Pages

Friday, September 21, 2007

KARYAWAN BERMASALAH

Konsultasi Alternatif:
KARYAWAN BERMASALAH

Tanya: Saya memiliki seorang staff yang akhir-akhir ini menimbulkan masalah. Laporannya selalu terlambat. Kurang disiplin. Sering absen. Suka mengabaikan aturan yang sudah disepakati. Bahkan, hubungan dengan kepala seksinya agak sengit. Sebenarnya ingin sekali saya menegurnya tapi khawatir juga kalau-kalau ia semakin ngambek atau malah pindah kerja. Maklum, ia adalah karyawan spesialis terbaik di bidangnya. Apa yang bisa saya lakukan?

Jawab: Tidak bisa tidak, anda harus segera menangani masalah tersebut. Bila anda menunda-nunda untuk menyelesaikannya, bisa jadi staff bermasalah atau rekan-rekan lain akan menilai anda mau menerima perilaku negatif yang ditunjukkannya. Ini sungguh tidak efektif, malah mengundang hal-hal yang lebih buruk lagi. Maka anda harus panggil ia dan bicarakan hal-hal apa yang tidak anda setujui. Tunjukkan perilaku apa yang anda harapkan darinya. Bila ia dapat memahami maksud anda, maka mintalah komitmen bahwa ia akan berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi kesepakatan bersama.

Namun, yang terpenting dalam pembicaraan anda dengan staff bermasalah tersebut adalah kesediaan anda untuk mau menggali dan mendengarkan latar belakang masalahnya. Seringkali masalah karyawan hanyalah gejala dari masalah lain yang mendasar namun tidak terlihat. Jangan berhenti pada masalah-masalah yang tampak di permukaan, karena bisa jadi ada masalah lain yang lebih besar. Bukalah pikiran, persepsi dan hati anda untuk mau menerima setiap keluhan, kritik bahkan protes dari staff anda. Dalam hal ini, anda juga harus menunjukkan komitmen untuk melakukan perbaikan bila apa yang disampaikan staff anda ternyata benar.

Meski kita dituntut untuk selalu efektif, namun dalam hal mengatasi karyawan yang bermasalah, waktu bukanlah faktor yang harus dibatasi dengan ketat. Diperlukan kesabaran dan kehati-hatian. Barangkali staff anda sulit mengutarakan persoalannya sehingga perlu "pemanasan" suasana dari hati kehati. Sebaiknya tidak segera memutuskan pembicaraan hingga seluruh gambaran tampak dengan jelas. Bisa jadi keterbukaan itu muncul pada detik-detik terakhir anda merasa kelelahan. (03042002)

CORETAN KANVAS PERJALANAN KITA

Seorang penyair berlayar. Ia mendarat membawa berlembar-lembar puisi yang bercerita tentang perjalanannya. Seorang pelukis mendaki gunung. Ia turun membawa bergulung-gulung kanvas bercoretkan pemandangannya. Seorang penyanyi berkeliling negeri. Ia pulang membawa senandung nada bernyanyikan pemahamannya. Memang demikian adanya. Seseorang pergi, lalu kembali dengan cerita tentang perjalanan, pengalaman, dan tentu saja pemahamannya. Bila bukan untuk mengalami, untuk apa seseorang melakukan perjalanan. Bila bukan untuk memahami, untuk apa seseorang mencerap pengalaman.

Lagu pemahaman selalu berkomposisikan keburukan dan keindahan. Lukisan pengalaman selalu berwarna terang dan gelap. Sedangkan puisi perjalanan selalu berbaitkan kesenangan dan kesedihan. Bukankah itu pula yang kelak dibawa, sekembalinya kita dari perjalanan di muka bumi ini?

Thursday, September 20, 2007

BILA ORANG LAIN TAHU ANDA MELAKUKAN KESALAHAN

Suatu saat, pasti kita akan melakukan kesalahan, dan orang lain akanmenyalahkan kita. Pasti pula kita akan merasa malu, cemas, dan kesal. Namun,yang terjadi tak mungkin kembali. Kita harus mengatasi situasi yang tak mengenakkan itu.
Dan, salah satu cara cepat untuk menghadapi tudingan dariorang lain adalah dengan membalik tudingan mereka. Kalau mereka berkata,"anda keliru", kita pun menjawab, "anda juga begitu." Kesalahan dibalas dengan kesalahan.
Kehilangan muka dilawan dengan mempermalukan orang lain.Ah, betapa menggodanya balas-membalas seperti ini. Sayangnya, itu takkan mempertemukan kita pada jalan perbaikan, selain hanya menegangkan urat leher tanpa guna. Bila kita menghabiskan tenaga untuk berpikir keras mencari-cari kesalahan orang lain demi mengobati rasa malu kita, mengapa tak kita gunakan energi yang sama untuk mencari sebuah pemecahan? Malu semestinya dijawab dengan sikap bertanggung jawab. Tuduhan bukan dibalik dengan tuduhan yang hanya akan mengerdilkan arti kematangan pribadi. Bukankah dalam hati yang dalam,kita sadar dan tahu bahwa sebuah kekeliruan hanya patut dibalas denganperbaikan.

BILA ORANG LAIN TAHU ANDA MELAKUKAN KESALAHAN

Suatu saat, pasti kita akan melakukan kesalahan, dan orang lain akanmenyalahkan kita. Pasti pula kita akan merasa malu, cemas, dan kesal. Namun,yang terjadi tak mungkin kembali. Kita harus mengatasi situasi yang tak mengenakkan itu.

Dan, salah satu cara cepat untuk menghadapi tudingan dariorang lain adalah dengan membalik tudingan mereka. Kalau mereka berkata,"anda keliru", kita pun menjawab, "anda juga begitu." Kesalahan dibalas dengan kesalahan.

Kehilangan muka dilawan dengan mempermalukan orang lain.Ah, betapa menggodanya balas-membalas seperti ini. Sayangnya, itu takkan mempertemukan kita pada jalan perbaikan, selain hanya menegangkan urat leher tanpa guna. Bila kita menghabiskan tenaga untuk berpikir keras mencari-cari kesalahan orang lain demi mengobati rasa malu kita, mengapa tak kita gunakan energi yang sama untuk mencari sebuah pemecahan? Malu semestinya dijawab dengan sikap bertanggung jawab. Tuduhan bukan dibalik dengan tuduhan yang hanya akan mengerdilkan arti kematangan pribadi. Bukankah dalam hati yang dalam,kita sadar dan tahu bahwa sebuah kekeliruan hanya patut dibalas denganperbaikan.

E + R = O

Dalam hidup dan kehidupan, banyak terjadi berbagai hal baik yg sesuai atau tidak sesuai dng harapan kita, maka hasil yg kita dapatkan adalah kumulasi dari event atau kejadian yg terjadi, ditambah dengan response atau reaksi yg kita berikan, menghasilkan outcome atau hasil yg kita hadapi kemudian.
Rumusan sederhananya adalah : E + R = O (Event + Response = Outcome).
Inilah hal yang ditulis oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle.
Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari kemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari.

Misalnya saja, terjadi suatu kejadian dalam kehidupan kita.
Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut daripada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda.
Misalnya saja, dalam suatu perjalanan, anda berangkat lebih pagi ke airport agar tidak terlambat naik pesawat.
Tak disangka, pesawat anda justru delay 3 jam!
Bebrapa penumpang mulai marah–marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut.
Setelah merasa gelisah selama 15 menit, anda pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa anda lakukan untuk mengubah jadwal delay tersebut.
Maka anda mulai membaca sebuah buku yang belum anda selesaikan.
Usai membaca, ternyata pesawat anda delay lagi 2 jam!
Maka segera saja anda keluarkan laptop yang anda bawa untuk menyelesaikan sebuah presentasi seminar yang belum sempurna misalnya.
Ketika anda sedang mengerjakan presentasi tersebut, seorang bapak menegur anda.
Beliau menanyakan presentasi apa yang sedang anda kerjakan dan apa pekerjaan anda.
Maka andapun bercerita tentang bisnis dan kegiatan anda serta topik–topik seputar bisnis.
Tak disangka, ternyata bapak tersebut menawarkan kesempatan bagi anda untuk berbicara di perusahaannya. Demikianlah, suatu delay pesawat yang menyebalkan bagi anda berubah menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan.
Dari sini anda bisa melihat, anda bisa memilih reaksi apa yang akan anda munculkan.
Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tida ada juga yang anda peroleh. Tapi bila anda bisa mengubah reaksi anda, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya, anda pasti juga akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian tersebut.
Pandai-pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi suatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian tersebut.
Tapi anda bisa juga melakukan change dan mendapatkan hasil yang luar biasa dari kejadian yang tampaknya buruk sekalipun.

Surat Dari Tuhan

(penerbangan gratis - Al Jenazah Airlines layanan 24 jam penuh)
Mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

Tentunya kita pernah mengalami satu penerbangan baik domestik atau international,
namun penerbangan kali lain........ pingin tahu, mari kita kupas bersama....

Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini menuju ke alam peraduan, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.

Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi 'Laailaahaillallah'
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.

Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Changi internatoonal,
Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang tunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa.
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.

Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.


Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Hanya ingat!!!.... Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan'.
dan tidak boleh protes !!!... Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan....

Saat penerbangan anda berangkat......tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah,
atau ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun....
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
Mati dan dikubur .................

Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur...tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini.....sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

SATU MENIT

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke Masjid untuk disumbangkan;
tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit
Namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya a pabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra
Namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an
Tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser
Namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata,
Namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu
Namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an;
Namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran
Namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya
Namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang adzan menggema.

Monday, February 12, 2007

Merangkul Kesedihan, Cinta melahirkan keajaiban

Setiap manusia dilahirkan dengan sebuah kelengkapan perasaan, ada suka ada duka, ada sakit ada kenikmatan, ada kecintaan ada kepedihan, ada manis ada pahit, ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Mereka datang sebagai saudara kembar, yang silih berganti menjenguk kita, menemani kita dan membesarkan diri dan jiwa kita.

Cinta melahirkan keajaiban, cinta menciptakan pesawat terbang, menemukan benua Amerika, membuat komputer dan internet, serta mati di atas kayu salib. Cinta melahirkan kebesaran dan keagungan. Cinta yang agung salalu menyentuh kita dan menitikkan air mata haru.

Kita harus belajar menikmati kesedihan kita. Kegagalan adalah saudara kembar kesuksesan, tak ada arti tawa bila tangis tidak kita lalui. Lihatlah betapa dekat mereka. Orang yang sangat berbahagia akan menangis dan orang yang sangat sedihpun tertawa hambar. Hidup penuh dengan semua hal itu dan terjadi pada semua orang. Presiden ataupun tukang becak akan sama bahagia dan sedihnya menghadapi keagungan kehidupan ini.

Ketika kita sudah mulai dapat menikmati kesendirian kita tanpa kesepian, merangkul kesedihan kita tanpa menyalahkan, maka secara perlahan kita mampu mengupas duka kita sehelai demi sehelai dan menjadikannya rasa syukur dan suka cita.

Ketika kita mengejar sukses dan kebahagiaan, kita akan terperangkap dan terjebak pada hutan liar, kupu-kupu hanya akan datang sendiri saat kita diam dan termenung menikmati kesedihan kita. Karena ketika ketenangan menjenguk kita, semua akan terlihat lebih terang, tanpa perlu menyilaukan.

Kegelapan dapat menyembunyikan meja, kursi, pohon, batu, gunung, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan cinta. Nikmatilah apapun yang datang dan menjenguk anda. Arti terbesar hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan hidup ini sendiri. Tidak ada tujuan akhir, yang ada hanyalah sebuah perjalanan panjang yang harus kita nikmati.

Satu hal yang mutlak harus terpatri di hati kita : Tidak ada kebencian, tidak ada penyesalan, tidak ada pengurbanan, yang ada hanyalah rasa syukur yang dalam dan cinta tanpa batas waktu.

Mengetahui dan Melakukan

Satu hal yang menunjukkan beda orang sukses dan belum sukses. !!!!!

Apa itu ? Penasaran dan pingin tahu. bayar dulu dong ...... hee.. hii....... (dlm hidup ini tidak ada yang gratis, coba lihat dari makan di MD, KFC semuanya kena pajak .... belanja......, parkir;.., bahkan sampai buang air besar kecil tidak lepas dari pungutan kencleng kebersihan, lama-lama bernafas juga harus bayar..... jangan salah pemakaman umum di cikutra 2x1 juga kena pajak booo..................

Perbedaan tersebut adalah bagi orang-orang yang belum sukses ini selalu berkata ;"Saya tahu bahwa saya harus mengerjakan sesuatu. Tapi........"
Hal ini menunjukkan bahwa dia tahu, bahwa dia harus bertindak, tapi tidak melakukan apa-apa. Ini yang penting, bahwa knowing dan doing adalah sesuatu yang berbeda sekali.
Banyak orang yang belum sukses dan berkata, "Saya sudah tahu cerita itu atau Saya sudah mengerti akan hal itu". Tapi kemudian pertanyaan berikutnya adalah apakah anda sudah melakukannya?
Kalau tidak, maka percuma. Segala pengetahuan yang anda miliki tidak akan bisa berguna dan tidak bermanfaat kecuali bila anda memanfaatkannya .

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle mengatakan, "Do Your Own Push Up!"
Kurang lebih artinya adalah anda tidak bisa menggaji atau membayar orang lain untuk melakukan hal-hal tertentu yang benefitnya akan anda rasakan sendiri.
Ibaratnya bila anda ingin berbody binaragawan seperti ade ray, anda tidak bisa menyuruh orang lain untuk melakukan push up bagi anda, tapi anda sendirilah yang harus berlatih dengan tekun.

Demikian pula dalam usaha/pekerjaan/bisnis/dagang, dll. Bila anda telah mengetahui bahwa anda harus bekerja dengan tekun dan smart untuk sukses, maka anda harus melakukannya sendiri. Bila orang lain yang melakukannya, maka dialah yang akan sukses, bukan anda! Bila anda tahu kalau anda butuh network yang baik, kerja keras, dan kreatifitas, maka langkah selanjutnya bagi anda adalah melakukan hal-hal yang anda perlukan tersebut secara riil.

Banyak orang mengatakan, "Saya sudah tahu kalau saya mulai usaha/pekerjaan/bisnis ini dengan begini begitu, saya akan sukses". Maka seandainya ia melakukan apa yang dipikirkannya tersebut, niscaya dia benar-benar akan menemui kesuksesan. Tapi bila anda tidak melakukannya apa gunanya?

Anda bisa berkata "Saya sudah tahu dari dulu, saya sudah mengerti kalau akan jadi seperti itu dari dulu". Lalu mengapa tidak dilakukan? Jika kemudian anda menemui orang lain, kolega anda, atau kawan - kawan yang lebih muda sukses karena melakukan seperti yang anda katakan dulu, mungkin anda bisa bilang "Saya sudah tahu pasti akan sukses kalau dilakukan begitu". Lalu mengapa tidak anda lakukan sendiri? Mengapa anda tidak melakukannya sampai orang lain mendahului anda melakukannya dan meraih sukses yang semestinya jadi milik anda itu? Memang dalam memulai segala hal ada resiko kegagalan. Tapi disitulah letak bedanya orang yang hanya knowing (mengetahui) dan berani doing (melakukan).

Orang yang berani mengambil tindakan mungkin akan gagal, tapi dia akan bertindak lagi dan mencoba lagi sampai akhirnya berhasil. Sedangkan orang yang hanya knowing saja tidak akan mengalami perubahan apapun. Dia tidak melakukan apapun, tidak gagal, tapi juga tidak akan pernah sukses.

Langkah awal anda dalam bertindak adalah landasan dari seluruh kesuksesan yang anda raih. Jadi apapun yang anda ketahui, pahami, dan mengerti bahwa itu baik untuk usaha/pekerjaan/bisnis/dagang anda, segeralah wujudkan hal-hal tersebut dalam bentuk nyata. Jika tidak, maka tidak akan ada gunanya sama sekali.

Thursday, December 07, 2006

MENYUSUN PRESENTASI DENGAN FORMULA "POWER"

Banyak orang yang lebih baik memilih sakit gigi ketimbang berpidato,sekalipun hanya di depan sebuah kelompok kecil. Banyak orang yang tiba-tiba menderita sakit perut sesaat sebelum ia berpidato. Tak sedikit pula orang tampak kehilangan kepribadiannya ketika harus berbicara di depan umum.Kebanyakan mereka memandang pidato sebagai hal buruk yang harus dihindaridengan segala cara. Bagi mereka, berbicara di depan umum adalah penghalang bukan kesempatan; masalah bukan solusi.

Padahal kenyataannya yang benar adalah sebaliknya. Tidak ada kesempatan yang lebih besar untuk meraih produktivitas, keuntungan, dan imbalan daripada membuka mulut untuk memaparkan isi hati dan pikiran anda. Bahkan kini adasuatu kebutuhan mendesak akan interaksi personal yang lebih baik. Dalamskala multinasional, komunikasi yang baik tidak hanya penting, tetapi jugamutlak esensial bagi keberhasilan penyelesaian transaksi-transaksi yangpeka dan kompleks. Salah satu keunggulan karakteristik yang dimiliki manajer yang berhasil adalah mereka komunikator yang lebih baik dibandingrekan-rekan mereka yang bertumbangan.

Mari kita lihat orang-orang sukses berikut ini. Lee Iacocca berhasil mengeluarkan Chrysler dari reruntuhan dan mengangkatnya ke tempat terhormat.John Scully membangun Apple menjadi adidaya dunia yang menantang IBM. JackWelch menjadikan General Electric sebagai model perusahan awal ke 21. Norman Schwarzkopf tiba-tiba melejit seperti pedang keadilan dalam pertempuranBadai Gurun. Mereka tidak hanya memiliki kompetensi pada pekerjaan mereka.Mereka juga memiliki visi yang jelas serta kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan, informasi dan visi mereka.

Ambil contoh, Lee Iacocca adalah "insan" terbaik pada jamannya. Ia memiliki kompetensi pada industrinya, mulai dari pucuk sampai dasar, dari desain,rekayasa, manufaktur sampai ke penjualan. Ia memahami kemana Chrysler akandibawa. Visinya jelas dan tak pernah goyah: Chrysler harus mampu mengungguli Ford dan General Motor. Ia berhasil mewujudkan semua itu dengan jalanmenggunakan salah satu senjata yang paling ampuh: komunikasi yang hebatuntuk membujuk dan mengilhami. Pertama ia berhasil membujuk Kongres agar memberikan pinjaman raksasa yang ternyata bisa ia lunasi dalam dua tahun ditambah bunga. Kemudian ia membangkitkan para karyawan untuk menghadapi tantangan masa depan. Lalu ia pergi ke TV dan berseru pada Amerika, "Jika anda bisa menemukan mobil lebih baik dengan harga itu, belilah!" Maka jutaan orang membeli Chrysler. Kompetensi. Kejelasan. Dan, Komunikasi.

Tentu saja, pertama anda harus memiliki pesan yang pantas disampaikan yang membuat dunia akan memasang telinga bagi anda. Kedua, anda harus memahami audiens dan apa yang sebenarnya ingin mereka dengarkan. Kemudian anda bisa menyusun persiapan presentasi anda. Inti buku ini adalah tips-tips bagaimana anda menyusun rancangan presentasi dengan menggunakan formula POWER; yaitu:
P untuk Punch; pembukaan yang kuat, pembukaan dengan tonjokan.
O untuk One Theme; satu tema untuk setiap presentasi.
W untuk Window; memberikan contoh-contoh spesifik untuk mendukung tema.
E untuk Ear; berbicara dengan gaya konvensional dan tidak kaku.
R untuk Retention; menutup presentasi dengan ingatan yang kuat.

Masing-masing unsur dalam formula POWER akan dirangkum dalam seksi-seksi berikut. Namun ada baiknya anda memahami tujuh larangan keramat yang harusanda hindari dalam menyusun sebuah presentasi, yaitu:

1--Presentasi tidak dirancang dengan baik. Anda harus merancang presentasi dengan baik, meletakkan susunan dengan urutan yang baik.

2--Merencanakan presentasi terlalu lama. Bila anda memiliki aktu 40 menit,maka gunakan 18 menit untuk berbicara dan 22 menit untuk tanya jawab.

3--Menggunakan terlalu banyak alat bantu visual. Ini akan membingungkan anda sendiri sehingga seringkali keliru dalam menggunakan dan mengambil alat peraga.

4--Menyampaikan bahan terlalu banyak. Fokuskan saja pada satu atau beberapa bahan yang menunjang satu tema besar presentasi anda.

5--Membiarkan presentasi mendominasi segala sesuatu, termasuk anda sendiri.Jangan abaikan pesan besar, butir-butir utama. Jangan hanya memusatkan perhatian pada usaha menyampaikan detail-detail terlalu banyak.

6--Tidak mengingatkan audiens pada akhir presentasi. Yang paling penting dalam sebuah presentasi adalah anda harus memberikan "buah tangan" untuk dibawa pulang oleh audiens sehingga mereka tetap mengingat isi presentasi anda meski sudah lewat satu minggu.

7--Tidak memiliki keyakinan presentasi sendiri. Persiapan yang serius takkan berarti bila anda tidak berkeyakinan penuh pada presentasi anda, maka anda akan tampil dalam keadaan gelisah dan gemetar.

****************************************************************************
Stopper:Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit yang membanjiri anda menjadi tugas-tugas kecil yang bisa anda manaje, kemudian anda mengerjakannya pertama kali. (Mark Twain)

Manajemen adalah efisiensi dalam mendaki tangga kesuksesan; kepemimpinan menentukan agar tangga tersebut bersandar pada tembok yang benar. (StephenCovey)

Waktu adalah sumber daya yang paling langka bagi manajer. Jika tidak di manaje, tak ada hal lain yang bisa dimanaje. (Peter Drucker)

BEBASKAN DIRI ANDA DARI JEBAKAN HUTANG

Ah, betapa bahagianya bila kita benar-benar memiliki apa yang kita "miliki".
Akui saja, betapa banyak orang "memiliki" harta, mendiami rumah atau
mengendarai kendaraan atas nama "bukan" miliknya sendiri; melainkan atas
nama sebuah kertas pengakuan hutang. Akui saja, betapa banyak orang memburu
kepemilikan, padahal yang digenggamnya hanyalah sebuah pinjaman. Dan,
agaknya kini segala sesuatu yang berhubungan dengan hutang piutang menjadi
begitu mudah didapat. Kita memang patut berterima kasih, karena dengannya
banyak orang bisa meraih kesejahteraan hidup yang lebih baik.

Namun, sungguh tak sama antara pinjaman demi kesejahteraan hidup dengan
pinjaman yang menjerat hidup. Jauh lebih menyenangkan bila anda terbebas
dari jerat hutang. Jauh lebih membebaskan bila anda memiliki apa yang anda
miliki. Pertimbangkan apakah anda kini sedang berupaya memperbaiki kehidupan
anda atau memperburuknya. Sejatinya, kita berhutang sepenuhnya pada hidup
ini, namun hidup tak pernah menagihnya pada kita. Tidak juga beserta
bunga-bunganya.

Tuesday, June 06, 2006

RAPAT TIKUS

Pada suatu hari, masyarakat tikus bersidang membicarakan masalah yang sedang hangat saat itu yaitu; bagaimana menghindarkan kematian tikus yang karena dimangsa kucing, mengingat semakin banyak saja tikus yang mati sia-sia.
Berbagai pendapat dan argumentasi disampaikan, akhirnya disepakatilah suatu keputusan yaitu :

kucing-kucing tersebut akan dipasangi suatu tanda yang bisa berbunyi bila kucing tersebut berjalan (dalam bahasa jawa alat tersebut dinamakan : "klintingan"). Jadi alat berfungsi tersebut sebagai alarm / tanda bahaya bagi para tikus, bahwa di sekitarnya ada kucing yang setiap saat bisa memangsanya.

Semua Tikus peserta rapat setuju dan puas, namun ketika rapat akan ditutup tiba-tiba seekor tikus mengajukan pertanyaan, "Siapa di antara kita yang akan memasang alat tersebut ke kucing.... ???"

Mendengar pertanyaan itu, semua tikus menjadi bengong dan saling menunjuk satu sama lain. Dan rapat pun berakhir tanpa keputusan.

Simley...! Ide besar takkan berarti apa-apa bila tak seorang pun bersedia berkorban mewujudkannya.


****************************************************************************
Stopper:

Saya tidak tahu siapa kakek saya; saya lebih tertarik pada "menjadi apakah cucu saya kelak".

(Abraham Lincoln)

Berhati-hatilah dengan ucapan anda, anak-anak akan mendengarkannya. Berhati-hatilah dengan tindakan anda, anak-anak akan melihatnya. Dan mempelajarinya. Anak-anak mungkin tidak patuh, tetapi mereka mendengarkan. Mereka akan melihat anda untuk menemukan jalan jalan keluar dan belajar bagaimana menjadi orang. Jadi, berhati-hatilah sebelum anda berkata, "Anak-anak dengarkan saya." Mereka akan mendengarkan. (Witch in Into the Woods (1990)

Tetaplah Menghiasi Diri Anda Sebaik-baiknya

Apakah anda pernah tersipu-sipu karena kepergok tanpa riasan muka? Atau, mungkin anda pernah malu luar biasa karena salah mengenakan pakaian pada suatu acara? Sejak kecil, sadar atau tidak, kita belajar untuk berdandan, memilih baju yang kita sukai, menyisir menurut kesenangan, dan menghiasi diri sebaik-baiknya. Kita berusaha menampilkan citra yang kita inginkan. Ada masanya kita gelisah dengan potongan rambut, berganti-ganti warna pakaian, atau mungkin sedih dengan bentuk garis mata. Itulah salah satu alasan mengapa mode bisa berubah lebih cepat daripada cuaca di musim tak tentu. Itu semua tak mengapa. Karena pada masanya kelak, anda akan merasa tentram dengan semua yang anda miliki. Anda menyebutnya sebagai masa ketenangan; atau barangkali masa kematangan. Masa di mana anda telah menemukan dan menerima diri anda sendiri sebagaimana adanya.

Tetaplah berpenampilan baik. Tetaplah menghiasi diri anda. Karena orang yang tak memiliki harga diri biasanya memang tak menghargai penampilan dirinya. Namun, tentu saja, harga terbaik bagi diri anda adalah bila anda mampu menemukan dan menjadi diri anda sendiri. Bersegeralah menjumpai masa ketentraman itu.

Jangan Asal Bekerja Keras

Tak jadi masalah bila anda bekerja keras, berpayah-payah hingga larut malam, serta membanting tulang tak terperi. Asalkan anda menemukan kebahagiaan dalam setiap tetes keringat anda. Atau setidaknya anda merasakan keceriaan dalam setiap gerak kerja anda. Maka kelelahan pun terbayar tunai dengan wajah anda yang berseri-seri. Bukankah hanya kegembiraan yang anda cari selama ini?

Namun semua itu akan sia-sia bila anda mengisi kerja keras anda dengan keluhan dan bersungut-sungut. Apalagi bila tak sedikit orang melontarkan kekecewaannya pada anda. Bukankah kekecewaan mereka amat dengan mudah menjadi kekecewaan anda pula. Di situlah letak perbedaan antara orang yang bekerja karena kelimbungan diri, tak mampu menemukan pijakan yang berharga dalam kerja mereka, dengan mereka yang bekerja penuh kepribadian. Maka, jangan asal bekerja keras; nikmatilah. Bila anda tak menemukannya, tinggalkan. Cari, carilah yang membuat anda menyenangi dan disenangi pekerjaan anda.

JANGAN JADI PEMBANGUN KERAJAAN

Jeffrey J. Fox

Banyak manajer secara keliru berpendapat bahwa memiliki anggaran paling besar atau karyawan paling banyak adalah sebuah jaminan untuk meraih jabatan teratas. Sesungguhnya manajer yang bisa menuntaskan pekerjaannya dengan lebih sedikit uang dan karyawan adalah yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.

Jangan mengeluh bila anda diharapkan untuk melakukan lebih dari yang dimungkinkan anggaran anda. Janganlah menjadi manajer yang selalu merasa perlu menambah karyawan baru. Jangan gunakan kekurangan sumber daya sebagai dalih.

Lupakan kerajaan. Promosi dan kekuasaan milik para produsen, bukan administratur karyawan.

(diadaptasi dari: "How To Become CEO", Jeffery J. Fox)

****************************************************************************
Stopper:

Agar mendapatkan nilai sebuah kebahagiaan sepenuhnya, anda harus mempunyai seseorang untuk dibagi.

(Mark Twain)

Lebih baik menjaga mulut anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap anda bodoh, daripada membuka mulut anda dan menegaskan semua anggapan mereka. (Mark Twain)

Mereka yang tidak membaca tidak lebih beruntung dibanding mereka yang tidak bisa membaca. (Mark Twain)

Friday, June 02, 2006

Percaya Diri, Diri yang Mana?


Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki kepercayaan diri yang
kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai.
Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih
tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan
dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas.
Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes
air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan
seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang
patut kita percayai?

Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping-keping seperti itu.
Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita
ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya
sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalamlah yang mampu merengkuh
menyatukan anda. Diri itulah yang patut anda percayai, karena ia mampu
menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

Thursday, June 01, 2006

KEMITRAAN UNTUK SUKSES

Philip E. Humbert, PhD

Setiap orang yang sukses mengerti bahwa kesuksesan tak dapat diraih oleh
upaya mereka sendiri. Kesuksesan selalu didasarkan pada kemitraan yang
efektif. Setiap bisnis membutuhkan pembeli. Setiap pabrik membutuhkan
pemasok. Setiap pengusaha tergantung pada mitra-mitra keuangan, pemasaran
dan produksi mereka. Bahkan, pedagang bebas pun tergantung pada ribuan orang
yang bekerja dalam suatu mekanisme yang memungkinkan para pedagang bebas itu
bekerja sendiri.

Tetapi ada empat kemitraan dasar yang seringkali tak diperhatikan. Namun,
sebagaimana kemitraan mana pun, bila kemitraan ini diabaikan maka mereka
akan hancur sembari memberikan dampak yang buruk bagi usaha dan hidup anda.
Yang saya maksud di sini adalah kemitraan "internal" - kemitraan dalam diri
sendiri yang mutlak menjadi pondasi bagi keberhasilan jangka panjang anda.

Berikut empat kemitraan yang penting tersebut yang harus anda jaga dan
tumbuh kembangkan agar usaha anda pun berkembang.

1--Kemitraan antara "Pikiran" dan "Hati" anda.

Orang-orang yang melakukan pekerjaan yang mereka benci adalah contoh dari
akibat terkikisnya kemitraan antara "pikiran" dan "hati". Mungkin mereka
tergiur oleh iming-iming keuntungan yang besar, atau sekedar menunjukkan
kesetiaan pada usaha keluarga, mereka bekerja tanpa hasrat hati.. Dan,
hasilnya sama saja. Kita mendapat uang banyak, namun menghabiskannya untuk
mengobati stress. Atau, kita memperoleh prestise keluarga namun tak
menemukan kenikmatan dalam pekerjaan. Logika yang ada dalam pikiran anda dan
hasrat yang ada dalam hati anda harus bekerja sama demi keberhasilan jangka
panjang anda.

2--Kemitraan antara "Tujuan" dan "Nilai" anda.

Seberapa sering anda menyatakan tujuan anda, membangun komitmen untuk
mencapainya, namun kemudian gagal di tengah jalan? Seringkali hal ini
terjadi akibat nilai-nilai diri anda tidak sesuai dengan tujuan yang anda
canangkan. Bila tujuan anda ternyata menimbulkan pertentangan dengan
nilai-nilai anda yang lebih menyukai kebersamaan dengan keluarga, maka nilai
diri itulah yang selalu akan menang. Nilai diri bekerja lebih dalam
ketimbang tujuan. Dan, bila terjadi pertentangan antara tujuan dan nilai,
anda akan gagal meraih tujuan dan merasa sedih setiap saat.

3--Kemitraan antara "Kehendak" dan "Sumber Daya" anda.

Seringkali, kita berusaha mencapai sesuatu yang sebenarnya kita tak memiliki
ketrampilan untuk itu; bahkan kita tak memiliki kemampuan keuangan dan
bakat. Lalu pada akhirnya kita gagal mencapainya. Contoh umum dalam hal ini
adalah berbelanja demi gaya hidup dengan menggunakan kartu kredit. Sungguh
sulit menjalankan usaha tanpa ketrampilan yang dibutuhkan untuk sukses. Saat
kemauan anda dan ketrampilan anda bekerja sama secara efektif, kita menjadi
orang yang kompeten dan ahli di bidangnya. Tetapi bila kemauan dan sumber
daya kita tak saling mendukung, maka hasilnya adalah frustasi dan
kekecewaan.

4--Kemitraan antara "Visi" dan "Usaha" anda.

Banyak pengusaha mempunyai visi sukses yang jelas, tetapi gagal mengubah
visi itu menjadi kenyataan. Sebaliknya, banyak orang yang memiliki energi
dan ambisi yang besar untuk bekerja keras, tapi tanpa tuntunan visi, hasil
kerja mereka akan tercerai berai, tidak konsisten dan tak produktif.
Kesuksesan membutuhkan kemitraan antara visi yang brilian dan kerja keras
yang terfokus pada tidnakan sehari-hari.

Untuk memelihara kemitraan internal ini, maka anda harus melihat dengan
jernih prioritas-prioritas anda secara terus menerus. Review kembali tujuan
dan nilai diri anda. Sesuaikan tindakan dengan visi anda. Untuk mencapai
keberhasilan jangka panjang, anda membutuhkan kemitraan eksternal dengan
rekan-rekan sekerja anda, pemasok dan pembeli, tetapi anda juga memerlukan
kemitraan internal yang kokoh berdasarkan pengetahuan tentang siapakah diri
anda, apa yang anda kehendaki dan kemana anda akan menuju dalam hidup ini.
Peliharalah kemitraan ini dan anda akan dapat melangkah lebih jauh lagi;
bahkan anda akan sampai di puncak keberhasilan.

(Philip E. Humbert, PhD., http://www.philiphumbert.com)

****************************************************************************
Stopper:

Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan
saya percaya pada diri saya sendiri. (Muhammad Ali)

Orang yang tak memiliki imajinasi tidak memiliki sayap untuk terbang.
(Muhammad Ali)

SETIAP ORANG MEMILIKI PEMBELA


Seburuk-buruknya orang yang anda benci, masihlah ia memiliki pembela. Entah
seorang atau berapa. Bahkan, sejelek-jeleknya orang yang dihujat, dicaci
maki dan disingkirkan oleh masyarakat banyak, tetaplah ia memiliki
pelindung. Para pembela dan pelindung itu memberikan tempat saat ia
disingkirkan; memberikan pertahanan saat ia dijatuhkan. Mengapa demikian?
Karena seburuk-buruknya seseorang di pandangan banyak mata, tetaplah berhak
untuk dicintai. Dan anda pun berhak mencintai orang lain, meski banyak yang
mengangkat tanda tak setuju.

Pahamilah bahwa saat anda menyatakan kebencian anda pada seseorang,
barangkali ada lebih banyak orang yang pernah merasakan kebaikannya.
Sehingga hujatan dan caci maki yang sebenarnya dilontarkan padanya justru
melukai hati orang lain; yang bahkan anda sendiri pun tak tahu, mungkin di
antara mereka ada sekutu-sekutu anda sendiri. Dan, resiko buruk yang bisa
saja terjadi adalah anda kehilangan sekutu-sekutu anda seiring dengan
permusuhan anda dengan lawan anda.

JANGAN TINGGALKAN KESAN BURUK


Bruce Hyland dan Merle Yost

Bawakan diri anda secara terhormat dan penuh integirtas.
Anda tidak pernah tahu, tindakan masa lalu mana yang bisa
kembali menghantui anda.

Renungan:

Sangat berhati-hatilah dalam meninggalkan kesan. Pasti ada
saat-saat andaberniat meninggalkan suatu pekerjaan, dengan
menganggap masa pengabdian anda di situ adalah suatu pengalaman
buruk, dan anda ingin banyak orang tahu betapa busuknya orang-
orang di situ atau betapa mengerikannya tempat itu.

Tapi apakah kesenangan sesaat dengan membeberkan sesuatu pada
banyak orang seimbang dengan kerugian jangka panjang yang bisa
diakibatkannya? Bagaimana jika anda membutuhkan rekomendasi kelak?
Jika anda beranggapan hukum dapat melindungi anda dari gugatan
pihak yang anda jelek-jelekkan, camkanlah sekali lagi.
Ada seribu satu cara lembut untuk menebas anda. Reputasi dan
cerita mudah menyebar ke mana-mana. Kebanyakan pemimpin perusahaan
menjadi anggota kelompok yang sama, bertemu di tempat yang sama,
dan berbincang-bincang pada berbagai acara ramah-tamah.
Jika anda cukup tinggi di tangga kepemimpinan, setiap bos yang
baik akan mencek kebenarannya melalui jaringan informalnya.
Anda jangan bermimpi bisa mengendalikan jaringan ini.

Anda mungkin juga perlu menghidupkan kembali hubungan dalam
perusahaan yang anda tinggalkan, khususnya bila perusahaan
itu bergerak di bidang yang sama atau merupakan pesaing.
Bagaimana kalau perusahaan itu membeli atau merger
dengan perusahaan baru anda? Apa yang terjadi jika anda ingin
terlibat dalam suatu organisasi bergengsi, misalnya klub golf,
dan ternyata di situ sudah ada orang-orang yang berasal dari
tempat lama anda? Apa yang terjadi bila anda memulai usaha
sendiri dan menyadari bahwa anda membutuhkan hubungan-hubungan
lama untuk bisa sukses? Pikirkan masak-masak.

Bahan Renungan:

--Apakah sekarang ini anda berniat menjelek-jelekkan seseorang?

--Jika anda pernah meninggalkan kesan buruk, dapatkah anda
memperbaikinya kembali, dan bersediakah anda melakukannya?

--Bagaimana reaksi anda (baik dalam jangka pendek maupun panjang)
terhadap orang yang mencaci maki dan menjelek-jelekkan nama
serta perusahaan anda kepada orang-orang lain?

(diadaptasi dari "Reflections for Managers," Bruce Hyland
dan Merle Yost)

KUATKANLAH JIWA ANDA


Jadilah laksana pensil. Meski pensil patah berkali-kali, batu jelaga hitam
di dalamnya masih bisa anda pakai untuk menulis. Bahkan hingga ke patahan terakhir, pensil tak kehilangan "jiwanya"; sang batu jelaga hitam itu.
Ketika batang pensil telah lenyap terserut, sang "jiwa" pensil tetap abadi.
Mungkin ia kini telah membentuk sketsa seorang pelukis, atau coretan rumus fisika seorang jenius, atau hanya sekedar garapan pekerjaan rumah seorang murid sekolah dasar. Bahkan ketika sang pelukis atau sang jenius telah tiada, sketsa itu dikenang dalam pigura, dan rumus fisika itu telah mengubah hidup banyak orang.

Jadilah jiwa yang kuat. Meski tubuh anda dipatahkan berkali-kali, jangan sampai kehilangan jiwa kuat anda. Karena kekuatan jiwa mengilhami diri anda sendiri. Dan, ketika jiwa kuat anda mengilhami orang lain, ia menjadi abadi, dikenang dalam tindakan dan mengubah hidup banyak orang. Keabadian memang tidak terletak pada tubuh fisik anda, namun pada jiwa anda; si batu jelaga hitam pensil itu.