Pages

Monday, March 03, 2008

PERMOHONAN

Suatu saat, Dewa Vishnu menampakkan dirinya di hadapan seorang penyembahnya yang begitu tekun berdoa kepadanya. Ia berkata, "Sudah kuputuskan, aku akan mengabulkan tiga hal yang kau minta, apa pun itu. Setelah itu, tidak ada sesuatu pun yang akan kuberikan kepadamu lagi."

Penyembah itu dengan gembira langsung mengajukan permohonan yang pertama. Ia meminta agar istrinya mati sehingga ia bisa menikah lagi dengan wanita lain yang lebih baik. Permohonan itu dikabulkan dengan segera,

Di saat pemakaman, teman-teman dan sanak saudaranya berkumpul dan mengenang berbagai kebaikan istrinya. Orang ini lalu sadar bahwa ia telah bertindak terlampau gegabah. Kini ia terbuka mata hatinya, betapa ia mengabaikan segala kebaikan istrinya. Apakah ia masih bisa menemukan wanita lain yang sebaik istrinya? Maka ia pun memohon kepada dewa Vishnu agar menghidupkan istrinya kembali. Permohonannya ini dikabulkan dengan segera.

Kini permohonannya tinggal satu. Ia bermaksud tidak akan melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Kalau ia meminta sesuatu yang keliru, maka ia tidak akan sempat memperbaikinya. Ia bertanya kemana-mana. Beberapa temannya menasehati agar ia diluputkan dari kematian. Tetapi apa gunanya tetap hidup, balas teman yang lain, kalau badan tidak sehat? Dan, apa gunanya sehat kalau tidak punya uang? Dan apa gunanya uang kalau tidak punya sehabat.
Dan seterusnya.

Tahun demi tahun telah lewat dan ia belum juga memutuskan apa yang akan dimintanya: hidup, kesehatan, kekayaan, kekuasaan atau cinta. Akhirnya ia menyerah dan berkata kepada dewa Vishnu, "Dewa, aku mohon dewa berkenan memberi nasehat, apa yang sepantasnya aku minta."

Melihat kebingungan orang itu, Dewa Vishnu tertawa dan berkata, "Mintalah hati yang damai, entah apa pun yang terjadi dalam hidupmu."

(Disadur dari: Anthony De Mello, The Song of Bird)

TEMUKAN WAKTU KOSONG DI TENGAH KEPADATAN

Tahukah anda bahwa selalu ada ruang kosong dalam waktu kita.
Ditengah-tengah kepadatan kerja yang tinggi, waktu kosong sangat berharga untuk menyeimbangkan diri. Kita bisa dapati waktu kosong itu di saat kita menunggu di dalam lift, di deret pengantrian, di kamar kecil, di lampu merah, atau di mana pun kita berada. Kita bisa gunakan kesejenakan itu untuk menarik nafas teratur, menenangkan pikiran, atau menjernihkan perasaan.

Sayang seringkali kita membiarkannya dipenuhi hal-hal yang sebenarnya tak bisa kita atasi di waktu itu. Ketika dalam lift kita ingin buru-buru sampai, padahal kita tak bisa mempercepat lajunya. Ketika di antrian, kita ingin cepat-cepat mendahului, padahal kita tak bisa memajukannya. Kita tak mau menerima ketenangan yang ditawarkan oleh waktu kosong. Bila demikian, maka jangan katakan bahwa kita tak mempunyai waktu yang tenang dalam hidup kita, karena kita sendiri mengabaikannya begitu saja.

Sunday, October 28, 2007

SANG RAJA YANG BAHAGIA

Alkisah hiduplah seorang raja yang memiliki lonceng perak yang digantung dipuncak menara tinggi istananya. Lonceng itu dipasang semenjak ia menduduki tahta kerajaan. Sang raja bertitah bahwa ia akan membunyikan lonceng itu setiap kali ia merasa bahagia. Dengan demikian seluruh rakyatnya tahu tentang kebahagiaan itu.

Setiap hari seluruh rakyat memasang telinga menunggu kalau-kalau lonceng perak itu berbunyi. Tetapi lonceng itu tidak kunjung berbunyi. Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Dan bulan berganti tahun. Akan tetapi lonceng itu tidak jua berbunyi. Ini menunjukkan bahwa berita kebahagiaan sang raja belum pernah terdengar.

Raja itu semakin tua dan rambutnya memutih. Akhirnya ia jatuh sakit dant inggal menunggu saat ajalnya tiba. Mendengar berita yang menyedihkan ini, berbondong-bondong rakyatnya datang menjenguk dan menangisinya.

Melihat hal ini, sang raja baru tersadarkan bahwa ternyata selama ini ia sangat dicintai oleh rakyatnya. Tak kuasa ia menahan titik air mata. Ia tersenyum. Baru kali itulah ia merasa bahagia. Akhirnya, tepat sebelum nyawanya dicabut dari raga, dengan tertatih-tatih ia mengulurkan tangan menarik tali untuk membunyikan lonceng perak itu. Maka seluruh rakyat pun tahu, sang raja wafat dalam keadaan bahagia.

Pojok Renungan Editor: Bila kita mengabaikan cinta yang diberikan oleh orang lain, kita pun mengabaikan kebahagiaan yang diberikan oleh orang lain.

(Disadur dari: Glenn Van Ekeren, 12 Simple Secrets Of Happiness)

DISERANG EX-ATASAN

Tanya: Dear Friends. Saya bekerja sudah 5 tahun sebagai administrator tanpa berganti atasan. Awal tahun lalu saya dan atasan dipanggil Kepala Divisi, dan diberitahu bahwa kami berdua akan menduduki jabatan baru di salah satu anak perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi. Dalam skema organisasi yang baru, saya dan atasan berada dalam posisi berbeda dengan jabatan masing-masing, tapi saya tetap diharapkan membantu atasan dalam penyelesaian tugas-tugasnya disela-sela kesibukan saya untuk jabatan baru tersebut. Akhir cerita setelah di anak perusahaan saya mendapat promosi untuk suatu jabatan lain dan berposisi di luar Jakarta. Hal ini menyebabkan saya agak lambat dalam jika ex-atasan saya minta bantuan.

Saat ini ex-atasan saya tiba-tiba sering menuding saya sombong, makan teman, kacang lupa kulitnya, lupa jasa-jasa beliau dan gila jabatan. Saya berusaha menerangkan kalau saya tidak berubah, keterlambatan saya dikarenakan saat ini saya memiliki tugas dan tanggung jawab berbeda dan harus menjadi prioritas sebelum saya membantu tugas beliau.

Sampai detik ini beliau belum pernah berubah sedikitpun. Dia masih menggap saya adalah bawahannya, hal ini pernah dilontarkan ke saya secara langsung dan saya jawab, secara struktural beliau adalah direktur dan saya hanya membantu tugas dia untuk hal-hal tertentu. Saya coba ingatkan dia kalau sekarang kita dalam tempat yang baru, dengan struktur dan kebijakan yang berbeda dengan pusat tempat dimana sebelumnya kami bertugas.

Terakhir, hari ini dia menyerang saya lagi dengan mengatakan saya berdukun untuk memperoleh karir saya. Ingin rasanya mengikuti hawa nafsu saya untuk melakukan serangan balik karena selama karir saya di bawah dia, tidak sekalipun saya memperoleh kompensasi yang layak atas kesetiaan dan kepatuhan saya, bahkan hingga saat-saat terakhir saya menjadi bawahannya, padahal tuntutan pekerjaan saya telah jauh melebihi standar job desc yang seharusnya untuk seorang administrator. Tapi, jika saya layani mampukah saya menyakiti hati ex-atasan yang saya tahu persis sangat perasa dan sensitif, saya yakin dia akan sakit hati dan kemudian sakit fisik jika saya melakukan serangan balik. Beliau seorang wanita berumur dan mudah sakit jika mengalami serangan stres.

Dear Rekan, demikian gosip saya. Saya berharap dapat masukan mengenai langkah apa yang harus saya lakukan. Terus terang saat ini dia sangat menggangu konsentrasi saya dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Saya sudah coba share dengan beberapa teman dan jawabannya adalah, ex-atasan saya merasa kehilangan orang yang mampu membackup dia dalam pelaksanaan tugas. Tapi apakah salah kalau saya memiliki nasib baik dan berpeluang untuk berkarir?(IW)

Jawab: Mas IW, selamat datang di babak baru dalam kehidupan karier anda. Kalau selama ini mungkin anda menikmati hubungan kerja yang harmonis dan baik-baik saja, nah sekaranglah waktunya untuk mengalami sesuatu yang berbeda. Itu namanya dinamika. Semakin anda duduk di tempat yang lebih tinggi, maka semakin kencang angin menerpa, dan semakin kesepian anda disana. Tapi jangan kuatir, di balik semua itu ada pelajaran besar yang sangat menempa mental anda sebagai pemimpin. Dan, ini adalah sesuatu yang harus anda lalui sebagai konsekuensi dari kedudukan yang anda raih sekarang ini.

Soal fitnah dan isu yang tidak benar, sebaiknya anda hadapi dengan tegar. Tak perlu bersusah payah membantah. Itu tidak perlu. Lambat laun orang akan tahu mana yang benar dan tidak. Lupakan saja pikiran negatif untuk melakukan"serangan balik". Itu hanya akan memperburuk keadaan. Juga tidak baik dilihat oleh rekan-rekan kerja anda, terutama atasan. Sadarilah, bahwa promosi jabatan yang anda terima sebenarnya merupakan buah dari suatu kebaikan yang anda tunjukkan selama ini. Jangan nodai kepercayaan perusahaan hanya karena persoalan dengan ex-atasan. Masih banyak jalan keluar untuk menangani hal ini.

Coba anda renungkan mengapa perusahaan tetap meminta anda membantu ex-atasan, meski anda sendiri telah ditempatkan di posisi yang berbeda? Bukankah perusahaan pasti menginginkan anda bisa bertanggung jawab penuh pada pekerjaan baru? Itu berarti perusahaan cukup tahu situasi ex-atasan anda. Perusahaan tahu bahwa ex-atasan anda sangat membutuhkan anda. Karena anda adalah orang yang paham benar akan pekerjaan yang harus ditangani dan pribadi atasan anda. Tugas anda kini adalah menunjukkan bahwa anda memang benar-benar memahami ex-atasan anda. Anda paham bahwa ex-atasan anda sangat perlu dibantu, namun di saat yang sama anda juga mempunyai tugas sendiri yang harus diselesaikan. Jalan keluarnya adalah anda harus mendidik seorang staff untuk menggantikan anda menyelesaikan tugas-tugas ex-atasan. Anda harus mentransplantasi ketrampilan anda pada orang lain. Tentu tidak salah jika anda memiliki karier yang baik, namun alangkah indahnya jika anda juga membantu ex-atasan memperoleh karier yang baik pula; yaitu dengan menyiapkan pengganti yang setara kemampuannya dengan anda.

Bicarakan hal ini pada manajemen. Minta waktu untuk mendidik seseorang menggantikan anda. Dengan demikian anda dapat dianggap cukup bertanggungjawab dalam meninggalkan posisi anda yang lama. Bila anda mampu melakukannya dengan baik, kami percaya hubungan anda dengan ex-atasan juga akan membaik. Kesuksesan anda juga berkat upaya ex-atasan khan? Jadi, sudah waktunya kini anda menunjukkan "balas budi" anda. Namun, tentu dengan "style". Mudah-mudahan ini cukup simple dan bisa diterima. Kalau ada yang kurang berkenan, mohon maaf. Selamat mendidik orang lain dan diri anda sendiri.

KEPERCAYAAN DIIKAT DENGAN KEPERCAYAAN

Andaikan tak ada kertas, tinta, dan pena. Bagaimana kita bisa mengikrarkan sebuah kesepakatan dengan orang lain? Barangkali dengan saling berjabatan tangan, bersulang, atau tukar-menukar pipa. Cukuplah itu untuk menyatakan bahwa kita percaya satu sama lain dan tak ada niat untuk mencederai janji.

Namun, ketika kita menemukan kertas, tinta, dan pena, segala sesuatunya jadi tampak rumit. Semua kemungkinan seolah harus dinyatakan dalam huruf dan tulisan. Kepercayaan pun sedikit tergeserkan. Kekhawatiran mencuat melindungi kepentingan. Itu tak apa. Kita memang hidup di dunia yang tak selalu terduga. Tetapi, ada baiknya kita sadari, kepercayaan tak bisa dijamin dengan hanya berlembar-lembar kertas perjanjian. Kepercayaan berbenihkan kepercayaan, tumbuh dalam waktu, dan disemai dengan kebersamaan. Bila demikian adanya, maka jabat tangan akan lebih bermakna ketimbang seribukata-kata.

ABAIKAN DIRI ANDA SENDIRI

Alexander The Great, atau yang dikenal juga dengan nama Iskandar Zulkarnain, adalah raja Romawi yang sangat terkenal dengan kepemimpinannya. Berikut adalah salah satu cerita mengenai kepemimpinannya.

Suatu waktu Alexander The Great memimpin pasukannya melintasi gurun pasir yang panas dan kering. Setelah hampir dua minggu berjalan, ia dan pasukannya kelelahan dan hampir mati karena kehausan. Tetapi Alexander tetap memimpin pasukannya untuk terus berjalan penuh semangat.

Pada siang yang terik, dua orang pasukannya datang menemui Alexander dengan membawa semangkuk air yang mereka ambil dari sebuah kolam air yang telah kerontang. Kolam air itu kering dan hanya ada sedikit air yang tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh pasukan. Melihat hal ini, Alexander membuang air itu ke gurun pasir.

Sang Raja berkata, "Tidak ada gunanya bagi seseorang untuk minum di saat banyak orang sedang kehausan!"

Demikianlah kepemimpinan itu. Anda tidak bisa memperlakukan orang-orang andahanya sebagai alat untuk mencapai tujuan anda. Anda harus menunjukkan ketulusan dan keteguhan diri anda dengan sama-sama merasakan apa yang orang-orang anda rasakan.

(Disadur dari: Neil Eskelin, Abandon Yourself!)

TIPS MENEMUI ATASAN YANG SELALU SANGAT SIBUK

Yang namanya atasan itu memang selalu sibuk. Jadi anda harus maklum. Mereka bekerja mulai pagi hari, sebelum anda bangun, sampai larut malam ketika kebanyakan orang telah terlelap tidur. Ruang kerja mereka bukan hanya dikantor, melainkan juga di lapangan golf, ruang karaoke bahkan di atas pesawat. Karena itu tidak mudah bagi anda untuk meminta sedikit waktu mereka.

Kalau toh atasan anda sedang berada di kantor, mungkin jadwalnya telah padat untuk rapat ini, inspeksi itu atau presentasi macam-macam. Bagi atasan,waktu sangatlah berharga. Untuk menemui atasan yang sangat sibuk seperti itu anda harus memutar otak agar tidak menyia-nyiakan waktu beliau.
Berikut beberapa tips menemui atasan yang selalu sibuk. Semoga berhasil.

1--Persiapan, persiapan dan persiapan.

Apa pun hal yang akan dibicarakan, langkah awal terbaik adalah persiapan. Sekali lagi, persiapkan diri anda sebaik-baiknya. Pelajari semua bahan yang diperlukan. Baca naskah dengan teliti. Rumuskan pendapat anda tentang haltersebut. Susun dokumen yang dibutuhkan dan urutkan dengan rapi. Antisipasi kemungkinan-kemungkinan yang muncul.

2--Tulis point-point yang ingin anda sampaikan.

Siapkan point-point bahan pertemuan anda secara tertulis. Gunakan ini sebagai penuntun agar pertemuan anda berjalan cepat dan teratur. Selain itu, atasan mungkin akan sangat menghargai anda karena tidak membuang-buang waktunya. Bila perlu sampaikan point-point tertulis itu pada beliau.

3--Usahakan datang dengan pemecahan, bukan masalah.

Bila anda datang dengan masalah, usahakan anda juga datang dengan pemecahan. Namun jangan anggap semua masalah anda juga menjadi masalah atasan anda. Mungkin atasan anda tidak melihat itu sebagai masalah beliau, karena memang anda dibayar untuk memecahkan masalah anda. Bahkan bila perlu, anda bisa mengesankan atasan anda dengan menawarkan pemecahan bagi masalah beliau.

4--Bila benar-benar bermasalah, pastikan anda keluar dengan jawaban.

Tetapi, bila anda benar-benar harus datang dengan masalah, maka pastikan anda keluar dari ruangan atasan anda dengan mendapatkan jawaban yang tegas. Untuk itu, persiapkan pertanyaan atau hal-hal yang memerlukan keputusan atasan. Anda bisa membantu atasan dengan menyiapkan berbagai alternatif jawaban.

5--Siapkan agenda yang jelas.

Jika anda telah siap dengan berbagai bahan yang dibicarakan, maka susun agenda pertemuan. Pastikan juga anda melibatkan rekan kerja yang dianggap perlu hadir. Kemudian bicarakan hal itu dengan sekretaris atasan. Mungkin jadwal yang tersedia bagi anda dengan atasan tidak mudah diduga, karena ituatur waktu anda sendiri sebaik-baiknya.

6--Jalin hubungan kerja yang baik dengan sekretaris atasan.

Yang dimaksud hubungan kerja yang baik bukanlah dengan menraktir makan siang. Tetapi bagaimana anda dan sekretaris atasan bekerja sama untuk mencari cara yang terbaik agar pertemuan anda dengan atasan berlangsung secara produktif dan bermanfaat. Anda perlu menyampaikan point-point penting pada sekretaris atasan. Bagaimana pun, sekretaris adalah orang yang paling tahu perihal atasan anda. Yakinkan bahwa anda akan membicarakan perihal yang penting dan berharga.

7--Datang tepat waktu dan gunakan waktu setepatnya.

Bila saatnya tiba, datanglah tepat waktu. Sebaiknya anda datang lima menit sebelum waktu yang ditentukan. Terlambat beberapa menit dapat mengakibatkan hilangnya kesempatan itu. Lebih buruk mungkin atasan akan menganggap andatidak menganggap penting masalah anda, lantas bagaimana beliau bisa menganggapnya penting juga.

8--Buat notulen atas pertemuan itu.

Selama pertemuan, catat semua hasil pembicaraan. Anda bisa meminta tolong pada sekretaris atasan, atau lebih baik anda lakukan sendiri. Buat notulen tertulis. Kemudian baca di hadapan atasan. Pastikan bahwa tidak terjadi kesalahpahaman antara atasan dan anda mengenai masalah ini. Setelah usai, segera kembali ke kantor anda dan siapkan hasil pertemuan itu secara tertulis, lalu serahkan pada atasan. Bila terjadi kekurang sepahaman anda masih punya waktu untuk mengkoreksinya.

TIDAK MAU MENGALAH

Seorang anak lelaki disuruh ayahnya pergi ke kota untuk membeli tepung roti. Anak lelaki itu segera berangkat berjalan kaki. Jarak antara desa tempat tinggalnya dan kota cukup jauh juga. Di perjalanan ia harus melewati sebuah jembatan kecil.

Kini ia tiba di ujung jembatan kecil itu. Di seberang jalan ia melihat seorang anak lelaki lain yang berjalan ke arahnya. Mereka berdua sama-sama berjalan di jalur yang sama. Hingga tepat di tengah-tengah jembatan itu mereka saling berhadap-hadapan. Keduanya berhenti dan berpandangan. Anak lelaki itu berpikir, "Wah, kurang ajar sekali anak ini. Dia tidak mau mengalah dan memberikan jalan padaku.

"Di saat yang sama, anak lelaki lain itu berpikiran hal yang sama,"Seharusnya dia yang mengalah dan memberikan jalan padaku.

"Lama keduanya saling berdiri di tengah jembatan tanpa ada satu pun yang mau mengalah dan memberikan jalan. Keduanya sama-sama berpikir bahwa "Aku harus berteguh hati dan kuat pendirian." Keduanya saling berpandangan tanpa ada satupun yang berbicara atau bergerak.

Siang pun tiba. Di rumah, ayah dari anak lelaki yang hendak pergi ke kota itu mulai cemas memikirkan mengapa anaknya belum juga kembali. Sang ayah lalu bergegas menyusul anaknya ke kota. Hingga akhirnya ia sampai dijembatan dan melihat ke dua anak lelaki itu saling berdiam dan berhadap-hadapan. Sang ayah berteriak pada anak lelakinya, "Wahai anakku, mengapa engkau berdiri di situ?

"Anak lelakinya menjawab, "Anak lelaki ini menghalangi jalanku. Ia sama sekali tidak mau mengalah. Bagaimana aku bisa berjalan jika ia menutup jalanku?"

Sang ayah mulai kesal. Ia lalu berkata pada anaknya, "Sudahlah anakku, sebaiknya kau minggir dan segera pergi ke kota untuk membeli tepung. Biar ayahmu ini yang berdiri di sini menggantikanmu dan tidak memberikan jalan pada anak lelaki yang tidak tahu diri ini!"

Smiley...! Teguh hati memang boleh. Sesekali mengalah demi tercapainya tujuan bukanlah hal yang tercela. Tetapi bukan berarti lalu kita harus menjadi tembok bagi tercapainya tujuan orang lain bukan?

(Disadur dari: Chinese Wisdom)

PAKAIAN KEBESARAN DAN TIDUR NYENYAK ANDA

Jika anda adalah seorang pejabat tinggi, wajarlah jika anda mengenakan busana kebesaran, yang mungkin terbuat dari bahan terbaik, terjahit rapi tanpa kerutan, dan bertaburkan bintang-bintang tanda jasa. Anda tak perlu merasa bersalah dengan kehormatan-kehormatan semacam itu. Toh orang-orang disekitar anda pun takkan segan-segan menyediakannya untuk anda. Bukankah, seseorang yang terhormat layak mendapat perlakuan yang terhormat pula.

Yang perlu anda sadari sebenarnya sederhana saja. Ketika anda berangkat tidur, mau tak mau anda harus melepaskan semua itu. Tidur anda takkan bisa nyenyak dalam kungkungan pakaian kebesaran yang kaku, berat dan berlapis-lapis. Ini sama halnya dengan, anda takkan bisa menemukan ketenangan batin selama anda masih menggenggam pikiran-pikiran mengenai kedudukan anda. Pada saatnya, anda harus melepaskan dan membiarkan anda menemukan diri anda sendiri yang paling bersahaja.

MANAJEMEN ETIKA

Vincent, seorang Kepala Pemasaran sebuah perusahaan "hitech" dengan tingkat persaingan yang sangat ketat, sedang mencari seorang "Sales Representative"yang unggul dan handal. Dari sekian puluh lamaran dan setelah melakukan serangkaian wawancara, ia menemukan seorang yang dianggap paling tepat ditinjau dari berbagai sisi. Namanya Victor.

Vincent hampir memutuskan untuk menerima Victor (sambil menunggu beberapa kontak telepon untuk mengecek beberapa referensi tentang Victor) ketikaVictor tersenyum, meraih tas kantornya dan mengeluarkan amplop. Dari dalam amplop itu Victor mengeluarkan sebuah disk komputer, dan memegangnya dengan hati-hati bak batu mulia berharga sangat mahal.

"Dapatkan anda menebak apa isi disk ini?" tanya Victor.

Vincent menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu.

Dengan tetap tersenyum, Victor mendengus untuk meyakinkan dirinya, kemudian menjelaskan betapa disk itu berisi informasi rahasia tentang persaingan perusahaan Vincent, yakni perusahaan tempat Victor bekerja sebelumnya. Didalamnya tersimpan data tentang profil para pelanggan dan data biaya penawaran dalam tender kontrak peralatan militer dimana perusahaan Vincent pun ikut pula dalam tender tersebut.

Setelah wawancara selesai, Victor berjanji apabila ia diterima menjadi"Sales Representative", maka disk itu dan beberapa disk serupa lainnya akan ia berikan pada Vincent.

Kepala Pemasaran itu kini berada di tengah dua kutub. Satu kutub berisi pertanyaan, bagaimana bisa ada orang yang berperilaku dan mampu berbuat seperti itu. Kutub lainnya berisi kebimbangan, bila ia menerima orang ituberarti ia mendapatkan sesuatu yang setara dengan tambang emas saja.

Ini perang batin antara soal etika dan laba. Silakan anda membantu Vincent mengambil keputusan.

Pojok Renungan Editor:
Dalam berbagai skala, mulai dari yang ringan sampai ekstrim, kita menjumpai hal-hal semacam ini. Mungkin kita menemukan selembar uang di jalan, atau segebok uang salah transfer dalam rekening bank kita. Semuanya bisa jadi menimbulkan perang batin yang hanya kita sendiri yang mampu memecahkannya.
Contoh soal di atas mungkin dengan mudah dipecahkan, karena itu hanyalah sebuah contoh soal. Jauh lebih penting adalah bagaimana sikap kita jika benar-benar menghadapinya. (10042002)

(Disadur dari: Erry Riyana Hardjapamekas, Esensi Kepemimpinan)

WIRASWASTA #1

A--Bagaimana Kita Memenuhi Kebutuhan?

Hidup dipenuhi dengan kebutuhan, meskipun tujuan hidup bukanlah untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan itu. Kita butuh pangan untuk kelangsungan hidup.
Kita butuh sandang demi kehormatan hidup. Kita butuh papan demi kesejahteraan hidup.
Kita butuh pendidikan demi pemenuhan kebutuhan kehidupan yang bermoral dan berbudaya. Kita perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut agar kita bisa menjalani kehidupan ini secarawajar. Ada berbagai macam cara manusia bisa memenuhi berbagai macam kebutuhan. Namun pada prinsipnya ada dua cara kita bisa memenuhi kebutuhan.

Pertama,dengan cara meminta. Baik mulai dari cara mendapatkan sedekah, warisan, meminta-minta hingga mengemis. Cara ini tidak sepenuhnya bisa diterima oleh masyarakat karena dianggap menyalahi prinsip etika dan peri keadilan. Seseorang hanya boleh meminta-minta bila benar-benar dalam keadaan memaksa. Cara yang terhormat dalam memenuhi kebutuhan adalah dengan BEKERJA.

Dengan bekerja seseorang melakukan suatu karya dan memperoleh imbalan, baik dalam bentuk pendapatan, uang atau pemenuhan kebutuhannya. Seorang buruh mendapatkan upah bila ia bekerja pada majikannya. Seorang nelayan mendapatkan penghasilan bila ia melaut dan menjual hasil tangkapannya. Seorang pedagang mendapatkan uang dengan berjualan. Tentu saja masih ada cara lain dalam memenuhi kebutuhan hidup. Misal, dengan merampok, mencuri, memaksa dan lain sebagainya. Namun hal ini bukanlah carayang bermoral. Karena, dalam hidup ini, cara terhormat agar kita bisa memenuhi kebutuhan kita adalah dengan memenuhi kebutuhan orang lain. Dengan demikian kedudukan kita di antara sesama manusia adalah adil, setara dan sederajat.

B--Mencari Lapangan Kerja

Jelas, kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.
Pertanyaan selanjutnya adalah siapakah yang bertanggung jawab menyediakan lapangan kerja bagi kita? Pemerintah bertanggung jawab pada rakyat untuk menyediakan lapangan kerja. Tugas pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan hidup rakyatnya. Pemerintah mendirikan berbagai bentuk badan usaha milik negara yang bisa menyediakan lapangan kerja bagi rakyat.

Namun, kemampuan untuk menyediakan lapangan kerja tidaklah tidak terbatas. Tugas pemerintah terutama adalah menciptakan situasi negara yang baik dan sehat yang memungkinkan rakyatnya memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan kemauannya. Misal, dengan memberikan keamanan dan keselamatan, mengadakan sarana dan prasarana, menyelenggarakan pendidikan dan lain sebagainya. Masyarakat pun ikut bertanggung jawab dalam menyediakan lapangan kerja, atau setidaknya menciptakan keadaan sosial yang kondusif. Misal, dengan menumbuhkan budaya kerja yang sehat, meninggalkan praktek-praktek perdagangan yang mencekik, menyelenggarakan pendidikan, dan lain sebagainya. Tetapi di atas semua itu, yang paling bertanggung jawab untuk menyediakan lapangan kerja bagi kita adalah DIRI KITA sendiri.
Ini berarti setiap darikita mempunyai kewajiban untuk berusaha dan berikhtiar untuk menemukan lahan yang akan digarapnya dan dijadikan sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan. Setiap orang bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Ini adalah prinsip hidup yang menunjukkan kematangan dan kemuliaan seorang manusia.

C--Bagaimana Kita Bekerja?

Kebanyakan dari kita memenuhi kebutuhan adalah dengan bekerja pada orang lain, yang biasa disebut dengan majikan. Secara suka rela kita melakukan apayang diminta oleh majikan dan mengharap imbalan dalam bentuk upah atau gaji. Dengan posisi seperti ini, kita biasa disebut sebagai buruh, pegawai atau karyawan. Di hadapan majikan, seorang pegawai atau buruh seringkali di sebut sebagai bawahan. Dalam hubungan kemanusiaan, hubungan antara majikan dan karyawannya adalah setara dan sederajat. Namun banyak orang yang seolah-olah lupa akan hal ini. Seorang bawahan seringkali meletakkan derajat dirinya sedemikian rendah sehingga begitu takut kalau ia akan kehilangan pekerjaan. Rasa takut ini tumbuh dari sebuah paradigma bahwa yang bertanggung jawab menyediakan kerja bagi dirinya adalah orang lain.
Ini yang biasa disebut sebagai mental pegawai. Padahal telah dijelaskan di atas, bahwa seorang manusia yang beradab, luhur dan mulia adalah manusia yang benar-benar meletakkan semua tanggung jawab kehidupannya pada pundaknya sendiri.

Atas dasar itu, ada sebagian orang yang lebih suka memilih untuk tidak bekerja pada orang lain, melainkanMENCIPTAKAN USAHA SENDIRI.

Ada sebuah ungkapan yang menarik dari Amir. MS:"Mencari kerja susah. Menciptakan kerja juga susah. Sama-sama susah. Tapiada bedanya. Menciptakan kerja, jelas lebih mulia, lebih berharga, dan lebih bangga!"
Bekerja pada orang lain bukan hal yang tercela. Namun menjadi "majikan" bagi diri kita sendiri sekaligus bagi orang lain adalah sesuatu yang mulia. Itulah prinsip yang dimiliki oleh mereka yang berjiwa wiraswastawan.

D--WiraswastaWira berarti BERANI, PATRIOTIK.

Swa berarti MANDIRI. Sta berarti BERDIRI. Maka secara sederhana Wiraswasta berarti orang yang berani mendiri untuk berdiri sendiri. Dalam kaitannya dengan pembahasan kita, wiraswasta adalah orang yang berani untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja secara mandiri di atas kemampuannya sendiri. Sebenarnya di dalam kerja kita sebagai seorang karyawan terkandung juga nilai-nilai wiraswasta di atas. Jika seorang karyawan bekerja dengan paradigma pengusaha, sehingga dalam setiap langkahnya ia selalu memajukan perusahaan, maka ia pun sebenarnya telah menerapkan jiwa kewiraswastaannya. Namun, dalam pembahasan ini, yang kita maksudkan dengan wiraswasta adalah mereka yang menciptakan kerja bagi dirinya sendiri. Mereka tidak tergantung pada majikan, karena mereka adalah majikan bagi diri mereka sendiri juga bagi orang lain yang bekerja pada mereka. Mereka benar-benar meyakini dan bertanggung jawab atas kerja mereka sendiri. Karena itulah para wiraswasta sebenarnya adalah manusia yang unggul, yang semestinya kita usahakan untuk tumbuh dalam diri kita masing-masing.

Ada sebuah ungkapan dari Amir. M.S. dalam bukunya "Wiraswasta" yang sangat menarik. Beliau menulis demikian: "Bukankah lebih baik tangan yang memberi, daripada tangan yang menerima. Bukankah lebih terhormat tangan yang di atas, daripada tangan yang di bawah. Bukankah lebih mulia menjadi induk semang, daripada menjadi anak semang. Bukanlah lebih baik menjadi kepala kancil, daripada menjadi ekor gajah. Bukankah lebih baik tangan yang dikotori oli, daripada tangan yang bergelimang dosa korupsi dan kolusi."

DI ATAS RASA AMAN DAN KEBEBASAN

Seorang pegawai berkata, hidupnya tenang karena memiliki pekerjaan tetap setiap bulan.
Ia tak perlu khawatir bagaimana mencari nafkah bagi diri dan keluarganya. Ia merasa bisa menatap masa depan dengan pandangan yang lebih cerah. Namun, seorang wirausaha berkata, hidupnya merdeka karena bebas mengusahakan apa yang ia inginkan.
Ia tak perlu selalu terkekang pada berbagai macam aturan. Ia merasa bisa mengemudikan masa depan diri dan keluarganya.

Kualitas kehidupan apa yang hendak kita pilih? Bukankah tak perlu ada pertentangan antara kebebasan dan rasa aman. Karena di atas semua itu, seharusnya kita mampu berdiri tegak dengan sebuah tanggung jawab penuh.
Tanggung jawab bahwa kita bertanggung jawab atas hidup kita ini.
Tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kehidupan kita, selain diri kita sendiri. Rasa tanggung jawab inilah yang memberikan kebebasan. Rasa tanggung jawab ini pulalah yang menumbuhkan ketentraman.

Thursday, October 25, 2007

BOTOL MINYAK

William Hart

Seorang ibu menyuruh seorang anaknya membeli sebotol penuh minyak. Ia memberikan sebuah botol kosong dan uang sepuluh rupee. Kemudian anak itu pergi membeli apa yang diperintahkan ibunya. Dalam perjalanan pulang, ia terjatuh. Minyak yang ada di dalam botol itu tumpah hingga separuh. Ketika mengetahui botolnya kosong separuh, ia menemui ibunya dengan menangis,"Ooo... saya kehilangan minyak setengah botol! Saya kehilangan minyak setengah botol!"
Ia sangat bersedih hati dan tidak bahagia. Tampaknya ia memandang kejadian itu secara negatif dan bersikap pesimis. Kemudian, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee lagi. Kemudian anaknya pergi. Dalam perjalanan pulang, ia juga terjatuh. Dan separuh minyaknya tumpah. Ia memungut botol dan mendapati minyaknya tinggal separuh. Ia pulang dengan wajah berbahagia. Ia berkata pada ibunya, "Ooo... ibu saya tadi terjatuh. Botol ini pun terjatuh dan minyaknya tumpah. Bisa saja botol itu pecah dan minyaknya tumpah semua. Tapi, lihat, saya berhasil menyelamatkan separuh minyak." Anak itu tidak bersedih hati, malah ia tampak berbahagia.
Anak ini tampak bersikap optimis atas kejadian yang menimpanya. Sekali lagi, ibu itu menyuruh anaknya yang lain untuk membeli sebotol minyak. Ia memberikan sebuah botol dan uang sepuluh rupee. Anaknya yang ketiga pergi membeli minyak. Sekali lagi, anak itu terjatuh dan minyaknya tumpah. Ia memungut botol yang berisi minyak separuh dan mendatangi ibunya dengan sangat bahagia. Ia berkata, "Ibu, saya menyelamatkan separuh minyak."Tapi anaknya yang ketiga ini bukan hanya seorang anak yang optimis. Ia juga seorang anak yang realistis. Dia memahami bahwa separuh minyak telah tumpah, dan separuh minyak bisa diselamatkan.
Maka dengan mantap ia berkata pada ibunya, "Ibu, aku akan pergi ke pasar untuk bekerja keras sepanjang hari agar bisa mendapatkan lima rupee untuk membeli minyak setengah botol yang tumpah. Sore nanti saya akan memenuhi botol itu.

"Pojok Renungan Editor: Kita bisa memandang hidup dengan kacamata buram, atau dengan kacamata yang terang. Namun, semua itu tidak bermanfaat jika kita tidak bersikap realistis dan mewujudkannya dalam bentuk KERJA. (08042002)
(Disadur dari: William Hart, The Art Of Living)

****************************************************************************
Stopper: Secara sederhana, wirausahawan adalah mereka yang mengerti bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara hambatan dan kesempatan. Dan, mereka mampu mengubah keduanya demi keuntungan mereka. (Victor Kiam)

Apa perbedaan antara hambatan dan kesempatan? Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandangnya. Selalu ada kesulitan dalam setiap kesempatan; dan selalu ada kesempatan dalam setiap kesulitan. (J. Sidlow Baxter)

Pertanyaan yg tak perlu dijawab

Jika seseorang bertanya pada anda, "Hal apa yang paling berharga yang telah anda dapatkan dalam hidup ini?"
Maka, jawaban apa yang anda berikan?
Apakah anda menunjukkan berapa banyak uang, tabungan dan kekayaan yang telah anda peroleh?
Padahal siapa pun tahu, seringkali uang bukanlah hal yang paling berharga dalam hidup ini. Apakah anda membanggakan kesehatan dan kekuatan diri anda? Padahal siapa pun tahu, pada waktunya tubuh akan menua dan renta. Atau apakah anda membuktikan kepandaian dan kepiawaian anda? Padahal siapapun tahu, setinggi-tinggi langit selalu ada langit di atasnya.
Hal yang paling berharga dalam hidup ini sesungguhnya adalah kebahagiaan bathin kita. Manusia siap menukar apa pun demi kebahagiaan hidupnya. Sayang, tak seorang pun mampu mengukur seberapa berharga kebahagiaan yang telah kita temukan dalam hidup ini. Kebahagiaan memang bukan untuk diukur, atau bahkan dipertanyakan.
Maka mungkin, jawaban terbaik atas pertanyaan itu adalah senyuman tanpa kata, namun penuh makna.

Ranjau yg meledak puluhan tahun kemudian

Percayakah anda, sebuah dendam dan kebencian yang ditebar hari ini mungkin membuahkan celakanya bagi generasi mendatang?
Bila anda sangsi, mari tanyakan pada seorang anak yang kakinya hancur karena menginjak ranjau yang ditanam saat perang puluhan tahun silam.
Peperangan mungkin telah lama usai.
Namun, sisa-sisa amarah, bekas-bekas angkara, dan jejak-jejak amuk takkan hilang begitu saja. Bahkan, kita tak pernah tahu kapan semua itu akan tersapu bersih. Meski damai telah dijabattangankan, siapa bisa menjamin tak ada penyesalan di kemudian hari?

Betapa mahalnya sebuah kemurkaan. Itu mengapa kita diajarkan untuk tidak hanya mempertimbangkan apa yang terjadi pada esok hari akibat perbuatan kita hari ini.
Semakin jauh kita memandang ke depan, semestinya semakin besar nilai perbuatan kita hari ini.

Friday, September 21, 2007

KARYAWAN BERMASALAH

Konsultasi Alternatif:
KARYAWAN BERMASALAH

Tanya: Saya memiliki seorang staff yang akhir-akhir ini menimbulkan masalah. Laporannya selalu terlambat. Kurang disiplin. Sering absen. Suka mengabaikan aturan yang sudah disepakati. Bahkan, hubungan dengan kepala seksinya agak sengit. Sebenarnya ingin sekali saya menegurnya tapi khawatir juga kalau-kalau ia semakin ngambek atau malah pindah kerja. Maklum, ia adalah karyawan spesialis terbaik di bidangnya. Apa yang bisa saya lakukan?

Jawab: Tidak bisa tidak, anda harus segera menangani masalah tersebut. Bila anda menunda-nunda untuk menyelesaikannya, bisa jadi staff bermasalah atau rekan-rekan lain akan menilai anda mau menerima perilaku negatif yang ditunjukkannya. Ini sungguh tidak efektif, malah mengundang hal-hal yang lebih buruk lagi. Maka anda harus panggil ia dan bicarakan hal-hal apa yang tidak anda setujui. Tunjukkan perilaku apa yang anda harapkan darinya. Bila ia dapat memahami maksud anda, maka mintalah komitmen bahwa ia akan berusaha untuk memenuhi apa yang menjadi kesepakatan bersama.

Namun, yang terpenting dalam pembicaraan anda dengan staff bermasalah tersebut adalah kesediaan anda untuk mau menggali dan mendengarkan latar belakang masalahnya. Seringkali masalah karyawan hanyalah gejala dari masalah lain yang mendasar namun tidak terlihat. Jangan berhenti pada masalah-masalah yang tampak di permukaan, karena bisa jadi ada masalah lain yang lebih besar. Bukalah pikiran, persepsi dan hati anda untuk mau menerima setiap keluhan, kritik bahkan protes dari staff anda. Dalam hal ini, anda juga harus menunjukkan komitmen untuk melakukan perbaikan bila apa yang disampaikan staff anda ternyata benar.

Meski kita dituntut untuk selalu efektif, namun dalam hal mengatasi karyawan yang bermasalah, waktu bukanlah faktor yang harus dibatasi dengan ketat. Diperlukan kesabaran dan kehati-hatian. Barangkali staff anda sulit mengutarakan persoalannya sehingga perlu "pemanasan" suasana dari hati kehati. Sebaiknya tidak segera memutuskan pembicaraan hingga seluruh gambaran tampak dengan jelas. Bisa jadi keterbukaan itu muncul pada detik-detik terakhir anda merasa kelelahan. (03042002)

CORETAN KANVAS PERJALANAN KITA

Seorang penyair berlayar. Ia mendarat membawa berlembar-lembar puisi yang bercerita tentang perjalanannya. Seorang pelukis mendaki gunung. Ia turun membawa bergulung-gulung kanvas bercoretkan pemandangannya. Seorang penyanyi berkeliling negeri. Ia pulang membawa senandung nada bernyanyikan pemahamannya. Memang demikian adanya. Seseorang pergi, lalu kembali dengan cerita tentang perjalanan, pengalaman, dan tentu saja pemahamannya. Bila bukan untuk mengalami, untuk apa seseorang melakukan perjalanan. Bila bukan untuk memahami, untuk apa seseorang mencerap pengalaman.

Lagu pemahaman selalu berkomposisikan keburukan dan keindahan. Lukisan pengalaman selalu berwarna terang dan gelap. Sedangkan puisi perjalanan selalu berbaitkan kesenangan dan kesedihan. Bukankah itu pula yang kelak dibawa, sekembalinya kita dari perjalanan di muka bumi ini?

Thursday, September 20, 2007

BILA ORANG LAIN TAHU ANDA MELAKUKAN KESALAHAN

Suatu saat, pasti kita akan melakukan kesalahan, dan orang lain akanmenyalahkan kita. Pasti pula kita akan merasa malu, cemas, dan kesal. Namun,yang terjadi tak mungkin kembali. Kita harus mengatasi situasi yang tak mengenakkan itu.
Dan, salah satu cara cepat untuk menghadapi tudingan dariorang lain adalah dengan membalik tudingan mereka. Kalau mereka berkata,"anda keliru", kita pun menjawab, "anda juga begitu." Kesalahan dibalas dengan kesalahan.
Kehilangan muka dilawan dengan mempermalukan orang lain.Ah, betapa menggodanya balas-membalas seperti ini. Sayangnya, itu takkan mempertemukan kita pada jalan perbaikan, selain hanya menegangkan urat leher tanpa guna. Bila kita menghabiskan tenaga untuk berpikir keras mencari-cari kesalahan orang lain demi mengobati rasa malu kita, mengapa tak kita gunakan energi yang sama untuk mencari sebuah pemecahan? Malu semestinya dijawab dengan sikap bertanggung jawab. Tuduhan bukan dibalik dengan tuduhan yang hanya akan mengerdilkan arti kematangan pribadi. Bukankah dalam hati yang dalam,kita sadar dan tahu bahwa sebuah kekeliruan hanya patut dibalas denganperbaikan.

BILA ORANG LAIN TAHU ANDA MELAKUKAN KESALAHAN

Suatu saat, pasti kita akan melakukan kesalahan, dan orang lain akanmenyalahkan kita. Pasti pula kita akan merasa malu, cemas, dan kesal. Namun,yang terjadi tak mungkin kembali. Kita harus mengatasi situasi yang tak mengenakkan itu.

Dan, salah satu cara cepat untuk menghadapi tudingan dariorang lain adalah dengan membalik tudingan mereka. Kalau mereka berkata,"anda keliru", kita pun menjawab, "anda juga begitu." Kesalahan dibalas dengan kesalahan.

Kehilangan muka dilawan dengan mempermalukan orang lain.Ah, betapa menggodanya balas-membalas seperti ini. Sayangnya, itu takkan mempertemukan kita pada jalan perbaikan, selain hanya menegangkan urat leher tanpa guna. Bila kita menghabiskan tenaga untuk berpikir keras mencari-cari kesalahan orang lain demi mengobati rasa malu kita, mengapa tak kita gunakan energi yang sama untuk mencari sebuah pemecahan? Malu semestinya dijawab dengan sikap bertanggung jawab. Tuduhan bukan dibalik dengan tuduhan yang hanya akan mengerdilkan arti kematangan pribadi. Bukankah dalam hati yang dalam,kita sadar dan tahu bahwa sebuah kekeliruan hanya patut dibalas denganperbaikan.

E + R = O

Dalam hidup dan kehidupan, banyak terjadi berbagai hal baik yg sesuai atau tidak sesuai dng harapan kita, maka hasil yg kita dapatkan adalah kumulasi dari event atau kejadian yg terjadi, ditambah dengan response atau reaksi yg kita berikan, menghasilkan outcome atau hasil yg kita hadapi kemudian.
Rumusan sederhananya adalah : E + R = O (Event + Response = Outcome).
Inilah hal yang ditulis oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle.
Dimana hasil yang kita dapatkan adalah buah dari kemampuan kita bereaksi terhadap segala kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita sehari – hari.

Misalnya saja, terjadi suatu kejadian dalam kehidupan kita.
Anda bisa memilih reaksi anda, apakah anda berusaha melihat pelajaran atau kesempatan apa yang bisa anda ambil dari kejadian tersebut daripada anda menyalahkan mengapa hal itu terjadi pada anda.
Misalnya saja, dalam suatu perjalanan, anda berangkat lebih pagi ke airport agar tidak terlambat naik pesawat.
Tak disangka, pesawat anda justru delay 3 jam!
Bebrapa penumpang mulai marah–marah dan komplain terhadap maskapai penerbangan yang delay tersebut.
Setelah merasa gelisah selama 15 menit, anda pun menyadari bahwa tidak ada yang bisa anda lakukan untuk mengubah jadwal delay tersebut.
Maka anda mulai membaca sebuah buku yang belum anda selesaikan.
Usai membaca, ternyata pesawat anda delay lagi 2 jam!
Maka segera saja anda keluarkan laptop yang anda bawa untuk menyelesaikan sebuah presentasi seminar yang belum sempurna misalnya.
Ketika anda sedang mengerjakan presentasi tersebut, seorang bapak menegur anda.
Beliau menanyakan presentasi apa yang sedang anda kerjakan dan apa pekerjaan anda.
Maka andapun bercerita tentang bisnis dan kegiatan anda serta topik–topik seputar bisnis.
Tak disangka, ternyata bapak tersebut menawarkan kesempatan bagi anda untuk berbicara di perusahaannya. Demikianlah, suatu delay pesawat yang menyebalkan bagi anda berubah menjadi kesempatan bisnis yang menguntungkan.
Dari sini anda bisa melihat, anda bisa memilih reaksi apa yang akan anda munculkan.
Bisa saja anda terus mengomel, marah, dan melakukan blaming terhadap kejadian itu, maka tida ada juga yang anda peroleh. Tapi bila anda bisa mengubah reaksi anda, memanfaatkan celah dan kesempatan yang ada dari suatu kejadian betapapun buruknya, anda pasti juga akan memperoleh hasil yang baik dari kejadian tersebut.
Pandai-pandailah memilih reaksi apa yang akan anda munculkan dalam menghadapi suatu kejadian. Anda bisa saja hanya bertindak pasif dan menerima kejadian tersebut.
Tapi anda bisa juga melakukan change dan mendapatkan hasil yang luar biasa dari kejadian yang tampaknya buruk sekalipun.

Surat Dari Tuhan

(penerbangan gratis - Al Jenazah Airlines layanan 24 jam penuh)
Mohon maaf bagi yang tidak berkenan.

Tentunya kita pernah mengalami satu penerbangan baik domestik atau international,
namun penerbangan kali lain........ pingin tahu, mari kita kupas bersama....

Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini menuju ke alam peraduan, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.

Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23 kg, tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi 'Laailaahaillallah'
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.

Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Changi internatoonal,
Heathrow Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang tunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa.
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.

Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.


Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Hanya ingat!!!.... Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan'.
dan tidak boleh protes !!!... Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan....

Saat penerbangan anda berangkat......tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah,
atau ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun....
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.
Mati dan dikubur .................

Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur...tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini.....sangat tidak bijak dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

SATU MENIT

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke Masjid untuk disumbangkan;
tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit
Namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun
betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya a pabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra
Namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.

Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur'an
Tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser
Namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata,
Namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu
Namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur'an;
Namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran
Namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya
Namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat kumandang adzan menggema.

Monday, February 12, 2007

Merangkul Kesedihan, Cinta melahirkan keajaiban

Setiap manusia dilahirkan dengan sebuah kelengkapan perasaan, ada suka ada duka, ada sakit ada kenikmatan, ada kecintaan ada kepedihan, ada manis ada pahit, ada kebahagiaan dan ada kesedihan. Mereka datang sebagai saudara kembar, yang silih berganti menjenguk kita, menemani kita dan membesarkan diri dan jiwa kita.

Cinta melahirkan keajaiban, cinta menciptakan pesawat terbang, menemukan benua Amerika, membuat komputer dan internet, serta mati di atas kayu salib. Cinta melahirkan kebesaran dan keagungan. Cinta yang agung salalu menyentuh kita dan menitikkan air mata haru.

Kita harus belajar menikmati kesedihan kita. Kegagalan adalah saudara kembar kesuksesan, tak ada arti tawa bila tangis tidak kita lalui. Lihatlah betapa dekat mereka. Orang yang sangat berbahagia akan menangis dan orang yang sangat sedihpun tertawa hambar. Hidup penuh dengan semua hal itu dan terjadi pada semua orang. Presiden ataupun tukang becak akan sama bahagia dan sedihnya menghadapi keagungan kehidupan ini.

Ketika kita sudah mulai dapat menikmati kesendirian kita tanpa kesepian, merangkul kesedihan kita tanpa menyalahkan, maka secara perlahan kita mampu mengupas duka kita sehelai demi sehelai dan menjadikannya rasa syukur dan suka cita.

Ketika kita mengejar sukses dan kebahagiaan, kita akan terperangkap dan terjebak pada hutan liar, kupu-kupu hanya akan datang sendiri saat kita diam dan termenung menikmati kesedihan kita. Karena ketika ketenangan menjenguk kita, semua akan terlihat lebih terang, tanpa perlu menyilaukan.

Kegelapan dapat menyembunyikan meja, kursi, pohon, batu, gunung, tetapi ia tidak dapat menyembunyikan cinta. Nikmatilah apapun yang datang dan menjenguk anda. Arti terbesar hidup ini pada akhirnya adalah perjalanan hidup ini sendiri. Tidak ada tujuan akhir, yang ada hanyalah sebuah perjalanan panjang yang harus kita nikmati.

Satu hal yang mutlak harus terpatri di hati kita : Tidak ada kebencian, tidak ada penyesalan, tidak ada pengurbanan, yang ada hanyalah rasa syukur yang dalam dan cinta tanpa batas waktu.

Mengetahui dan Melakukan

Satu hal yang menunjukkan beda orang sukses dan belum sukses. !!!!!

Apa itu ? Penasaran dan pingin tahu. bayar dulu dong ...... hee.. hii....... (dlm hidup ini tidak ada yang gratis, coba lihat dari makan di MD, KFC semuanya kena pajak .... belanja......, parkir;.., bahkan sampai buang air besar kecil tidak lepas dari pungutan kencleng kebersihan, lama-lama bernafas juga harus bayar..... jangan salah pemakaman umum di cikutra 2x1 juga kena pajak booo..................

Perbedaan tersebut adalah bagi orang-orang yang belum sukses ini selalu berkata ;"Saya tahu bahwa saya harus mengerjakan sesuatu. Tapi........"
Hal ini menunjukkan bahwa dia tahu, bahwa dia harus bertindak, tapi tidak melakukan apa-apa. Ini yang penting, bahwa knowing dan doing adalah sesuatu yang berbeda sekali.
Banyak orang yang belum sukses dan berkata, "Saya sudah tahu cerita itu atau Saya sudah mengerti akan hal itu". Tapi kemudian pertanyaan berikutnya adalah apakah anda sudah melakukannya?
Kalau tidak, maka percuma. Segala pengetahuan yang anda miliki tidak akan bisa berguna dan tidak bermanfaat kecuali bila anda memanfaatkannya .

Sebagaimana dikatakan oleh Jack Canfield dalam bukunya The Success Principle mengatakan, "Do Your Own Push Up!"
Kurang lebih artinya adalah anda tidak bisa menggaji atau membayar orang lain untuk melakukan hal-hal tertentu yang benefitnya akan anda rasakan sendiri.
Ibaratnya bila anda ingin berbody binaragawan seperti ade ray, anda tidak bisa menyuruh orang lain untuk melakukan push up bagi anda, tapi anda sendirilah yang harus berlatih dengan tekun.

Demikian pula dalam usaha/pekerjaan/bisnis/dagang, dll. Bila anda telah mengetahui bahwa anda harus bekerja dengan tekun dan smart untuk sukses, maka anda harus melakukannya sendiri. Bila orang lain yang melakukannya, maka dialah yang akan sukses, bukan anda! Bila anda tahu kalau anda butuh network yang baik, kerja keras, dan kreatifitas, maka langkah selanjutnya bagi anda adalah melakukan hal-hal yang anda perlukan tersebut secara riil.

Banyak orang mengatakan, "Saya sudah tahu kalau saya mulai usaha/pekerjaan/bisnis ini dengan begini begitu, saya akan sukses". Maka seandainya ia melakukan apa yang dipikirkannya tersebut, niscaya dia benar-benar akan menemui kesuksesan. Tapi bila anda tidak melakukannya apa gunanya?

Anda bisa berkata "Saya sudah tahu dari dulu, saya sudah mengerti kalau akan jadi seperti itu dari dulu". Lalu mengapa tidak dilakukan? Jika kemudian anda menemui orang lain, kolega anda, atau kawan - kawan yang lebih muda sukses karena melakukan seperti yang anda katakan dulu, mungkin anda bisa bilang "Saya sudah tahu pasti akan sukses kalau dilakukan begitu". Lalu mengapa tidak anda lakukan sendiri? Mengapa anda tidak melakukannya sampai orang lain mendahului anda melakukannya dan meraih sukses yang semestinya jadi milik anda itu? Memang dalam memulai segala hal ada resiko kegagalan. Tapi disitulah letak bedanya orang yang hanya knowing (mengetahui) dan berani doing (melakukan).

Orang yang berani mengambil tindakan mungkin akan gagal, tapi dia akan bertindak lagi dan mencoba lagi sampai akhirnya berhasil. Sedangkan orang yang hanya knowing saja tidak akan mengalami perubahan apapun. Dia tidak melakukan apapun, tidak gagal, tapi juga tidak akan pernah sukses.

Langkah awal anda dalam bertindak adalah landasan dari seluruh kesuksesan yang anda raih. Jadi apapun yang anda ketahui, pahami, dan mengerti bahwa itu baik untuk usaha/pekerjaan/bisnis/dagang anda, segeralah wujudkan hal-hal tersebut dalam bentuk nyata. Jika tidak, maka tidak akan ada gunanya sama sekali.

Thursday, December 07, 2006

MENYUSUN PRESENTASI DENGAN FORMULA "POWER"

Banyak orang yang lebih baik memilih sakit gigi ketimbang berpidato,sekalipun hanya di depan sebuah kelompok kecil. Banyak orang yang tiba-tiba menderita sakit perut sesaat sebelum ia berpidato. Tak sedikit pula orang tampak kehilangan kepribadiannya ketika harus berbicara di depan umum.Kebanyakan mereka memandang pidato sebagai hal buruk yang harus dihindaridengan segala cara. Bagi mereka, berbicara di depan umum adalah penghalang bukan kesempatan; masalah bukan solusi.

Padahal kenyataannya yang benar adalah sebaliknya. Tidak ada kesempatan yang lebih besar untuk meraih produktivitas, keuntungan, dan imbalan daripada membuka mulut untuk memaparkan isi hati dan pikiran anda. Bahkan kini adasuatu kebutuhan mendesak akan interaksi personal yang lebih baik. Dalamskala multinasional, komunikasi yang baik tidak hanya penting, tetapi jugamutlak esensial bagi keberhasilan penyelesaian transaksi-transaksi yangpeka dan kompleks. Salah satu keunggulan karakteristik yang dimiliki manajer yang berhasil adalah mereka komunikator yang lebih baik dibandingrekan-rekan mereka yang bertumbangan.

Mari kita lihat orang-orang sukses berikut ini. Lee Iacocca berhasil mengeluarkan Chrysler dari reruntuhan dan mengangkatnya ke tempat terhormat.John Scully membangun Apple menjadi adidaya dunia yang menantang IBM. JackWelch menjadikan General Electric sebagai model perusahan awal ke 21. Norman Schwarzkopf tiba-tiba melejit seperti pedang keadilan dalam pertempuranBadai Gurun. Mereka tidak hanya memiliki kompetensi pada pekerjaan mereka.Mereka juga memiliki visi yang jelas serta kemampuan untuk mengkomunikasikan pengetahuan, informasi dan visi mereka.

Ambil contoh, Lee Iacocca adalah "insan" terbaik pada jamannya. Ia memiliki kompetensi pada industrinya, mulai dari pucuk sampai dasar, dari desain,rekayasa, manufaktur sampai ke penjualan. Ia memahami kemana Chrysler akandibawa. Visinya jelas dan tak pernah goyah: Chrysler harus mampu mengungguli Ford dan General Motor. Ia berhasil mewujudkan semua itu dengan jalanmenggunakan salah satu senjata yang paling ampuh: komunikasi yang hebatuntuk membujuk dan mengilhami. Pertama ia berhasil membujuk Kongres agar memberikan pinjaman raksasa yang ternyata bisa ia lunasi dalam dua tahun ditambah bunga. Kemudian ia membangkitkan para karyawan untuk menghadapi tantangan masa depan. Lalu ia pergi ke TV dan berseru pada Amerika, "Jika anda bisa menemukan mobil lebih baik dengan harga itu, belilah!" Maka jutaan orang membeli Chrysler. Kompetensi. Kejelasan. Dan, Komunikasi.

Tentu saja, pertama anda harus memiliki pesan yang pantas disampaikan yang membuat dunia akan memasang telinga bagi anda. Kedua, anda harus memahami audiens dan apa yang sebenarnya ingin mereka dengarkan. Kemudian anda bisa menyusun persiapan presentasi anda. Inti buku ini adalah tips-tips bagaimana anda menyusun rancangan presentasi dengan menggunakan formula POWER; yaitu:
P untuk Punch; pembukaan yang kuat, pembukaan dengan tonjokan.
O untuk One Theme; satu tema untuk setiap presentasi.
W untuk Window; memberikan contoh-contoh spesifik untuk mendukung tema.
E untuk Ear; berbicara dengan gaya konvensional dan tidak kaku.
R untuk Retention; menutup presentasi dengan ingatan yang kuat.

Masing-masing unsur dalam formula POWER akan dirangkum dalam seksi-seksi berikut. Namun ada baiknya anda memahami tujuh larangan keramat yang harusanda hindari dalam menyusun sebuah presentasi, yaitu:

1--Presentasi tidak dirancang dengan baik. Anda harus merancang presentasi dengan baik, meletakkan susunan dengan urutan yang baik.

2--Merencanakan presentasi terlalu lama. Bila anda memiliki aktu 40 menit,maka gunakan 18 menit untuk berbicara dan 22 menit untuk tanya jawab.

3--Menggunakan terlalu banyak alat bantu visual. Ini akan membingungkan anda sendiri sehingga seringkali keliru dalam menggunakan dan mengambil alat peraga.

4--Menyampaikan bahan terlalu banyak. Fokuskan saja pada satu atau beberapa bahan yang menunjang satu tema besar presentasi anda.

5--Membiarkan presentasi mendominasi segala sesuatu, termasuk anda sendiri.Jangan abaikan pesan besar, butir-butir utama. Jangan hanya memusatkan perhatian pada usaha menyampaikan detail-detail terlalu banyak.

6--Tidak mengingatkan audiens pada akhir presentasi. Yang paling penting dalam sebuah presentasi adalah anda harus memberikan "buah tangan" untuk dibawa pulang oleh audiens sehingga mereka tetap mengingat isi presentasi anda meski sudah lewat satu minggu.

7--Tidak memiliki keyakinan presentasi sendiri. Persiapan yang serius takkan berarti bila anda tidak berkeyakinan penuh pada presentasi anda, maka anda akan tampil dalam keadaan gelisah dan gemetar.

****************************************************************************
Stopper:Rahasia untuk maju adalah memulai. Rahasia untuk memulai adalah memecah tugas-tugas rumit yang membanjiri anda menjadi tugas-tugas kecil yang bisa anda manaje, kemudian anda mengerjakannya pertama kali. (Mark Twain)

Manajemen adalah efisiensi dalam mendaki tangga kesuksesan; kepemimpinan menentukan agar tangga tersebut bersandar pada tembok yang benar. (StephenCovey)

Waktu adalah sumber daya yang paling langka bagi manajer. Jika tidak di manaje, tak ada hal lain yang bisa dimanaje. (Peter Drucker)

BEBASKAN DIRI ANDA DARI JEBAKAN HUTANG

Ah, betapa bahagianya bila kita benar-benar memiliki apa yang kita "miliki".
Akui saja, betapa banyak orang "memiliki" harta, mendiami rumah atau
mengendarai kendaraan atas nama "bukan" miliknya sendiri; melainkan atas
nama sebuah kertas pengakuan hutang. Akui saja, betapa banyak orang memburu
kepemilikan, padahal yang digenggamnya hanyalah sebuah pinjaman. Dan,
agaknya kini segala sesuatu yang berhubungan dengan hutang piutang menjadi
begitu mudah didapat. Kita memang patut berterima kasih, karena dengannya
banyak orang bisa meraih kesejahteraan hidup yang lebih baik.

Namun, sungguh tak sama antara pinjaman demi kesejahteraan hidup dengan
pinjaman yang menjerat hidup. Jauh lebih menyenangkan bila anda terbebas
dari jerat hutang. Jauh lebih membebaskan bila anda memiliki apa yang anda
miliki. Pertimbangkan apakah anda kini sedang berupaya memperbaiki kehidupan
anda atau memperburuknya. Sejatinya, kita berhutang sepenuhnya pada hidup
ini, namun hidup tak pernah menagihnya pada kita. Tidak juga beserta
bunga-bunganya.

Tuesday, June 06, 2006

RAPAT TIKUS

Pada suatu hari, masyarakat tikus bersidang membicarakan masalah yang sedang hangat saat itu yaitu; bagaimana menghindarkan kematian tikus yang karena dimangsa kucing, mengingat semakin banyak saja tikus yang mati sia-sia.
Berbagai pendapat dan argumentasi disampaikan, akhirnya disepakatilah suatu keputusan yaitu :

kucing-kucing tersebut akan dipasangi suatu tanda yang bisa berbunyi bila kucing tersebut berjalan (dalam bahasa jawa alat tersebut dinamakan : "klintingan"). Jadi alat berfungsi tersebut sebagai alarm / tanda bahaya bagi para tikus, bahwa di sekitarnya ada kucing yang setiap saat bisa memangsanya.

Semua Tikus peserta rapat setuju dan puas, namun ketika rapat akan ditutup tiba-tiba seekor tikus mengajukan pertanyaan, "Siapa di antara kita yang akan memasang alat tersebut ke kucing.... ???"

Mendengar pertanyaan itu, semua tikus menjadi bengong dan saling menunjuk satu sama lain. Dan rapat pun berakhir tanpa keputusan.

Simley...! Ide besar takkan berarti apa-apa bila tak seorang pun bersedia berkorban mewujudkannya.


****************************************************************************
Stopper:

Saya tidak tahu siapa kakek saya; saya lebih tertarik pada "menjadi apakah cucu saya kelak".

(Abraham Lincoln)

Berhati-hatilah dengan ucapan anda, anak-anak akan mendengarkannya. Berhati-hatilah dengan tindakan anda, anak-anak akan melihatnya. Dan mempelajarinya. Anak-anak mungkin tidak patuh, tetapi mereka mendengarkan. Mereka akan melihat anda untuk menemukan jalan jalan keluar dan belajar bagaimana menjadi orang. Jadi, berhati-hatilah sebelum anda berkata, "Anak-anak dengarkan saya." Mereka akan mendengarkan. (Witch in Into the Woods (1990)

Tetaplah Menghiasi Diri Anda Sebaik-baiknya

Apakah anda pernah tersipu-sipu karena kepergok tanpa riasan muka? Atau, mungkin anda pernah malu luar biasa karena salah mengenakan pakaian pada suatu acara? Sejak kecil, sadar atau tidak, kita belajar untuk berdandan, memilih baju yang kita sukai, menyisir menurut kesenangan, dan menghiasi diri sebaik-baiknya. Kita berusaha menampilkan citra yang kita inginkan. Ada masanya kita gelisah dengan potongan rambut, berganti-ganti warna pakaian, atau mungkin sedih dengan bentuk garis mata. Itulah salah satu alasan mengapa mode bisa berubah lebih cepat daripada cuaca di musim tak tentu. Itu semua tak mengapa. Karena pada masanya kelak, anda akan merasa tentram dengan semua yang anda miliki. Anda menyebutnya sebagai masa ketenangan; atau barangkali masa kematangan. Masa di mana anda telah menemukan dan menerima diri anda sendiri sebagaimana adanya.

Tetaplah berpenampilan baik. Tetaplah menghiasi diri anda. Karena orang yang tak memiliki harga diri biasanya memang tak menghargai penampilan dirinya. Namun, tentu saja, harga terbaik bagi diri anda adalah bila anda mampu menemukan dan menjadi diri anda sendiri. Bersegeralah menjumpai masa ketentraman itu.

Jangan Asal Bekerja Keras

Tak jadi masalah bila anda bekerja keras, berpayah-payah hingga larut malam, serta membanting tulang tak terperi. Asalkan anda menemukan kebahagiaan dalam setiap tetes keringat anda. Atau setidaknya anda merasakan keceriaan dalam setiap gerak kerja anda. Maka kelelahan pun terbayar tunai dengan wajah anda yang berseri-seri. Bukankah hanya kegembiraan yang anda cari selama ini?

Namun semua itu akan sia-sia bila anda mengisi kerja keras anda dengan keluhan dan bersungut-sungut. Apalagi bila tak sedikit orang melontarkan kekecewaannya pada anda. Bukankah kekecewaan mereka amat dengan mudah menjadi kekecewaan anda pula. Di situlah letak perbedaan antara orang yang bekerja karena kelimbungan diri, tak mampu menemukan pijakan yang berharga dalam kerja mereka, dengan mereka yang bekerja penuh kepribadian. Maka, jangan asal bekerja keras; nikmatilah. Bila anda tak menemukannya, tinggalkan. Cari, carilah yang membuat anda menyenangi dan disenangi pekerjaan anda.

JANGAN JADI PEMBANGUN KERAJAAN

Jeffrey J. Fox

Banyak manajer secara keliru berpendapat bahwa memiliki anggaran paling besar atau karyawan paling banyak adalah sebuah jaminan untuk meraih jabatan teratas. Sesungguhnya manajer yang bisa menuntaskan pekerjaannya dengan lebih sedikit uang dan karyawan adalah yang paling dibutuhkan oleh perusahaan.

Jangan mengeluh bila anda diharapkan untuk melakukan lebih dari yang dimungkinkan anggaran anda. Janganlah menjadi manajer yang selalu merasa perlu menambah karyawan baru. Jangan gunakan kekurangan sumber daya sebagai dalih.

Lupakan kerajaan. Promosi dan kekuasaan milik para produsen, bukan administratur karyawan.

(diadaptasi dari: "How To Become CEO", Jeffery J. Fox)

****************************************************************************
Stopper:

Agar mendapatkan nilai sebuah kebahagiaan sepenuhnya, anda harus mempunyai seseorang untuk dibagi.

(Mark Twain)

Lebih baik menjaga mulut anda tetap tertutup dan membiarkan orang lain menganggap anda bodoh, daripada membuka mulut anda dan menegaskan semua anggapan mereka. (Mark Twain)

Mereka yang tidak membaca tidak lebih beruntung dibanding mereka yang tidak bisa membaca. (Mark Twain)

Friday, June 02, 2006

Percaya Diri, Diri yang Mana?


Banyak orang pandai menyarankan agar kita memiliki kepercayaan diri yang
kuat. Pertanyaannya adalah diri yang manakah yang patut kita percayai.
Apakah panca indera kita? Padahal kejituan panca indera seringkali tak lebih
tumpul dari ujung pena yang patah. Apakah tubuh fisik kita? Padahal sejalan
dengan lajunya usia, kekuatan tubuh memuai seperti lilin terkena panas.
Ataukah pikiran kita? Padahal keunggulan pikiran tak lebih luas dari setetes
air di samudera ilmu. Atau mungkin perasaan kita? Padahal ketajaman perasaan
seringkali tak mampu menjawab persoalan logika. Lalu diri yang manakah yang
patut kita percayai?

Semestinya kita tak memecah-belah diri menjadi berkeping-keping seperti itu.
Diri adalah diri yang menyatukan semua pecahan-pecahan diri yang kita
ciptakan sendiri. Kesatuan itulah yang disebut dengan integritas. Dan hanya
sebuah kekuatan dari dalam diri yang paling dalamlah yang mampu merengkuh
menyatukan anda. Diri itulah yang patut anda percayai, karena ia mampu
menggenggam kekuatan fisik, keunggulan pikiran dan kehalusan budi anda.

Thursday, June 01, 2006

KEMITRAAN UNTUK SUKSES

Philip E. Humbert, PhD

Setiap orang yang sukses mengerti bahwa kesuksesan tak dapat diraih oleh
upaya mereka sendiri. Kesuksesan selalu didasarkan pada kemitraan yang
efektif. Setiap bisnis membutuhkan pembeli. Setiap pabrik membutuhkan
pemasok. Setiap pengusaha tergantung pada mitra-mitra keuangan, pemasaran
dan produksi mereka. Bahkan, pedagang bebas pun tergantung pada ribuan orang
yang bekerja dalam suatu mekanisme yang memungkinkan para pedagang bebas itu
bekerja sendiri.

Tetapi ada empat kemitraan dasar yang seringkali tak diperhatikan. Namun,
sebagaimana kemitraan mana pun, bila kemitraan ini diabaikan maka mereka
akan hancur sembari memberikan dampak yang buruk bagi usaha dan hidup anda.
Yang saya maksud di sini adalah kemitraan "internal" - kemitraan dalam diri
sendiri yang mutlak menjadi pondasi bagi keberhasilan jangka panjang anda.

Berikut empat kemitraan yang penting tersebut yang harus anda jaga dan
tumbuh kembangkan agar usaha anda pun berkembang.

1--Kemitraan antara "Pikiran" dan "Hati" anda.

Orang-orang yang melakukan pekerjaan yang mereka benci adalah contoh dari
akibat terkikisnya kemitraan antara "pikiran" dan "hati". Mungkin mereka
tergiur oleh iming-iming keuntungan yang besar, atau sekedar menunjukkan
kesetiaan pada usaha keluarga, mereka bekerja tanpa hasrat hati.. Dan,
hasilnya sama saja. Kita mendapat uang banyak, namun menghabiskannya untuk
mengobati stress. Atau, kita memperoleh prestise keluarga namun tak
menemukan kenikmatan dalam pekerjaan. Logika yang ada dalam pikiran anda dan
hasrat yang ada dalam hati anda harus bekerja sama demi keberhasilan jangka
panjang anda.

2--Kemitraan antara "Tujuan" dan "Nilai" anda.

Seberapa sering anda menyatakan tujuan anda, membangun komitmen untuk
mencapainya, namun kemudian gagal di tengah jalan? Seringkali hal ini
terjadi akibat nilai-nilai diri anda tidak sesuai dengan tujuan yang anda
canangkan. Bila tujuan anda ternyata menimbulkan pertentangan dengan
nilai-nilai anda yang lebih menyukai kebersamaan dengan keluarga, maka nilai
diri itulah yang selalu akan menang. Nilai diri bekerja lebih dalam
ketimbang tujuan. Dan, bila terjadi pertentangan antara tujuan dan nilai,
anda akan gagal meraih tujuan dan merasa sedih setiap saat.

3--Kemitraan antara "Kehendak" dan "Sumber Daya" anda.

Seringkali, kita berusaha mencapai sesuatu yang sebenarnya kita tak memiliki
ketrampilan untuk itu; bahkan kita tak memiliki kemampuan keuangan dan
bakat. Lalu pada akhirnya kita gagal mencapainya. Contoh umum dalam hal ini
adalah berbelanja demi gaya hidup dengan menggunakan kartu kredit. Sungguh
sulit menjalankan usaha tanpa ketrampilan yang dibutuhkan untuk sukses. Saat
kemauan anda dan ketrampilan anda bekerja sama secara efektif, kita menjadi
orang yang kompeten dan ahli di bidangnya. Tetapi bila kemauan dan sumber
daya kita tak saling mendukung, maka hasilnya adalah frustasi dan
kekecewaan.

4--Kemitraan antara "Visi" dan "Usaha" anda.

Banyak pengusaha mempunyai visi sukses yang jelas, tetapi gagal mengubah
visi itu menjadi kenyataan. Sebaliknya, banyak orang yang memiliki energi
dan ambisi yang besar untuk bekerja keras, tapi tanpa tuntunan visi, hasil
kerja mereka akan tercerai berai, tidak konsisten dan tak produktif.
Kesuksesan membutuhkan kemitraan antara visi yang brilian dan kerja keras
yang terfokus pada tidnakan sehari-hari.

Untuk memelihara kemitraan internal ini, maka anda harus melihat dengan
jernih prioritas-prioritas anda secara terus menerus. Review kembali tujuan
dan nilai diri anda. Sesuaikan tindakan dengan visi anda. Untuk mencapai
keberhasilan jangka panjang, anda membutuhkan kemitraan eksternal dengan
rekan-rekan sekerja anda, pemasok dan pembeli, tetapi anda juga memerlukan
kemitraan internal yang kokoh berdasarkan pengetahuan tentang siapakah diri
anda, apa yang anda kehendaki dan kemana anda akan menuju dalam hidup ini.
Peliharalah kemitraan ini dan anda akan dapat melangkah lebih jauh lagi;
bahkan anda akan sampai di puncak keberhasilan.

(Philip E. Humbert, PhD., http://www.philiphumbert.com)

****************************************************************************
Stopper:

Tiadanya keyakinanlah yang membuat orang takut menghadapi tantangan; dan
saya percaya pada diri saya sendiri. (Muhammad Ali)

Orang yang tak memiliki imajinasi tidak memiliki sayap untuk terbang.
(Muhammad Ali)

SETIAP ORANG MEMILIKI PEMBELA


Seburuk-buruknya orang yang anda benci, masihlah ia memiliki pembela. Entah
seorang atau berapa. Bahkan, sejelek-jeleknya orang yang dihujat, dicaci
maki dan disingkirkan oleh masyarakat banyak, tetaplah ia memiliki
pelindung. Para pembela dan pelindung itu memberikan tempat saat ia
disingkirkan; memberikan pertahanan saat ia dijatuhkan. Mengapa demikian?
Karena seburuk-buruknya seseorang di pandangan banyak mata, tetaplah berhak
untuk dicintai. Dan anda pun berhak mencintai orang lain, meski banyak yang
mengangkat tanda tak setuju.

Pahamilah bahwa saat anda menyatakan kebencian anda pada seseorang,
barangkali ada lebih banyak orang yang pernah merasakan kebaikannya.
Sehingga hujatan dan caci maki yang sebenarnya dilontarkan padanya justru
melukai hati orang lain; yang bahkan anda sendiri pun tak tahu, mungkin di
antara mereka ada sekutu-sekutu anda sendiri. Dan, resiko buruk yang bisa
saja terjadi adalah anda kehilangan sekutu-sekutu anda seiring dengan
permusuhan anda dengan lawan anda.

JANGAN TINGGALKAN KESAN BURUK


Bruce Hyland dan Merle Yost

Bawakan diri anda secara terhormat dan penuh integirtas.
Anda tidak pernah tahu, tindakan masa lalu mana yang bisa
kembali menghantui anda.

Renungan:

Sangat berhati-hatilah dalam meninggalkan kesan. Pasti ada
saat-saat andaberniat meninggalkan suatu pekerjaan, dengan
menganggap masa pengabdian anda di situ adalah suatu pengalaman
buruk, dan anda ingin banyak orang tahu betapa busuknya orang-
orang di situ atau betapa mengerikannya tempat itu.

Tapi apakah kesenangan sesaat dengan membeberkan sesuatu pada
banyak orang seimbang dengan kerugian jangka panjang yang bisa
diakibatkannya? Bagaimana jika anda membutuhkan rekomendasi kelak?
Jika anda beranggapan hukum dapat melindungi anda dari gugatan
pihak yang anda jelek-jelekkan, camkanlah sekali lagi.
Ada seribu satu cara lembut untuk menebas anda. Reputasi dan
cerita mudah menyebar ke mana-mana. Kebanyakan pemimpin perusahaan
menjadi anggota kelompok yang sama, bertemu di tempat yang sama,
dan berbincang-bincang pada berbagai acara ramah-tamah.
Jika anda cukup tinggi di tangga kepemimpinan, setiap bos yang
baik akan mencek kebenarannya melalui jaringan informalnya.
Anda jangan bermimpi bisa mengendalikan jaringan ini.

Anda mungkin juga perlu menghidupkan kembali hubungan dalam
perusahaan yang anda tinggalkan, khususnya bila perusahaan
itu bergerak di bidang yang sama atau merupakan pesaing.
Bagaimana kalau perusahaan itu membeli atau merger
dengan perusahaan baru anda? Apa yang terjadi jika anda ingin
terlibat dalam suatu organisasi bergengsi, misalnya klub golf,
dan ternyata di situ sudah ada orang-orang yang berasal dari
tempat lama anda? Apa yang terjadi bila anda memulai usaha
sendiri dan menyadari bahwa anda membutuhkan hubungan-hubungan
lama untuk bisa sukses? Pikirkan masak-masak.

Bahan Renungan:

--Apakah sekarang ini anda berniat menjelek-jelekkan seseorang?

--Jika anda pernah meninggalkan kesan buruk, dapatkah anda
memperbaikinya kembali, dan bersediakah anda melakukannya?

--Bagaimana reaksi anda (baik dalam jangka pendek maupun panjang)
terhadap orang yang mencaci maki dan menjelek-jelekkan nama
serta perusahaan anda kepada orang-orang lain?

(diadaptasi dari "Reflections for Managers," Bruce Hyland
dan Merle Yost)

KUATKANLAH JIWA ANDA


Jadilah laksana pensil. Meski pensil patah berkali-kali, batu jelaga hitam
di dalamnya masih bisa anda pakai untuk menulis. Bahkan hingga ke patahan terakhir, pensil tak kehilangan "jiwanya"; sang batu jelaga hitam itu.
Ketika batang pensil telah lenyap terserut, sang "jiwa" pensil tetap abadi.
Mungkin ia kini telah membentuk sketsa seorang pelukis, atau coretan rumus fisika seorang jenius, atau hanya sekedar garapan pekerjaan rumah seorang murid sekolah dasar. Bahkan ketika sang pelukis atau sang jenius telah tiada, sketsa itu dikenang dalam pigura, dan rumus fisika itu telah mengubah hidup banyak orang.

Jadilah jiwa yang kuat. Meski tubuh anda dipatahkan berkali-kali, jangan sampai kehilangan jiwa kuat anda. Karena kekuatan jiwa mengilhami diri anda sendiri. Dan, ketika jiwa kuat anda mengilhami orang lain, ia menjadi abadi, dikenang dalam tindakan dan mengubah hidup banyak orang. Keabadian memang tidak terletak pada tubuh fisik anda, namun pada jiwa anda; si batu jelaga hitam pensil itu.

Manfaat Bersikap Positif

Mari kita membahas manfaat apa yang sebenarnya dapat diraih dari bersikap positif? Mula-mula kita akan lihat bagaimana sikap positif memberikan manfaat bagi diri sendiri, kemudian bagi orang-orang yang berhubungan dengan kita.

1. Manfaat bagi Diri Anda Sendiri

a. Anda akan menjadi seorang yang lebih efektif. Mari kita lihat kembali bab pendahuluan mengenai berbagai kecakapan manajerial yang seharusnya dimiliki, meliputi: kecakapan berkomunikasi, mengelola waktu, memotivasi, membuat rencana, mendelegasikan wewenang, kepemimpinan, membuat keputusan, negosiasi, dan masih banyak hal lain. Dengan bersikap positif maka anda dapat melakukan semua kecakapanitu dengan lebih efektif.

b. Anda akan nyaman dengan diri anda sendiri. Sikap positif akan memberi rasa nyaman bagi diri anda. Bersikap positif berarti mengetahui ke arah mana anda sedang menuju dalam pekerjaan anda. dengan demikian anda akan melakukan hal-hal yang diperlukan untuk sampai ke tujuan dengan cara yang paling mudah. Sikap positif meningkatkan penghargaan diri anda. Ini akan membuat anda semakin percaya pada diri anda sendiri serta kepada kecakapan manajemen anda. Pada gilirannya akan mempermudah anda untuk mendekati masalah-masalah yang ada dengan sikap yang positif.

c. Prospek karier anda akan meningkat. Barangkali anda tidak terlalu dipusingkan dan merasa bahagian dengan posisi anda sekarang. Itu tak apa. Peningkatan karier adalah konsekuensi dari sikap-sikap positif anda dalam pekerjaan. Karier selalu dikaitkan dengan kinerja. Bila kinerja anda membaik maka prospek karier anda tentu semakin cerah.

2. Manfaat bagi Mereka yang Anda Kelola

a. Mereka akan giat bekerja bagi manajer dan pemimpin yang baik. Ada baiknya anda menyusun daftar sifat-sifta orang yang anda sukai sebagai pemimpin. Misal, tulus, rasa hormat dan lain-lain. Semua itu terjalin dalam sikap positif. Orang lebih menyukai bekerja pada pemimpin yang baik daripada yang sebaliknya.

b. Mereka akan bekerja lebih efektif dalam suatu tim kerja. Bila anda senantiasa berorientasi pada tim maka orang-orang anda akan terdorong lebih mudah untuk bekerja dalam suatu tim pula.

c. Mereka akan lebih termotivasi. Sikap positif akan mempengaruhi motivasi anda dan pada gilirannya akan mempengaruhi motivasi orang-orang yang anda kelola.

d. Mereka akan mempunyai panutan (teladan). Kita mengenal pola kepemimpinan dengan contoh (teladan). Orang-orang anda akan lebih mudah menemukan panutan bagi mereka untuk menentukan berbagai sikap dalam pekerjaannya. Dan contoh itu adalah anda sendiri.

3. Manfaat bagi Mereka yang Mengelola Anda

a. Para manajer atau atasan anda akan dapat mengandalkan anda untuk menyelesaikan sesuatu hal dalam hubungannya dengan kebijakan perusahaan atau organisasi.

b. Kualitas dan efisiensi dari pelayanan dan hasil yang merupakan tanggung jawab mereka akan meningkat.

c. Masalah-masalah yang harus diselesaikan menjadi berkurang. Hal ini akan memberikan lebih banyak waktu bagi pengembangan proaktif dan konstruktif bukannya keterbatasan yang destruktif dan reaktif.

d. Sasaran-sasaran organisasi lebih besar kemungkinannya untuk dicapai.
Sikap positif yang ditunjukkan oleh anda dan orang-orang akan membentuk iklim positif bagi seluruh organisasi.

e. Manajemen menjadi manajemen berdasarkan kualitas, bukan sekedar manajemen berdasarkan pengawasan.

4. Manfaat bagi Klien dan Pelanggan

Tentu sikap positif akan memberikan pengaruh bagi perbaikan banyak hal yang pada ujungnya akan memperbaiki hubungan anda dengan klien dan pelanggan. Ini berarti membuka peluang dan tantangan-tantangan baru, yang meliputi efisien yang lebih tinggi, pelayanan yang lebih baik, kualitas yang lebih baik dan kepercayaan yang lebih besar.

Bukan hanya itu, barangkali ada banyak orang di luar sana yang memiliki kepentingan pada perusahaan anda. Maka, sudah jelas bahwa suatu lembaga yang bersih akan lebih mudah untuk melangkah dan menepis isu-isu yang tidak perlu.

Daftar ini dapat diperpanjang sampai hampir-hampir tak terbatas. Namun, sekali lagi itu hanya dapat dicapai bila kita senantiasa bersikap positif.

Benarkah ??

Mana yang lebih bodoh: anak kecil yang takut pada kegelapan
atau orang dewasa yang takut pada terang. (Maurice Freehill)

Bibir yang mengatakan kebenaran, tetap untuk selama-lamanya;
tetapi lidah yang berdusta hanya untuk sekejap mata. (Amsal)

Di mana ada rasa takut, di situ tidak ada agama. (Mahatma Gandhi)

RINGKASAN MANAJER SATU MENIT

Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D.

Masihkah anda ingat dengan anak muda yang ingin menemukan sosok seorang manajer efektif? Kemudian ia bertemu dengan seorang manajer yang menamakan dirinya dengan sebutan Manajer Satu Menit. Bertahun-tahun setelah itu, anak muda itu, yang kini telah berumur, mengikarkan dirinya sebagai seorang manajer satu menit juga. Ia kini siap membagi rahasia-rahasia manajer satu menit kepada banyak orang.

Kunci terutama untuk menjadi manajer satu menit adalah bersikap peduli pada karyawan. Karena, bagaimana pun untuk menjadi efektif seorang manajer harus menggerakkan orang lain. Sedangkan, untuk menggerakkan orang lain, seorang manajer satu menit tidak melakukannya dengan memanipulasi orang lain untuk melakukan sesuatu yang tidak mereka sadari atau tidak mereka setujui. Memang tidak semuanya berjalan sebagaimana yang diinginkan, namun dengan bersikap jujur, pada akhirnya akan membawa hasil. Sebaliknya, bersikap tidak jujur dan memanipulasi orang akhirnya akan membawa pada kegagalan dalam berurusan dengan orang lain. Jadi, kekuatan gaya manajemen satu menit adalah bersikap peduli pada orang lain.

RANGKUMAN SINGKAT

Manajemen satu menit dimulai dengan menetapkan sasaran satu menit yang ditulis di atas selembar kertas dan harus bisa dibaca dalam satu menit pula.
Setiap sasaran akan membawa pada perilaku. Maka, tugas selanjutnya adalah menjaga agar perilaku karyawan sesuai dengan sasaran tersebut.

Jika sasaran, atau bagian dari sasaran, yang ditetapkan tercapai, maka ANDA MENANG. Anda atau karyawan anda berhak untuk mendapatkan sebuah pujian satu menit. Karena yang ingin dicapai adalah perilaku yang sesuai dengan sasaran, maka yang harus dipuji adalah perilaku dengan perasaan tulus. Lakukan pujian itu segera dan jelas. Beri tahu karyawan apa yang telah mereka lakukan dengan benar, dan tunjukkan bagaimana perasaan anda terhadap pencapaian itu.
Jangan ragu untuk menjabat tangan karyawan atas pencapaian itu. Kemudian, mulailah dengan kesuksesan ini, menetapkan sasaran-sasaran baru.

Namun, sebaliknya, jika sasaran yang ditetapkan tidak tercapai, maka ANDA KALAH. Segera tinjau sasaran yang telah ditetapkan tersebut. Adakah sesuatu yang kurang jelas atau tidak disetujui dari sasaran tersebut? Kemudian, anda atau karyawan anda berhak mendapatkan teguran satu menit. Sebagamana pujian, teguran haruslah mengarah pada perilaku, bukan pribadi. Teguran harus dilakukan segera dan spesifik menjelaskan apa-apa yang tidak sesuai dengan sasaran. Beri tahu karyawan apa yang keliru dan bagaimana perasaan anda.
Namun, jangan lupa untuk membesarkan hati karyawan, untuk tetap memiliki semangat kembali pada penetapan sasaran.

Ini adalah teknik manajemen manusia yang sangat sederhana, namun bisa berjalan baik pada orang-orang. Ini mendorong budaya organisasi yang bersikap JUJUR pada orang-orang, dan menciptakan perasaan nyaman pada setiap karyawan. Kepedulian pada orang selalu membawa hasil yang menakjubkan. Dan itu akan memberikan keuntungan bagi organisasi.

The One Minute Manager sesungguhnya hanya berusaha mengingatkan kita masing-masing agar mau menyisihkan satu menit dari hari kita guna mengamati wajah orang-orang yang kita atur. Dan untuk menyadari bahwa mereka merupakan sumber daya terpenting kita.

(Diresume dari: Kenneth Blanchard Ph.D. & Spencer Johnson M.D. - The One Minute Manajer)

Monday, October 17, 2005

Yang tersisa dari perayaan keberhasilan

Orang bijak banyak mengingatkan bahwa, kebanggaan atas keberhasilan yang kita raih kemarin tidak banyak berguna hari ini. Dan, itu sebenarnya sama saja dengan mengatakan bahwa keberhasilan hari ini tak perlu dibangga-banggakan esok hari. Bahkan, setiap keberhasilan tak perlulah repot-repot dibanggakan. Cukuplah ia dirayakan dan dicatat di suatu waktu yang sangat sesaat. Keberhasilan yang akan datang sama sekali bukan karena kebanggaan yang kita besar-besarkan, namun usaha keras yang kita lakukan.

Kebanggaan dan penyesalan nyaris seperti dua sisi yang berlainan dari sekeping mata uang. Dua-duanya bergantung pada bagaimana kita mengukur nilai sebuah pencapaian. Karena penyesalan tak akan mengubah apa yang telah terjadi, tak salah bila orang bijak banyak mengingatkan agar segera menyisihkan penyesalan, lantas menyingsingkan lengan baju untuk kembali bekerja. Bukankah ini sama dengan pengingat bahwa perayaan akan segera usai, tugas baru sudah menghadang. Sebaiknya kita letakkan kebanggaan bersama dengan piring kotor sisa pesta keberhasilan.

Mungkin kita telah Melukai Hati Seseorang

Sudah beberapa minggu, ibu itu terbaring sakit. Badannya demam tak kunjung reda. Tubuhnya lemah tak bertenaga. Sanak saudara telah membawanya ke balai pengobatan, tetapi semua obat dan perawat seolah tak bisa menyembuhkanpenyakitnya. Dokter pun tak tahu harus bilang apa, selain memintanya untuk bersabar dan terus berobat. "Mungkin," demikian pikir orang-orang yang menjenguknya, "sudah dekat ajal sang ibu." Tapi ibu itu belumlah terlalurenta. Sebelum terbaring sakit ia masih sempat memanen ubi di pematang.

Ketika asa hampir terputus, anak bungsu yang telah lama meninggalkan desa datang. Ia tersungkur, memohon ampun pada sang ibu. Segera setelah tetes airmata sang bungsu menitik, ibu itu bangun, pandangannya berbinar, dan dengan lemah mengucap syukur, bungsunya telah kembali. Ah, tubuh yang sakit bisa disembuhkan oleh obat dan ramuan penuh mantera. Tapi hati yang terluka hanya bisa dibebaskan oleh jiwa yang tulus. Mungkin sedikit banyak, kita telah melukai hati seseorang. Dan, tak ada waktu yang lebih baik, selain saat ini,untuk memulihkannya. Kita hanya perlu sedikit ketulusan saja.

Tips Memompa Semangan Berprestasi

Mengapa ada orang-orang yang mempunyai energi yang begitu besar untuk meraihsesuatu? Mengapa ada orang yang penuh gairah dalam menghadapi tantangan?
Mengapa ada orang yang sangat ingin berprestasi?
Terlepas dari apa motivasi seseorang itu meraih prestasi, mereka selalu mempunyai kesamaan, yaitu, mempunyai energi yang melimpah, berani menghadapi tantangan dan ambisi besaruntuk diwujudkan. Itu kenapa banyak pakar perilaku berpendapat bahwa keberhasilan adalah sikap. Salah satu faktor yang menyebabkan seseorang terus gigih meraih prestasi adalah kemampuannya untuk memompakan semangat untuk berprestasi.

Berikut ada beberapa tips untuk memompakan semangat berprestasi.

1--Jadilah diri sendiri.
Kalau ambisi anda berprestasi adalah untuk mengalahkan orang lain, anda akan segera kehabisan energi positif dalam bekerja. Dorongan yang muncul lebih banyak bersifat negatif yang dapat mengganggu kejernihan pandangan anda. Jangan bandingkan diri anda dengan orang lain. Kenali saja siapa diri anda,dan jadilah diri anda sendiri. Itu jauh lebih sehat bagi kepribadian anda.

2--Menyusun visi, target, dan skedul pencapaian.
Susunlah gambaran besar yang ingin anda raih dalam di masa depan. Buatlah sesulit mungkin, namun percayalah anda bisa mencapainya. Lalu kembangkan kedalam target-target jangka pendek, serta tentukan waktu kapan anda akan meraihnya. Perjalanan sejauh ribuan kilometer dicapai dengan selangkah demi selangkah.

3--Belajar terus, dan berusaha mempunyai keahlian khusus.
Jangan berhenti belajar, namun tak perlu mempelajari semuanya. Kenali apa kekuatan anda untuk menjadi seorang ahli agar anda mampu menuntaskan pekerjaan dengan hasil yang baik. Anda akan merasakan kesenangan jika anda mampu menyelesaikan pekerjaan sebaik-baiknya. Mempelajari semua hal memang baik untuk menambah wawasan dan kebijakan, namun jika anda tak punya sebuah keahlian yang menjadi keunikan diri anda sendiri, maka anda takkan tahu apa yang ingin anda kerjakan dengan baik. Hanya karena anda ahli, anda akan menetapkan standar yang tinggi. Sedangkan, standar tinggi adalah salah satu kualitas dari seorang yang berprestasi.

4--Melakukan apa yang anda sukai.
Lakukan apa yang anda cintai. Ini akan menumbuhkan semangat dan kesenangan dalam setiap pekerjaan. Anda akan temukan bahwa keberhasilan bukan sesuatu yang ada di depan sana, namun berjalan seiring dengan apa yang anda kerjakan.

5--Jangan menyia-nyiakan peluang.
Jangan terlalu banyak memikirkan masalah uang atau penghasilan yang anda peroleh. Jauh lebih penting anda memperoleh tanggung jawab yang sesuai dengan kemampuan anda. Lalu bersungguh-sungguh mengerjakannya. Pikirkan bagaimana anda bisa memperbaiki keadaan yang ada dalam tanggung jawab anda. Seringkali keberhasilan besar bersembunyi di balik sebuah peluang yang kelihatannya sepele.

6--Temukan kegembiraan dalam setiap langkah.Perhatikan anak-anak kecil belajar, mereka menunjukkan kegembiraan saat berangkat sekolah, saat di kelas, saat beristirahat, saat pulang bahkan saat mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Temuka kegembiraan yang sama di setiap langkah anda. Jika anda tak menemukannya, mungkin anda berada di jalan yang keliru. Segera renungkan kembali apa yang ingin anda raih.

7--Berbagi atas keberhasilan yang bisa diraih.
Tak apa jika anda ingin menikmati sebuah keberhasilan kecil yang bisa anda raih. Namun, jangan semata-mata melakukannya sendiri. Bagilah dengan orang lain. Berbagi kegembiraan justru melipat gandakan kegembiraan anda. Ucapanselamat yang diberikan orang lain pada anda sangat efektif untuk memompa semangat anda meraih yang lebih baik lagi.

8--Tidak bersedih atas kegagalan.
Satu hal yang sangat meruntuhkan semangat adalah kegagalan. Namun, mereka yang mempunyai keinginan berprestasi yang tinggi, kegagalan justru memacu mereka untuk belajar dan berusaha lebih baik lagi. Terimalah kegagalan sebagaimana adanya. Buka kembali buku pelajaran anda, mungkin ada yang terlewatkan. Berlatih terus dan coba lagi. Keberhasilan selalu didahului oleh kegagalan. Itu mengapa orang bijak mengatakan, kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.

Kita Kaya

Anthony De Mello

Di sebuah taman, senja hari, sepasang suami istri sedang merenungi nasib dan kehidupan mereka.

Sang suami berkata, "Sayangku, aku akan bekerja keras supaya suatu saat kita akan menjadi kaya."

Sang istri menjawab, "Sayangku, bukankah kita sudah kaya sekarang ini, karena kita saling memiliki. Kelak mungkin kita akan mempunyai banyak uang juga."

Pojok Renungan Editor: Dialog singkat yang indah dan kuat bukan?
(Disadur dari: Anthony De Mello, The Song of Bird)****************************************************************************
Stopper:
Yang penting bukanlah siapa yang benar, melainkan apa yang benar. (ThomasHuxley)

Tindakan benar memerlukan kekuatan besar (Kazuo Inamori)

Jangan jalani hidup sendirian

Sudah hampir tengah malam. Alun-alun kota mulai sepi. Sepasang suami istri setengah baya itu mengemasi dagangannya. Sang istri membereskan piring, gelas dan perabot lain. Sedangkan si suami memasukkannya dalam gerobak. Sesaat mereka menghitung berapa laba yang masuk. Siapa pun tahu, penghasilan tak selalu datang seperti yang diharapkan. Terkadang hujan turun, terkadang petugas ketertiban menghalau, atau terkadang semuanya begitu menggembirakan. Manis dan asam memang bumbu penyedap sehari-hari. Yang pasti, esok,kehidupan sekali lagi harus dijalani. Mempunyai tekad keras serta berusaha tanpa menutupi muka seringkali tak cukup. Kita perlu sebuah kekuatan batin; yaitu, kemampuan untuk menerima segala sesuatu yang terjadi. Orang bilang, ini adalah sebuah keberserahan diri, sebuah tawakal, sebuah kepasrahan. Sepasang suami istri itu berjalan bergegas. Yang laki mendorong gerobak, yang perempuan terkantuk-kantuk duduk di atasnya. Keduanya berlalu menembus malam. Hidup memang bukan untuk dijalani sendiri. Tapi bersama teman, sahabat atau kekasih, hidup adalah untuk saling kuat-menguatkan, topang-menopang, serta kasih-mengasihi.

Temukan waktu kosong ditengah kepadatan

Tahukah anda bahwa selalu ada ruang kosong dalam waktu kita. Ditengah-tengah kepadatan kerja yang tinggi, waktu kosong sangat berharga untuk menyeimbangkan diri. Kita bisa dapati waktu kosong itu di saat kita menunggu di dalam lift, di deret pengantrian, di kamar kecil, di lampu merah, atau di mana pun kita berada. Kita bisa gunakan kesejenakan itu untuk menarik nafas teratur, menenangkan pikiran, atau menjernihkan perasaan.Sayang seringkali kita membiarkannya dipenuhi hal-hal yang sebenarnya tak bisa kita atasi di waktu itu. Ketika dalam lift kita ingin buru-buru sampai, padahal kita tak bisa mempercepat lajunya. Ketika di antrian, kita ingincepat-cepat mendahului, padahal kita tak bisa memajukannya. Kita tak mau menerima ketenangan yang ditawarkan oleh waktu kosong. Bila demikian, makajangan katakan bahwa kita tak mempunyai waktu yang tenang dalam hidup kita, karena kita sendiri mengabaikannya begitu saja.