komentar Prof. DR. Gede Raka, Guru Besar ITB, atasbuku ini, "Buku ini memberikan contoh nyata bagaimana seorang pemimpin dengan cerdik mengambil inisiatif untuk menggelindingkan proses belajar secara inovatif di perusahaan, merangsang setiap warga perusahaan untuk mempertanyakan, merenungkan kembali, menyimak, seluruh aspek kehidupan mereka dalam kerja, dan mengambil keputusan serta bertindak untuk kebaikanseluruh warga perusahaan dan untuk dirinya sendiri."

1--Kelilingi diri kita dengan orang-orang yang selalu berpikir positif,karena keyakinan, nilai dan perilaku mereka akan berpengaruh. Sangat penting kita meluangkan waktu, terutama dengan mereka yang optimistis dan memiliki motivasi tinggi

2--Belajarlah dari kesalahan yang pernah kita perbuat. Senantiasalah kita sadari bahwa segala nilai, besar atau kecil, dibentuk dari akumulasi kebijakan. Untuk menjadi bijak, kita harus berpengalaman, baik pengalaman benar atau pun pengalaman salah, hingga kita pun mampu menjadi lebih kuat dan lebih cerdik di masa yang akan datang. Kesalahan akan sangat bermanfaat,apabila kita belajar darinya, milikilah perilaku ini sehingga kita tak akan merasa malu mencoba apa pun.

3--Waktu memang merupakan sesuatu yang tak mampu kita beli berapa pun harganya, bila ia telah lewat. Seringkali pula kita merasa kekurangan waktu. Tambahkanlah waktu kerja efektif kita setengah jam saja sehari pada awal dan setelah akhir jam kerja, maka dalam setahun akan berjumlah lebih dari 300 jam kerja!

4--Sedikit demi sedikit, lama kelamaan menjadi bukit. Perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Lakukanlah langkah kecil sekarang juga!

5--Kaji seawal mungkin apa-apa yang diperkirakan bakal jadi hambatan, gangguan, atau tantangan, atau ketidak tentuan. Apa yang diperkirakan bakal menjadi faktor negatif. Kekuarangan dukungan, pengetahuan tehnis, waktu,ruangan, energi, uang, atau kekurangan pengalaman, semuanya akan membuat tugas kita menjadi sulit. Tangani sedini mungkin, sehingga kita merasa sangat positif dan peluang keberhasilan tampak lebih terang. Dengan itu kita akan mampu menyelami lautan tugas kita dengan menyenangkan.

DANAU YANG TAK MENGALIR KE LAUT

Seorang pengelana pernah menulis, bahwa di suatu wilayah gurun terdapat dua buah danau yang mengalir ke dalamnya banyak sungai. Letak danau-danau itu tidaklah berjauhan. Namun, keduanya menampakkan perbedaan fenomena alam yang luar biasa. Danau pertama adalah danau biasa berair tawar yang segar. Ia memiliki beberapa anak sungai yang mengalir ke hilir. Ia adalah danau sebagaimana danau lain dengan kehidupan sewajarnya. Sedangkan danau kedua,yang lebih besar, menjadi keanehan yang tiada taranya. Ia tak memiliki anak sungai yang mengalirkan airnya ke laut. Hanya sengat panas gurun yang menguapkan airnya. Tak heran bila kandungan mineral dan garamnya teramat tinggi. Begitu tinggi sehingga kita dapat mengapung di permukaan begitu saja. Hampir-hampir tak ada kehidupan dalam danau itu. Pantaslah bila peta mencatatnya dengan nama "Laut Mati".

Begitulah kedua danau itu menjadi ibarat mengenai apa jadinya bila kitahanya berupaya mengumpulkan kepemilikan tanpa sekalipun membagikannya pada orang lain. Kehidupan yang wajar adalah kehidupan yang saling menerima dan memberi. Peta lebih tahu apa julukan bagi mereka yang suka menggenggamkan tangan, tanpa mau mengulurkannya.

Monday, March 03, 2008

JARAK ANTARA KEPUTUSASAAN DAN KEBERHASILAN

Seorang penjual roti menjelajahi blok-blok perumahan baru. Semula hatinya cukup optimis untuk mendapatkan pelanggan di situ. Setiap hari, sejak subuh sampai matahari setinggi tatapan, ia berkeliling sambil berteriak dan membunyikan klakson motornya. Sudah tujuh hari ia berputar-putar, namun tak seorang pun mau membeli. Bahkan membuka pintu pun tidak. Penjual roti itu agak kecut. "Mungkin penghuni perumahan ini tak membutuhkan roti untuk
sarapan," begitu pikirnya. Lalu ia memutuskan untuk berpindah ke lain tempat.

Keesokan hari, penjual roti yang lain memasuki perumahan itu. Baru ia membunyikan satu dua klaksonnya, beberapa ibu keluar, memanggil dan membeli roti untuk makan pagi. Ibu-ibu bercerita baru dua tiga hari ini mereka sadar bahwa sarapan roti ternyata bisa memudahkan pekerjaan pagi mereka. Kini mereka memutuskan untuk membeli roti. Ah, betapa tipisnya jarak antara keputusasaan dan keberhasilan. Seandainya kita cukup bersabar bahwa belajar adalah sebuah proses bersama waktu, kita akan memetik hasilnya di waktu yang tak kita duga-duga.

**************************************************************
Stopper:

Nilai sesungguhnya dari seorang manusia ditentukan oleh tujuan yang dikejarnya. (Marcus Aurelius)

Tujuan menentukan jadi apakah anda kelak. (Julius Erving)

Tak memiliki tujuan lebih menakutkan ketimbang tak mencapai tujuan (Unknown)

SAKSI KECELAKAAN

Seorang saksi atas sebuah kecelakaan mobil sedang dalam pemeriksaan di sebuah pengadilan. Kemudian terjadi dialog antara pengacara dan saksi tersebut.

Pengacara: "Apakah anda benar-benar melihat kecelakaan tersebut?"

Saksi: "Ya, tuan."

Pengacara: "Seberapa jauh jarak antara kau dan kecelakaan tersebut?"

Saksi: "Sepuluh meter, dua puluh lima sentimeter, dan enam milimeter."

Pengacara: "Aha...!"

Pengacara itu berpikir ia telah menjebak si saksi. Ia melanjutkan pertanyaan: "Baiklah, tolong katakan pada kami bagaimana kau bisa tahu secara tepat jarak antara kau dan kecelakaan saat itu?"

Dengan santai saksi itu menjawab: "Begitu kecelakaan itu terjadi, aku langsung mengeluarkan meteran dan mengukur jarakku dan kecelakaan itu. Aku tahu, beberapa pengacara bodoh dan konyol pasti akan mempertanyakan hal-hal seperti ini."

Smiley...! Banyak cara untuk menjebak seseorang. Banyak cara untuk berkelit.
Namun, tak banyak cara untuk mengakui sebuah kesalahan adalah kesalahan.
(26042002)
****************************************************************************
Stopper:

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh akan mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati, kebijakan hidup abadi. (Ali)

Raja mengatur orang. Orang bijak mengatur raja. (Abu al-Aswad)

TIPS MENGHADAPI KELUHAN ORANG LAIN

Mengeluh itu biasa dalam kehidupan sehari-hari. Mengeluh seringkali merupakan pertanda tersumbatnya energi positif untuk melakukan suatu tindakan. Orang yang mengeluh biasanya tidak tahu harus melakukan apa. Tapi ada juga orang yang suka mengeluh. Mengeluh menjadi sebuah kebiasaan. Ada saja yang mereka keluhkan, termasuk hal-hal kecil yang semestinya bisa
mereka atasi. Orang seperti ini sebenarnya telah menyumbat energi positif mereka dengan energi negatif, seperti kemalasan, kebosanan atau keengganan.

Terlepas dari semua itu, pada saatnya kita akan didatangi oleh seseorang dengan segudang keluhannya. Mungkin orang yang paling banyak kita dengar keluhannya adalah pasangan kita, anak, saudara atau orang tua kita, kemudian rekan kerja, bawahan, bahkan atasan dan tetangga. Bahkan, boleh jadi kita akan mendengar keluhan dari orang-orang baru tidak kita kenal, seperti,
dalam kendaraan, di pasar, atau dimana pun. Jangan berkecil hati, pahami saja, mengeluh itu jauh lebih mudah ketimbang melakukan tindakan. Hadapi saja pengeluh-pengeluh itu. Berikut ada beberapa tips yang mudah-mudahan berguna bagi anda saat menghadapi keluhan orang lain.

1--Mengapa tidak menjadi seorang yang lebih bijak?

Mendengar keluhan seringkali menyebalkan, karena kita sendiri mungkin mempunyai keluhan yang lebih banyak. Namun, jangan keburu mengacuhkan keluhan orang lain. Coba renungkan, mengapa seseorang mengeluh pada anda? Bukankah itu pertanda bahwa ia mempercayai anda. Tidakkah sebaiknya kita mencoba bersikap lebih bijak dengan memperhatikan keluhan tersebut.

2--Perhatikan dan dengarkan keluhan.

Pasti ada sesuatu yang patut anda perhatikan di balik puluhan keluhan yang mengalir dari ucapan seseorang. Dari ribuan keluhan, mungkin ada satu dua yang memang benar adanya. Memang lebih banyak keluhan yang bisa dilupakan begitu saja. Namun, dengan memperhatikan keluhan orang lain anda mengasah kepekaan terhadap perasaan orang lain.

3--Menghargai perasaan orang lain.

Hadapi keluhan orang lain dengan mencoba menghargai perasaan mereka. Tidak mudah memang memahami perasaan orang lain, namun jika anda cukup peka anda bisa menumbuhkan empati anda terhadap mereka.

4--Jangan berpura-pura memperhatikan.

Tapi jangan berpura-pura memperhatikan. Jika anda yakin bahwa keluhan mereka patut diperhatikan, berikan perhatian yang tulus. Dengarkan dengan seksama, balas tatapan mata mereka untuk menunjukkan bahwa anda sungguh-sungguh memperhatikan, berikan sedikit sentuhan untuk menyatakan ketulusan anda.

5--Tak harus memberikan nasihat.

Adakalanya seseorang mengeluh, dan tidak bermaksud mencari nasehat. Mereka hanya ingin didengarkan. Persiapkan diri anda untuk tidak memberikan nasehat. Anda takkan sungguh-sungguh tahu apa yang dialami dan bagaimana mengatasinya. Cukup tunjukkan bahwa anda mengerti akan keluhan mereka.

6--Lepaskan sumbat energi positifnya.

Namun jika anda tahu apa yang sesungguhnya sedang dihadapi oleh sang pengeluh, dan anda tahu bagaimana sebaiknya menghadapi, ada baiknya anda memberikan saran. Semua itu harus bertujuan untuk menyingkirkan energi negatif yang menyumbat energi positifnya. Namun, sesungguhnya jarang kita benar-benar memahami apa yang terjadi. Hanya berikan saran dan nasehat jika diminta.

7--Jika anda tak punya cukup waktu...

Anda tahu anda harus memperhatikan keluhan mereka, namun anda tak punya cukup waktu. Usahakan anda tetap menerima keluhan mereka, namun dengan sungguh-sungguh katakan bahwa anda tak punya waktu. Janjikan padanya waktu senggang dimana anda bisa menerima keluhan mereka.

8--Jika keluhan itu sudah menjadi pengganggu...

Jika si pengeluh ternyata hanya menghabiskan waktu anda, maka jangan ragu untuk mengatakan bahwa anda tak punya waktu untuk keluhan itu. Tunjukkan kepada siapa ia seharusnya mengadukan keluhannya. Ini perlu anda keluhkan, agar anda tidak perlu mengeluh setelah itu. (26042002)

KETIKA KITA TERSESAT DALAM BELANTARA KESIBUKAN

Jika seseorang tersesat di hutan lebat, dan tak tahu arah mana yang harus ditempuh, semestinya ia tidak terus berjalan, atau membabat semak sana-sini.
Yang seharusnya dilakukan adalah berhenti sejenak, menghitung dimanakah sesungguhnya posisi diri ini berada, menengadah ke langit mencari cahaya mentari atau rembulan, menunduk ke bumi mengukur bayang-bayang diri. Baru setelah itu menentukan kembali arah yang harus dituju, lalu berjalan penuh hati-hati, sembari terus mengukur bayang-bayang. Penjelajah yang sejati tahu kapan harus bergerak, berhenti dan beristirahat.

Jika anda tersesat dalam kesibukan yang anda sendiri tak tahu mengapa melakukan apa. Semestinya anda juga berhenti sejenak. Membuka peta diri anda, merujuk kembali pada tujuan besar hidup anda, lalu meniatkan hati untuk melangkah. Tujuan tak tercapai karena kita bergerak secepat-cepatnya. Tujuan tercapai karena kita tahu mana yang sedang dituju, serta bergerak penuh kesadaran dan kewaspadaan.

TENDA KAFILAH

Suatu ketika Khidr pergi ke istana raja dan langsung menuju singgasana.
Melihat perilaku yang aneh ini, tentu saja tidak seorang pun berani menegurnya.
Hanya sang raja, Ibrahim Ibn Adham, yang menanyainya, "Wahai lelaki yang tak dikenal, apa yang sedang kau cari?"

Orang asing itu menjawab, "Aku mencari tempat tidur di tenda kafilah ini."

Ibrahim Ibn Adham menjawab, "Ini bukan tenda kafilah, ini adalah istanaku."

"Siapa pemiliknya sebelum kamu?"

"Ayahku."

"Dan sebelum itu?"

"Kakekku."

"Tidakkah kau lihat, mereka telah datang dan pergi, tinggal dan pindah, maka mengapa kau sebut tempat ini selain tenda kafilah bagi kaum musafir?"

Pojok Renungan Editor: Kita semua hanya tinggal sementara di bumi ini.
Kelak kita akan pergi. Maka bukankah lebih tepat jika semua yang kita diami ini hanyalah tempat persinggahan?

(Disadur dari: Idries Shah, The Way of Sufi)

Stopper: KRITIK

Orang meminta anda untuk mengkritiknya, tetapi sesungguhnya yang ia inginkan adalah pujian. (Reginald Maudling)

Untuk setiap kritik yang anda lontarkan atas kinerja seseorang, pastikan anda memberinya empat penghargaan. (Bob Ottaviani)

Tukang kritik adalah seseorang yang tidak pernah sungguh-sungguh berangkat ke medan perang, tetapi paling belakang muncul untuk menembaki mereka yang luka-luka. (Tyne Daly)

SEPULUH KESALAHAN MANAGER DAN BAGAIMANA MENGHINDARINYA

Ketimbang bertele-tele, kita langsung ke pokok persoalannya saja.
Berikut ini adalah 10 kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh manajer, serta bagaimana kita bisa menghindarinya.

10--Tidak mempercayai karyawan.

Jika anda terus-menerus tidak mempercayai karyawan, anda hanya benar sebanyak 3% saja. Namun jika anda selalu mempercayai karyawan anda, sampai terbukti bahwa anda keliru, maka anda menghabiskan waktu anda sebanyak 97% untuk melakukan hal yang benar. Maka mengapa kita tidak melakukan hal yang benar saja? Mempercayai karyawan akan memberikan hasil yang luar biasa positif bagi organisasi anda.

9--Menghabiskan terlalu banyak waktu di kantor.

Dalam sebuah seminar, saya bertanya pada para manager: berapa di antara anda yang tak mempunyai masalah? Tentu saja, tak ada yang mengangkat tangan.
Kemudian saya bertanya lagi: kepada siapa anda mencari jawaban? Jika anda menjawab: kepada customer dan karyawan, anda benar. Maka, mengapa anda lebih banyak menghabiskan waktu di kantor anda sendiri? Anda takkan mendapatkan jawaban apa-apa jika anda berdiam di kantor anda. Untuk mendapatkan jawaban atas persoalan, anda harus menghabiskan waktu setidaknya 66% untuk mempraktekkan management by walking around.

8--Memuaskan customer.

Jika anda berusaha memuaskan customer, anda akan segera terlempar dari bisnis anda. Mengapa? Karena hanya dengan melampaui harapan customerlah, customer akan mengingat anda dan perusahaan. Jika tidak, mereka akan melupakan anda dan tidak akan mempertimbangkan anda lagi. Mereka akan memilih produsen lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

7--Mencari-cari kesalahan karyawan.

Mungkin anda akan protes, bukankah ini adalah tugas manager? Memang benar, tapi jika anda berasal dari generasi tua manajemen, dan jika anda ingin merusak efektivitas anda sendiri. Alasannya: anda sebagai manajer semestinya tahu bahwa harapan-harapan anda baru akan tercapai dalam jangka waktu panjang. Jika anda ingin menyuntikkan energi tinggi dalam organisasi, semestinya anda memusatkan energi anda untuk memergoki karyawan melakukan
hal yang benar. Maka, anda melakukan manajemen dengan penghargaan, bukan dengan perkecualian.

6--Menghabiskan banyak waktu dengan si biang kerok.

Coba perhatikan agenda anda selama beberapa hari ini. Jika anda menghabiskan waktu dengan si biang kerok perusahaan lebih dari 5% waktu anda, maka anda menyia-nyiakan waktu anda sana. Anda mendapatkan apa yang anda perhatikan. Jika anda hanya memperhatikan si biang kerok, anda akan mendapatkan biang kerok. Jika anda menghendaki kinerja perusahaan yang tinggi dan positif, anda harus menghabiskan sebagian besar waktu anda dengan orang-orang yang mampu mewujudkan hal tersebut.

5--Tidak banyak melakukan pelatihan dan pengembangan SDM.

Riset mengatakan bahwa perusahaan yang berkinerja tinggi justru mengalokasikan investasi mereka sebanyak 3,5-5% untuk pengembangan sumber daya manusianya, melalui pendidikan dan pelatihan. Sebenarnya tidak ada hal yang ajaib dalam hal ini. Jika anda ingin perusahaan anda berjalan lebih baik, anda harus memiliki karyawan yang lebih baik pula.

4--Menumpuk-numpuk kekuasaan.

Jika anda ingin meningkatkan kekuasaan anda, anda justru harus menguasai seni membagi-bagikannya. Jika anda tidak berkenan membagikan kekuasaan, anda tidak memberi kesempatan orang lain untuk tumbuh dan berkembang. Artikel di Wall Street Journal tahun 1997, menunjukkan bahwa 30% karyawan merasa bahwa minat mereka diabaikan oleh manajer yang berkuasa mengambil keputusan yang mempengaruhi mereka. Angka ini melonjak dibanding tahun 1996, sebesar 25%.
Ingat-ingatlah selalu untuk menekan pengambilan keputusan hingga ke level yang paling bawah.

3--Downsizing.

Kebanyakan manajer menyukai downsizing, alias penciutan organisasi. Mengapa, karena tampaknya inilah cara paling cepat untuk menaikkan laba perusahaan.
Dengan demikian, manajer akan mendapatkan bonus lebih besar. Aha! Melakukan penciutan untuk mendapatkan bonus? Riset menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, perusahaan yang melakukan downsizing justru lebih tidak profitable.
Study selama tujuh tahun yang dilakukan oleh Universitas Colorado membuktikan bahwa perusahaan yang melakukan downsizing bisa melipat gandakan pendapatan selama 3 tahun. Tetapi, perusahaan sejenis yang tidak melakukan downsizing justru meng-empat lipat gandakan pendapatan mereka dalam periode yang sama.
Intinya: perusahaan anda meraih competitive advantage melalui orang, bukan dengan mengusir mereka dari organisasi.

2--Membuat kerja tampak berat.

Apakah anda suka bersenang-senang? Tentu saja! Jadi, mengapa banyak manajer yang menjadikan pekerjaan sedemikian berat dan menyakitkan untuk dikerjakan.
Lihat saja survey yang mengatakan bahwa 25% karyawan Amerika Serikat membenci pekerjaan mereka, 56% dengan terpaksa menerima pekerjaan mereka, dan hanya 19% yang mencintainya. Anda akan mencapai kinerja yang luar biasa melalui orang-orang yang biasa saja hanya dengan menjadikan pekerjaan tampak menyenangkan.

1--Memberi reward yang sama kepada setiap orang.

Kebodohan nomer satu yang dilakukan manajer adalah memberikan reward yang sama kepada setiap orang. Hal ini melanggar prinsip terutama dari manajemen: reward harus sesuai dengan kinerja. Jika anda melakukan prinsip ini, anda punya peluang untuk membentuk perusahaan sebagaimana yang anda inginkan.
Maka, lihat lagi bagaimana rewarding system anda, lalu pastikan bahwa anggota team yang paling positif, energetik dan berkinerja tinggilah yang mendapatkan reward dan penghargaan yang paling baik dan paling tulus, dibanding sang biang kerok perusahaan anda.

(Disadur dari: Wolf J. Rinke, PhD, CSP, Top 10 Stupidest Mistakes Managers Make and How to Avoid Them)

KEHIDUPAN ITU SEBENARNYA SEDERHANA

Kalau kita tanyakan pada mereka yang kita anggap berhasil dalam hidupnya:
bagaimana mereka merencanakan semua keberhasilan itu?
Hampir dapat dipastikan mereka akan menjawab: tidak tahu.
Sebagian besar malah mengatakan bahwa mereka sama sekali tak membayangkan hasil seperti ini. Sebuah jawaban yang jujur. Justru jika bukan itu jawabannya, kita boleh sedikit mengerutkan dahi tanda bertanya-tanya.

Kenyataannya, kita tak selalu bisa merancang hidup dalam sebuah cetak biru, serumit atau seteliti apa pun itu. Yang menyenangkan dalam hidup adalah seringkali hidup berjalan begitu sederhana, namun teramat kuat dan mendalam. Percayalah, kita tidak berjalan di atas rencana-rencana. Hidup mengalir di atas tindakan-tindakan kita. Jika anda menjajakan kue sepanjang jalan kota, anda akan mendapatkan penghasilan yang anda cari-cari. Itulah wajah kehidupan: sederhana!

PERMOHONAN

Suatu saat, Dewa Vishnu menampakkan dirinya di hadapan seorang penyembahnya yang begitu tekun berdoa kepadanya. Ia berkata, "Sudah kuputuskan, aku akan mengabulkan tiga hal yang kau minta, apa pun itu. Setelah itu, tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi."

Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan yang pertama. Ia meminta agar istrinya mati sehingga ia bisa menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. Permohonan itu dikabulkan dengan segera,

Di saat pemakaman, teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul dan mengenang berbagai kebaikan istrinya. Orang ini lalu sadar bahwa ia telah bertindak terlampau gegabah. Kini ia terbuka mata hatinya, betapa ia mengabaikan segala kebaikan istrinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik istrinya? Maka ia pun memohon kepada dewa Vishnu agar menghidupkan istrinya kembali. Permohonannya ini dikabulkan dengan segera.

Kini permohonannya tinggal satu. Ia bermaksud tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Kalau ia meminta sesuatu yang keliru, maka ia tidak akan sempat memperbaikinya. Ia bertanya kemana-mana. Beberapa temannya menasehati agar ia diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup, balas teman yang lain, kalau badan tidak sehat? Dan, apa gunanya sehat kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang kalau tidak punya sehabat.
Dan seterusnya.

Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga memutuskan apa yang akan dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan berkata kepada dewa Vishnu, "Dewa, aku mohon dewa berkenan memberi nasehat, apa yang sepantasnya aku minta."

Melihat kebingungan orang itu, Dewa Vishnu tertawa dan berkata, "Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu."

(Disadur dari: Anthony De Mello, The Song of Bird)

TEMUKAN WAKTU KOSONG DI TENGAH KEPADATAN

Tahukah anda bahwa selalu ada ruang kosong dalam waktu kita.
Ditengah-tengah kepadatan kerja yang tinggi, waktu kosong sangat berharga untuk menyeimbangkan diri. Kita bisa dapati waktu kosong itu di saat kita menunggu di dalam lift, di deret pengantrian, di kamar kecil, di lampu merah, atau di mana pun kita berada. Kita bisa gunakan kesejenakan itu untuk menarik nafas teratur, menenangkan pikiran, atau menjernihkan perasaan.

Sayang seringkali kita membiarkannya dipenuhi hal-hal yang sebenarnya tak bisa kita atasi di waktu itu. Ketika dalam lift kita ingin buru-buru sampai, padahal kita tak bisa mempercepat lajunya. Ketika di antrian, kita ingin cepat-cepat mendahului, padahal kita tak bisa memajukannya. Kita tak mau menerima ketenangan yang ditawarkan oleh waktu kosong. Bila demikian, maka jangan katakan bahwa kita tak mempunyai waktu yang tenang dalam hidup kita, karena kita sendiri mengabaikannya begitu saja.

Sunday, October 28, 2007

SANG RAJA YANG BAHAGIA

Alkisah hiduplah seorang raja yang memiliki lonceng perak yang digantung dipuncak menara tinggi istananya. Lonceng itu dipasang semenjak ia menduduki tahta kerajaan. Sang raja bertitah bahwa ia akan membunyikan lonceng itu setiap kali ia merasa bahagia. Dengan demikian seluruh rakyatnya tahu tentang kebahagiaan itu.

Setiap hari seluruh rakyat memasang telinga menunggu kalau-kalau lonceng perak itu berbunyi. Tetapi lonceng itu tidak kunjung berbunyi. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Dan bulan berganti tahun. Akan tetapi lonceng itu tidak jua berbunyi. Ini menunjukkan bahwa berita kebahagiaan sang raja belum pernah terdengar.

Raja itu semakin tua dan rambutnya memutih. Akhirnya ia jatuh sakit dant inggal menunggu saat ajalnya tiba. Mendengar berita yang menyedihkan ini, berbondong-bondong rakyatnya datang menjenguk dan menangisinya.

Melihat hal ini, sang raja baru tersadarkan bahwa ternyata selama ini ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Tak kuasa ia menahan titik air mata. Ia tersenyum. Baru kali itulah ia merasa bahagia. Akhirnya, tepat sebelum nyawanya dicabut dari raga, dengan tertatih-tatih ia mengulurkan tangan menarik tali untuk membunyikan lonceng perak itu. Maka seluruh rakyat pun tahu, sang raja wafat dalam keadaan bahagia.

Pojok Renungan Editor: Bila kita mengabaikan cinta yang diberikan oleh orang lain, kita pun mengabaikan kebahagiaan yang diberikan oleh orang lain.

(Disadur dari: Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secrets Of Happiness)

DISERANG EX-ATASAN

Tanya: Dear Friends. Saya bekerja sudah 5 tahun sebagai administrator tanpa berganti atasan. Awal tahun lalu saya dan atasan dipanggil Kepala Divisi, dan diberitahu bahwa kami berdua akan menduduki jabatan baru di salah satu anak perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi. Dalam skema organisasi yang baru, saya dan atasan berada dalam posisi berbeda dengan jabatan masing-masing, tapi saya tetap diharapkan membantu atasan dalam penyelesaian tugas-tugasnya disela-sela kesibukan saya untuk jabatan baru tersebut. Akhir cerita setelah di anak perusahaan saya mendapat promosi untuk suatu jabatan lain dan berposisi di luar Jakarta. Hal ini menyebabkan saya agak lambat dalam jika ex-atasan saya minta bantuan.

Saat ini ex-atasan saya tiba-tiba sering menuding saya sombong, makan teman, kacang lupa kulitnya, lupa jasa-jasa beliau dan gila jabatan. Saya berusaha menerangkan kalau saya tidak berubah, keterlambatan saya dikarenakan saat ini saya memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda dan harus menjadi prioritas sebelum saya membantu tugas beliau.

Sampai detik ini beliau belum pernah berubah sedikitpun. Dia masih menggap saya adalah bawahannya, hal ini pernah dilontarkan ke saya secara langsung dan saya jawab, secara struktural beliau adalah direktur dan saya hanya membantu tugas dia untuk hal-hal tertentu. Saya coba ingatkan dia kalau sekarang kita dalam tempat yang baru, dengan struktur dan kebijakan yang berbeda dengan pusat tempat dimana sebelumnya kami bertugas.

Terakhir, hari ini dia menyerang saya lagi dengan mengatakan saya berdukun untuk memperoleh karir saya. Ingin rasanya mengikuti hawa nafsu saya untuk melakukan serangan balik karena selama karir saya di bawah dia, tidak sekalipun saya memperoleh kompensasi yang layak atas kesetiaan dan kepatuhan saya, bahkan hingga saat-saat terakhir saya menjadi bawahannya, padahal tuntutan pekerjaan saya telah jauh melebihi standar job desc yang seharusnya untuk seorang administrator. Tapi, jika saya layani mampukah saya menyakiti hati ex-atasan yang saya tahu persis sangat perasa dan sensitif, saya yakin dia akan sakit hati dan kemudian sakit fisik jika saya melakukan serangan balik. Beliau seorang wanita berumur dan mudah sakit jika mengalami serangan stres.

Dear Rekan, demikian gosip saya. Saya berharap dapat masukan mengenai langkah apa yang harus saya lakukan. Terus terang saat ini dia sangat menggangu konsentrasi saya dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Saya sudah coba share dengan beberapa teman dan jawabannya adalah, ex-atasan saya merasa kehilangan orang yang mampu membackup dia dalam pelaksanaan tugas. Tapi apakah salah kalau saya memiliki nasib baik dan berpeluang untuk berkarir?(IW)

Jawab: Mas IW, selamat datang di babak baru dalam kehidupan karier anda. Kalau selama ini mungkin anda menikmati hubungan kerja yang harmonis dan baik-baik saja, nah sekaranglah waktunya untuk mengalami sesuatu yang berbeda. Itu namanya dinamika. Semakin anda duduk di tempat yang lebih tinggi, maka semakin kencang angin menerpa, dan semakin kesepian anda disana. Tapi jangan kuatir, di balik semua itu ada pelajaran besar yang sangat menempa mental anda sebagai pemimpin. Dan, ini adalah sesuatu yang harus anda lalui sebagai konsekuensi dari kedudukan yang anda raih sekarang ini.

Soal fitnah dan isu yang tidak benar, sebaiknya anda hadapi dengan tegar. Tak perlu bersusah payah membantah. Itu tidak perlu. Lambat laun orang akan tahu mana yang benar dan tidak. Lupakan saja pikiran negatif untuk melakukan"serangan balik". Itu hanya akan memperburuk keadaan. Juga tidak baik dilihat oleh rekan-rekan kerja anda, terutama atasan. Sadarilah, bahwa promosi jabatan yang anda terima sebenarnya merupakan buah dari suatu kebaikan yang anda tunjukkan selama ini. Jangan nodai kepercayaan perusahaan hanya karena persoalan dengan ex-atasan. Masih banyak jalan keluar untuk menangani hal ini.

Coba anda renungkan mengapa perusahaan tetap meminta anda membantu ex-atasan, meski anda sendiri telah ditempatkan di posisi yang berbeda? Bukankah perusahaan pasti menginginkan anda bisa bertanggung jawab penuh pada pekerjaan baru? Itu berarti perusahaan cukup tahu situasi ex-atasan anda. Perusahaan tahu bahwa ex-atasan anda sangat membutuhkan anda. Karena anda adalah orang yang paham benar akan pekerjaan yang harus ditangani dan pribadi atasan anda. Tugas anda kini adalah menunjukkan bahwa anda memang benar-benar memahami ex-atasan anda. Anda paham bahwa ex-atasan anda sangat perlu dibantu, namun di saat yang sama anda juga mempunyai tugas sendiri yang harus diselesaikan. Jalan keluarnya adalah anda harus mendidik seorang staff untuk menggantikan anda menyelesaikan tugas-tugas ex-atasan. Anda harus mentransplantasi ketrampilan anda pada orang lain. Tentu tidak salah jika anda memiliki karier yang baik, namun alangkah indahnya jika anda juga membantu ex-atasan memperoleh karier yang baik pula; yaitu dengan menyiapkan pengganti yang setara kemampuannya dengan anda.

Bicarakan hal ini pada manajemen. Minta waktu untuk mendidik seseorang menggantikan anda. Dengan demikian anda dapat dianggap cukup bertanggungjawab dalam meninggalkan posisi anda yang lama. Bila anda mampu melakukannya dengan baik, kami percaya hubungan anda dengan ex-atasan juga akan membaik. Kesuksesan anda juga berkat upaya ex-atasan khan? Jadi, sudah waktunya kini anda menunjukkan "balas budi" anda. Namun, tentu dengan "style". Mudah-mudahan ini cukup simple dan bisa diterima. Kalau ada yang kurang berkenan, mohon maaf. Selamat mendidik orang lain dan diri anda sendiri.

KEPERCAYAAN DIIKAT DENGAN KEPERCAYAAN

Andaikan tak ada kertas, tinta, dan pena. Bagaimana kita bisa mengikrarkan sebuah kesepakatan dengan orang lain? Barangkali dengan saling berjabatan tangan, bersulang, atau tukar-menukar pipa. Cukuplah itu untuk menyatakan bahwa kita percaya satu sama lain dan tak ada niat untuk mencederai janji.

Namun, ketika kita menemukan kertas, tinta, dan pena, segala sesuatunya jadi tampak rumit. Semua kemungkinan seolah harus dinyatakan dalam huruf dan tulisan. Kepercayaan pun sedikit tergeserkan. Kekhawatiran mencuat melindungi kepentingan. Itu tak apa. Kita memang hidup di dunia yang tak selalu terduga. Tetapi, ada baiknya kita sadari, kepercayaan tak bisa dijamin dengan hanya berlembar-lembar kertas perjanjian. Kepercayaan berbenihkan kepercayaan, tumbuh dalam waktu, dan disemai dengan kebersamaan. Bila demikian adanya, maka jabat tangan akan lebih bermakna ketimbang seribukata-kata.

ABAIKAN DIRI ANDA SENDIRI

Alexander The Great, atau yang dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal dengan kepemimpinannya. Berikut adalah salah satu cerita mengenai kepemimpinannya.

Suatu waktu Alexander The Great memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering. Setelah hampir dua minggu berjalan, ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat.

Pada siang yang terik, dua orang pasukannya datang menemui Alexander dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu kering dan hanya ada sedikit air yang tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Melihat hal ini, Alexander membuang air itu ke gurun pasir.

Sang Raja berkata, "Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum di saat banyak orang sedang kehausan!"

Demikianlah kepemimpinan itu. Anda tidak bisa memperlakukan orang-orang andahanya sebagai alat untuk mencapai tujuan anda. Anda harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri anda dengan sama-sama merasakan apa yang orang-orang anda rasakan.

(Disadur dari: Neil Eskelin, Abandon Yourself!)

TIPS MENEMUI ATASAN YANG SELALU SANGAT SIBUK

Yang namanya atasan itu memang selalu sibuk. Jadi anda harus maklum. Mereka bekerja mulai pagi hari, sebelum anda bangun, sampai larut malam ketika kebanyakan orang telah terlelap tidur. Ruang kerja mereka bukan hanya dikantor, melainkan juga di lapangan golf, ruang karaoke bahkan di atas pesawat. Karena itu tidak mudah bagi anda untuk meminta sedikit waktu mereka.

Kalau toh atasan anda sedang berada di kantor, mungkin jadwalnya telah padat untuk rapat ini, inspeksi itu atau presentasi macam-macam. Bagi atasan,waktu sangatlah berharga. Untuk menemui atasan yang sangat sibuk seperti itu anda harus memutar otak agar tidak menyia-nyiakan waktu beliau.
Berikut beberapa tips menemui atasan yang selalu sibuk. Semoga berhasil.

1--Persiapan, persiapan dan persiapan.

Apa pun hal yang akan dibicarakan, langkah awal terbaik adalah persiapan. Sekali lagi, persiapkan diri anda sebaik-baiknya. Pelajari semua bahan yang diperlukan. Baca naskah dengan teliti. Rumuskan pendapat anda tentang haltersebut. Susun dokumen yang dibutuhkan dan urutkan dengan rapi. Antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

2--Tulis point-point yang ingin anda sampaikan.

Siapkan point-point bahan pertemuan anda secara tertulis. Gunakan ini sebagai penuntun agar pertemuan anda berjalan cepat dan teratur. Selain itu, atasan mungkin akan sangat menghargai anda karena tidak membuang-buang waktunya. Bila perlu sampaikan point-point tertulis itu pada beliau.

3--Usahakan datang dengan pemecahan, bukan masalah.

Bila anda datang dengan masalah, usahakan anda juga datang dengan pemecahan. Namun jangan anggap semua masalah anda juga menjadi masalah atasan anda. Mungkin atasan anda tidak melihat itu sebagai masalah beliau, karena memang anda dibayar untuk memecahkan masalah anda. Bahkan bila perlu, anda bisa mengesankan atasan anda dengan menawarkan pemecahan bagi masalah beliau.

4--Bila benar-benar bermasalah, pastikan anda keluar dengan jawaban.

Tetapi, bila anda benar-benar harus datang dengan masalah, maka pastikan anda keluar dari ruangan atasan anda dengan mendapatkan jawaban yang tegas. Untuk itu, persiapkan pertanyaan atau hal-hal yang memerlukan keputusan atasan. Anda bisa membantu atasan dengan menyiapkan berbagai alternatif jawaban.

5--Siapkan agenda yang jelas.

Jika anda telah siap dengan berbagai bahan yang dibicarakan, maka susun agenda pertemuan. Pastikan juga anda melibatkan rekan kerja yang dianggap perlu hadir. Kemudian bicarakan hal itu dengan sekretaris atasan. Mungkin jadwal yang tersedia bagi anda dengan atasan tidak mudah diduga, karena ituatur waktu anda sendiri sebaik-baiknya.

6--Jalin hubungan kerja yang baik dengan sekretaris atasan.

Yang dimaksud hubungan kerja yang baik bukanlah dengan menraktir makan siang. Tetapi bagaimana anda dan sekretaris atasan bekerja sama untuk mencari cara yang terbaik agar pertemuan anda dengan atasan berlangsung secara produktif dan bermanfaat. Anda perlu menyampaikan point-point penting pada sekretaris atasan. Bagaimana pun, sekretaris adalah orang yang paling tahu perihal atasan anda. Yakinkan bahwa anda akan membicarakan perihal yang penting dan berharga.

7--Datang tepat waktu dan gunakan waktu setepatnya.

Bila saatnya tiba, datanglah tepat waktu. Sebaiknya anda datang lima menit sebelum waktu yang ditentukan. Terlambat beberapa menit dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan itu. Lebih buruk mungkin atasan akan menganggap andatidak menganggap penting masalah anda, lantas bagaimana beliau bisa menganggapnya penting juga.

8--Buat notulen atas pertemuan itu.

Selama pertemuan, catat semua hasil pembicaraan. Anda bisa meminta tolong pada sekretaris atasan, atau lebih baik anda lakukan sendiri. Buat notulen tertulis. Kemudian baca di hadapan atasan. Pastikan bahwa tidak terjadi kesalahpahaman antara atasan dan anda mengenai masalah ini. Setelah usai, segera kembali ke kantor anda dan siapkan hasil pertemuan itu secara tertulis, lalu serahkan pada atasan. Bila terjadi kekurang sepahaman anda masih punya waktu untuk mengkoreksinya.

TIDAK MAU MENGALAH

Seorang anak lelaki disuruh ayahnya pergi ke kota untuk membeli tepung roti. Anak lelaki itu segera berangkat berjalan kaki. Jarak antara desa tempat tinggalnya dan kota cukup jauh juga. Di perjalanan ia harus melewati sebuah jembatan kecil.

Kini ia tiba di ujung jembatan kecil itu. Di seberang jalan ia melihat seorang anak lelaki lain yang berjalan ke arahnya. Mereka berdua sama-sama berjalan di jalur yang sama. Hingga tepat di tengah-tengah jembatan itu mereka saling berhadap-hadapan. Keduanya berhenti dan berpandangan. Anak lelaki itu berpikir, "Wah, kurang ajar sekali anak ini. Dia tidak mau mengalah dan memberikan jalan padaku.

"Di saat yang sama, anak lelaki lain itu berpikiran hal yang sama,"Seharusnya dia yang mengalah dan memberikan jalan padaku.

"Lama keduanya saling berdiri di tengah jembatan tanpa ada satu pun yang mau mengalah dan memberikan jalan. Keduanya sama-sama berpikir bahwa "Aku harus berteguh hati dan kuat pendirian." Keduanya saling berpandangan tanpa ada satupun yang berbicara atau bergerak.

Siang pun tiba. Di rumah, ayah dari anak lelaki yang hendak pergi ke kota itu mulai cemas memikirkan mengapa anaknya belum juga kembali. Sang ayah lalu bergegas menyusul anaknya ke kota. Hingga akhirnya ia sampai dijembatan dan melihat ke dua anak lelaki itu saling berdiam dan berhadap-hadapan. Sang ayah berteriak pada anak lelakinya, "Wahai anakku, mengapa engkau berdiri di situ?

"Anak lelakinya menjawab, "Anak lelaki ini menghalangi jalanku. Ia sama sekali tidak mau mengalah. Bagaimana aku bisa berjalan jika ia menutup jalanku?"

Sang ayah mulai kesal. Ia lalu berkata pada anaknya, "Sudahlah anakku, sebaiknya kau minggir dan segera pergi ke kota untuk membeli tepung. Biar ayahmu ini yang berdiri di sini menggantikanmu dan tidak memberikan jalan pada anak lelaki yang tidak tahu diri ini!"

Smiley...! Teguh hati memang boleh. Sesekali mengalah demi tercapainya tujuan bukanlah hal yang tercela. Tetapi bukan berarti lalu kita harus menjadi tembok bagi tercapainya tujuan orang lain bukan?

(Disadur dari: Chinese Wisdom)

PAKAIAN KEBESARAN DAN TIDUR NYENYAK ANDA

Jika anda adalah seorang pejabat tinggi, wajarlah jika anda mengenakan busana kebesaran, yang mungkin terbuat dari bahan terbaik, terjahit rapi tanpa kerutan, dan bertaburkan bintang-bintang tanda jasa. Anda tak perlu merasa bersalah dengan kehormatan-kehormatan semacam itu. Toh orang-orang disekitar anda pun takkan segan-segan menyediakannya untuk anda. Bukankah, seseorang yang terhormat layak mendapat perlakuan yang terhormat pula.

Yang perlu anda sadari sebenarnya sederhana saja. Ketika anda berangkat tidur, mau tak mau anda harus melepaskan semua itu. Tidur anda takkan bisa nyenyak dalam kungkungan pakaian kebesaran yang kaku, berat dan berlapis-lapis. Ini sama halnya dengan, anda takkan bisa menemukan ketenangan batin selama anda masih menggenggam pikiran-pikiran mengenai kedudukan anda. Pada saatnya, anda harus melepaskan dan membiarkan anda menemukan diri anda sendiri yang paling bersahaja.

MANAJEMEN ETIKA

Vincent, seorang Kepala Pemasaran sebuah perusahaan "hitech" dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, sedang mencari seorang "Sales Representative"yang unggul dan handal. Dari sekian puluh lamaran dan setelah melakukan serangkaian wawancara, ia menemukan seorang yang dianggap paling tepat ditinjau dari berbagai sisi. Namanya Victor.

Vincent hampir memutuskan untuk menerima Victor (sambil menunggu beberapa kontak telepon untuk mengecek beberapa referensi tentang Victor) ketikaVictor tersenyum, meraih tas kantornya dan mengeluarkan amplop. Dari dalam amplop itu Victor mengeluarkan sebuah disk komputer, dan memegangnya dengan hati-hati bak batu mulia berharga sangat mahal.

"Dapatkan anda menebak apa isi disk ini?" tanya Victor.

Vincent menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.

Dengan tetap tersenyum, Victor mendengus untuk meyakinkan dirinya, kemudian menjelaskan betapa disk itu berisi informasi rahasia tentang persaingan perusahaan Vincent, yakni perusahaan tempat Victor bekerja sebelumnya. Didalamnya tersimpan data tentang profil para pelanggan dan data biaya penawaran dalam tender kontrak peralatan militer dimana perusahaan Vincent pun ikut pula dalam tender tersebut.

Setelah wawancara selesai, Victor berjanji apabila ia diterima menjadi"Sales Representative", maka disk itu dan beberapa disk serupa lainnya akan ia berikan pada Vincent.

Kepala Pemasaran itu kini berada di tengah dua kutub. Satu kutub berisi pertanyaan, bagaimana bisa ada orang yang berperilaku dan mampu berbuat seperti itu. Kutub lainnya berisi kebimbangan, bila ia menerima orang ituberarti ia mendapatkan sesuatu yang setara dengan tambang emas saja.

Ini perang batin antara soal etika dan laba. Silakan anda membantu Vincent mengambil keputusan.

Pojok Renungan Editor:
Dalam berbagai skala, mulai dari yang ringan sampai ekstrim, kita menjumpai hal-hal semacam ini. Mungkin kita menemukan selembar uang di jalan, atau segebok uang salah transfer dalam rekening bank kita. Semuanya bisa jadi menimbulkan perang batin yang hanya kita sendiri yang mampu memecahkannya.
Contoh soal di atas mungkin dengan mudah dipecahkan, karena itu hanyalah sebuah contoh soal. Jauh lebih penting adalah bagaimana sikap kita jika benar-benar menghadapinya. (10042002)

(Disadur dari: Erry Riyana Hardjapamekas, Esensi Kepemimpinan)