Thursday, May 28, 2020
Ada Awal selalu ada Akhir
Wednesday, April 01, 2020
Jangan pakai hukum sebab akibat
Tak lama datanglah nelayan yg membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai ... LAUT INI BAIK HATI,
Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai ... LAUT INI PEMBUNUH ..
Seorang diatas perahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai ... LAUT INI PENUH MARABAHAYA
Tak lama datanglah Seorang lelaki yg menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai ... LAUT INI PENUH BERKAH . Sementara lautan dan seisinya tak pernah mengeluh sedikitpun,
Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa. MAKA.. JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN & PENGALAMAN YG BERBEDA.
Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yg baik.
Meski terkadang kebaikan tdk senantiasa di hargai.
Tak usah repot2 menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, Karena yg menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.
Hidup bukan tentang siapa yg terbaik, tapi Siapa yg mau berbuat baik.
Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan.
Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan.
Jika datang kepadamu gangguan.
Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yg lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yg lebih Baik.
Kurangi mengeluh teruslah berdoa Sibukkan diri dalam kebaikan.
Hingga keburukan lelah mengikuti kita.
Tugas kita adalah berbuat yg baik & benar, dan Bukan untuk menghakimi.
Memaafkan adalah memaafkan tanpa TAPI, Menghargai adalah menghargai tanpa TAPI.
Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu,
Karena jika kau baik, amarah tak akan dibiarkan tumbuh subur dihatimu.
#TetapSemangat
#SelaluPositifThinking
#Janganlupaberjemur
#Semangatpagi
KITA BUTUH LEBIH BANYAK PEMBERANI
Sunday, July 29, 2018
Emas dan Tanah
_Apakah engkau berharga seperti aku....... ?”_
_Tanah menggelengkan kepala dan menjawab, “Aku bisa menumbuhkan bunga dan buah, bisa menumbuhkan rumput dan pohon, bisa menumbuhkan tanaman dan banyak yg lain, apakah kamu bisa....... ?”_
*Emas pun terdiam seribu bahasa......*
Dlm hidup ini banyak orang yang seperti emas, berharga, menyilaukan tetapi tdk bermanfaat bagi sesama.
Sukses dlm karir, rupawan dlm paras, tapi sukar membantu apalagi peduli.
Tapi ada juga yg seperti tanah. Posisi biasa saja, bersahaja namun ringan tangan siap membantu kapanpun.
*_Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita, tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain._*
*_Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah bagi banyak orang, barulah kita benar- benar bernilai._*
Apalah gunanya kesuksesan bila itu tidak membawa manfaat bagi anggota team kita.
Apalah arti kemakmuran bila tidak berbagi pada yg membutuhkan.
Apalah arti kepintaran bila tidak memberi inspirasi di sekeliling kita.
Karena hidup adalah proses, ada saatnya kita memberi dan ada saatnya kita menerima.
*Tetap SEMANGAT*🙏
Monday, December 30, 2013
MEREDAM KEBENCIAN PADA ORANG LAIN
Kekeliruan yang sering tak kita sadari adalah, kita ingin membuang rasa benci, namun kita tetap mengingat-ingat kepada siapa kita membenci.
Sebenarnya rasa benci tak memiliki daya, sampai kita menemukan obyek untuk dibenci. Sebagaimana api di udara, takkan membakar sampai ia menemukan kayu untuk dihanguskan. Bisakah kita memisahkan tiga hal:
- diri kita,
- rasa benci yang sedang melanda,
- dan orang lain yang menjadi sasaran kebencian?
Bisakah kita membiarkan rasa benci itu seperti api di udara yang sekejap lenyap?
Bisakah kita tak menjadikan orang lain sebagai kayu bakar untuk dihanguskan oleh api kebencian? Bila ya, maka setapak kita melangkah menuju ruang batin yang jauh lebih tenang, yang tak tersentuh oleh api kebencian.
Kebencian memang bukan untuk dilawan, ia hanya perlu dipahami.
Wednesday, May 29, 2013
DI ATAS RASA AMAN DAN KEBEBASAN
Ia tak perlu khawatir bagaimana mencari nafkah bagi diri dan keluarganya.
Ia merasa bisa menatap masa depan dengan pandangan yang lebih cerah.
Namun, seorang wirausaha berkata, hidupnya merdeka karena bebas mengusahakan apa yang ia inginkan. Ia tak perlu selalu terkekang pada berbagai macam aturan.
Ia merasa bisa mengemudikan masa depan diri dan keluarganya.
Kualitas kehidupan apa yang hendak kita pilih?
Bukankah tak perlu ada pertentangan antara kebebasan dan rasa aman.
Karena di atas semua itu, seharusnya kita mampu berdiri tegak dengan sebuah tanggung jawab penuh.
Tanggung jawab bahwa kita bertanggung jawab atas hidup kita ini. Tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kehidupan kita, selain diri kita sendiri.
Rasa tanggung jawab inilah yang memberikan kebebasan.
Rasa tanggung jawab ini pulalah yang menumbuhkan ketentraman.
Tuesday, January 22, 2013
PERTANYAAN YANG TAK PERLU DIJAWAB
"Hal apa yang paling berharga yang telah anda dapatkan dalam hidup ini?"
Maka, jawaban apa yang anda berikan?
Apakah anda menunjukkan berapa banyak uang, tabungan dan kekayaan yang telah anda peroleh?
Padahal siapa pun tahu, seringkali uang bukanlah hal yang paling berharga dalam hidup ini.
Apakah anda membanggakan pangkat dan jabatan?
Padahal pangkat yg paling tinggi adalah Alm (Almarhum) dan jabatan yg pasti akan berakhir digantikan orang lain.
Apakah anda membanggakan kesehatan dan kekuatan diri anda?
Padahal siapa pun tahu, pada waktunya tubuh akan menua dan renta.
Atau apakah anda membuktikan kepandaian dan kepiawaian anda?
Padahal siapa pun tahu, setinggi-tinggi langit selalu ada langit di atasnya.
Hal yang paling berharga dalam hidup ini sesungguhnya adalah kebahagiaan batin kita.
Manusia siap menukar apa pun demi kebahagiaan hidupnya.
Sayang, tak seorang pun mampu mengukur seberapa berharga kebahagiaan yang telah kita temukan dalam hidup ini.
Kebahagiaan memang bukan untuk diukur, atau bahkan dipertanyakan.
Maka mungkin, jawaban terbaik atas pertanyaan itu adalah senyuman tanpa kata, namun penuh makna.
Tuesday, November 13, 2012
KEDAMAIAN YANG KITA DAMBA
Wednesday, October 31, 2012
KEJAHATAN KECIL PUN BUTUH UPAYA BESAR
Atau kejahatan?
Tentu saja kita tidak sedang berbicara bagaimana membuat rencana buruk anda itu berhasil.
Namun, mengajak untuk melihat apa yang terjadi dalam diri kita sewaktu berencana jahat. Bisa jadi kita akan memeras pikiran keras-keras mencari cara agar rencana itu terwujud. Atau, bisa jadi kita menyusun jalan lain bila rencana itu gagal. Atau, bisa jadi kita memutar otak untuk mencari alasan penyelamat, jika orang lain memergoki. Atau, bisa jadi kita mempersiapkan mental sebaik-baiknya agar cukup tegar hati melakukan sesuatu yang kita sendiri tak ingin tertimpanya.
Mari perhatikan diri kita secara lembut dan hati-hati.
Bahkan untuk sebuah kejahatan kecil pun kita harus mengerahkan usaha besar agar berhasil. Tidak ada kejahatan kecil yang terjadi begitu saja tanpa pertimbangan dari empunya.
Lantas untuk apa kita perlu memahami gejolak batin di saat kejahatan terencana dalam benak?
Tak lain tak bukan, adalah untuk mengurainya, dan mengubah energi agar senantiasa berbagi kebaikan.
Wednesday, September 26, 2012
CORETAN KANVAS PERJALANAN KITA
Sunday, September 23, 2012
MENGAPA KITA BUKAN PEMAIN BINTANG
Wednesday, August 29, 2012
YANG TERSEMBUNYI DI BALIK PERUBAHAN
KERJAKAN PEKERJAAN RUMAH ANDA SETIAP MALAM
Wednesday, May 16, 2012
EMAS DAN PERMATA
Monday, May 14, 2012
KEJUJURAN SAJA TAK CUKUP
Sunday, January 08, 2012
SEBUAH BIDANG BERNAMA HATI NURANI
Pujangga lain berujar, hati nurani adalah sebuah republik; sebuah republik yang sederhana. Dimana tak ada tapal batas satu sama lain. Sehingga kita bisa bebas berjalan-jalan di banyak negara sekaligus. Hati nurani adalah sebuah republik; sebuah republik yang bersahaja. Dimana tak ada penterjemah, tak ada taksi, tak ada porter. Kita harus mengangkat beban kita sendiri. Tak ada keistimewaan kita di banding yang lain. Dalam republik hati nurani, kita berbahasakan cinta dan kasih sayang.
Monday, October 24, 2011
SAAT KITA MENDAHULUKAN DIRI SENDIRI
Sayangnya pula saat itu bukanlah saat anda berada di pucuk kekuasaan yang membanggakan. Karena, justru di saat itu anda harus memberikan kedua belah lengan anda untuk bekerja demi kepentingan lebih banyak orang.
Satu-satunya saat dimana anda harus mendahulukan diri sendiri, ketimbang orang lain, adalah di saat anda berlaku introspeksi pada diri sendiri.
Sayangnya, saat itu bukanlah saat yang menyenangkan bagi banyak orang.
Meski tak terlalu sulit menemukan keburukan diri sendiri, namun cukup menyakitkan untuk mengakuinya.
Maka, tak heran bila banyak orang lebih suka tertinggal dalam hal perenungan diri, dan begitu cermat mengamati sisi negatif orang lain.
Thursday, August 11, 2011
SEBUAH KEHENINGAN YANG BESAR
Pertanyaannya adalah, dari manakah teriakan anda bermula, dan kemanakah teriakan keras itu pergi?
Pada awalnya adalah keheningan. Suara anda datang dari keheningan.
Lalu suara anda hilang tertelan dalam keheningan yang sama. Pada akhirnya yang tertinggal adalah keheningan.
Sejenak mari kita renungi, dari manakah datangnya hidup, dan kemanakah perginya hidup. Sesungguhnya hidup bukanlah sekedar gerak, bukanlah sekedar suara, bukan pula sekedar warna. Bila hidup datang dari keheningan dan kembali dalam keheningan, maka keheningan itu semestinya adalah hidup yang jauh lebih besar. Sebagaimana kedalaman air danau yang tenang berbanding dengan riak-riak kecil di permukaan.
Tuesday, June 14, 2011
SELAMATKAN PERTENGKARAN ANDA
Selalu dibutuhkan setidaknya dua orang untuk memulai sebuah perselisihan kecil.
Dan, itu sudah cukup untuk mendatangkan pertengkaran besar-besaran. Itu berarti,
pertengkaran bukan hanya persoalan perbedaan pendapat atau tarik-menarik keinginan. Pertengkaran adalah soal pilihan anda. Pilihan untuk memulai lalu membiarkannya membesar membakar semua yang ada, atau menutup pintu sebelum sempat dimasuki oleh salah seorang dari anda. Karena, pertengkaran mustahil terjadi bila anda benar-benar tak berkehendak untuk menceburkan diri ke dalamnya.
Meski anda jatuh dalam sungai deras, itu tak berarti anda harus hanyut atau tenggelam tanpa daya. Anda bisa berenang-renang meninggalkan pusaran air, dan naik ke daratan. Hanya di saat berada di tepianlah anda bisa menolong rekan anda untuk mentas dari kehanyutan. Ulurkan tali penyelamat berupa curahan maaf dan pengertian diri tanpa pamrih. Dua orang yang bertengkar takkan bisa menolong satu sama lain.
Wednesday, May 25, 2011
SEDIKIT DEMI SEDIKIT LAMA-LAMA JADI BUKIT
Kita biasa memaknainya, bahwa bila kita mengumpulkan se-sen demi se-sen, pada saatnya kita akan dapatkan sepundi.
Namun sesungguhnya pepatah ini tak sekedar berbicara tentang hidup hemat, atau ketekunan menabung.
Pepatah ini menyiratkan tentang sesuatu yang lebih berharga dari sekedar sekantung
keping uang, yaitu: bila kita mampu mengumpulkan kebaikan dalam setiap tindakan-tindakan kecil kita, maka kita akan dapati kebesaran dalam jiwa kita.
Bagaimanakah tindakan-tindakan kecil itu mencerminkan kebesaran jiwa sang pemiliknya? Yaitu, bila disertai dengan secercah kasih sayang di dalamnya.
Ucapan terima kasih, sesungging senyum, sapaan ramah, atau pelukan bersahabat, adalah tindakan yang mungkin sepele saja.
Namun dalam liputan kasih sayang, ia jauh lebih tinggi daripada bukit tabungan anda.
